Selasa, 29 September 2026
21:55 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Bahasa Sunda

Bahasa Sunda

bahasa yang dituturkan di Indonesia

Bagikan:
Bahasa Sunda
BPS: 0086 6
Basa Sunda
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ • باسا سوندا
Tulisan Sunda dalam aksara Sunda Baku
Tulisan Sunda dalam aksara Sunda Baku
Pengucapan[basasʊnda] (umum, baku)
[basasuna] (dialektal)
Dituturkan diIndonesia
serta negara-negara dengan diaspora Sunda
Wilayah
EtnisSunda
(Priangan •Banten •Cirebon •Baduy •Ciptagelar)
Tionghoa Benteng
Penutur
50 juta (2026)[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.

Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
Posisi bahasa Sunda dalam harap diisi Sunting klasifikasi ini 

Catatan:

Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
Bentuk awal
Bentuk baku
Dialek
Dialek bahasa Sunda[2]
Modern:
   Alfabet Latin (Alfabet bahasa Sunda)
   Abjad Pegon
Aksara Sunda Baku
Historis:
   Aksara Sunda Kuno
   Aksara Sunda Cacarakan
Status resmi
Diatur olehBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
  • Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat
  • Kantor Bahasa Banten
Lembaga Basa jeung Sastra Sunda
Kode bahasa
ISO 639-1su
ISO 639-2sun
ISO 639-3sun – kode inklusifMencakup:
sun – bahasa Sunda
bac – bahasa Sunda Badui
osn – bahasa Sunda Kuno
Glottologsund1252
Linguasfer31-MFN-a
IETFsu
BPS (2010)0086 6
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Bahasa Sunda diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C5 DevelopingBahasa Sunda dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [3][4][5]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
 Video yang lain 
Video dari seorang penutur yang berbicara dalam bahasa Sunda Suntingan nilai di Wikidata
Sampel teks
Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Sunda. (Ditulis dalam aksara Sunda dan abjad Pegon) (Teks)
Aksara Sunda
ᮞᮊᮥᮙ᮪ᮔ ᮏᮜ᮪ᮙ ᮌᮥᮘᮢᮌ᮪ ᮊ ᮃᮜᮙ᮪ ᮓᮥᮑ ᮒᮦᮂ ᮞᮤᮕᮒ᮪ᮔ ᮙᮨᮁᮓᮤᮊ ᮏᮩᮀ ᮘᮧᮌ ᮙᮁᮒᮘᮒ᮪ ᮊᮒᮥᮒ᮪ ᮠᮊ᮪-ᮠᮊ᮪ ᮃᮔᮥ ᮞᮛᮥᮃ. ᮙᮛᮔᮦᮂᮔ ᮓᮤᮘᮦᮛᮦ ᮃᮊᮜ᮪ ᮏᮩᮀ ᮠᮒᮦ ᮔᮥᮛᮔᮤ, ᮎᮙ᮪ᮕᮥᮁ-ᮌᮅᮜ᮪ ᮏᮩᮀ ᮞᮞᮙᮔ ᮃᮚ ᮓᮤᮔ ᮞᮥᮙᮍᮨᮒ᮪ ᮓᮥᮓᮥᮜᮥᮛᮔ᮪.
Pegon

ساكومنا جالما ڮوبراڮ كا عالم دنيا تَيه سيپاتنا مَيرديكا جۤڠ بَوڮا مرتبة كاتوت حق۲ أنو سارووا. مارانَيهنا ديبَيرَي أكال جۤڠ هاتَي نورانی، چامڤور-ڮأول جۤڠ ساسامانا أيا دينا سوماڠَيت دودولوران.

Teks tidak ditampilkan dengan benar?
Terjemahan: ⓘ
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
Alih aksara: 
Sakumna jalma gubrag ka alam dunya téh sipatna merdika jeung boga martabat katut hak-hak anu sarua. Maranéhna dibéré akal jeung haté nurani, campur-gaul jeung sasamana aya dina sumanget duduluran.
Sampel teks lainnya
Sampel suara
noicon

Sampel suara bahasa ini, diambil dari Wikidata
noicon
Lokasi penuturan
500px-Sundanese_language_distribution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta persebaran bahasa Sunda.
Daerah di mana bahasa Sunda adalah bahasa asli dan mayoritas
Daerah di mana bahasa Sunda adalah bahasa minoritas
Komunitas diaspora Sunda yang menuturkan bahasa Sunda secara parsial
500px-Sundanese_language_distribution_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah dengan penuturan bahasa Sunda sebagai bahasa ibunda mayoritas penduduknya
Wilayah dengan >100.000 penduduknya dapat menuturkan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu
Wilayah dengan <100.000 penduduknya dapat menuturkan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Sunda&revid=29909907&groups=_012b58ade5a49b7fd84a6d8b813d004ae00b0918&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Sunda&revid=29909907&groups=_012b58ade5a49b7fd84a6d8b813d004ae00b0918&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 6°54′0″S 107°6′36″E / 6.90000°S 107.11000°E / -6.90000; 107.11000 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
40px-Sunda_Sa.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini mengandung karakter aksara Sunda. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Sunda (Endonim: Basa Sunda, Aksara Sunda: ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ, Abjad Pegon: باسا سوندا, pengucapan dalam IPA: [basasʊnda]) adalah sebuah bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa ini umumnya dituturkan oleh penduduk bersuku Sunda di wilayah yang disebut Tatar Sunda di Indonesia.

Bahasa Sunda juga dituturkan oleh diaspora Sunda di beberapa wilayah lain di Indonesia dan di luar Indonesia. Bahasa ini memiliki penutur setidaknya 42 juta orang pada tahun 2016.

Dialek

Artikel utama: Dialek bahasa Sunda
250px-Sundanese_dialects_distribution_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta linguistik dialek bahasa Sunda

Dialek (basa wewengkon) bahasa Sunda mempunyai beberapa ragam. Para pakar bahasa biasanya membedakan enam dialek yang berbeda.[6] Dialek-dialek ini adalah:

Sejarah dan penyebaran

Artikel utama: Sejarah bahasa Sunda

Bahasa Sunda terutama dipertuturkan di sebelah barat pulau Jawa, di daerah yang dijuluki Tatar Sunda (Pasundan). Bahasa Sunda juga dipertuturkan di bagian barat Jawa Tengah, khususnya di sebagian selatan Kabupaten Brebes dan sebagian barat Cilacap, dikarenakan beberapa kecamatan di wilayah ini dahulunya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh.

Seiring transmigrasi dan imigrasi yang dilakukan etnis Sunda, penutur bahasa ini telah menyebar sampai ke luar pulau Jawa. Misalkan di Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tenggara di mana penduduk etnis Sunda dengan jumlah signifikan menetap di wilayah tersebut.

Fonologi

Artikel utama: Fonologi bahasa Sunda

Terdapat tujuh fonem vokal dalam bahasa Sunda: /a/, /ɛ/ ⟨é⟩, /i/, /ɨ/ ⟨eu⟩, /ə/ ⟨e⟩, /u/ dan /ɔ/ ⟨o⟩.[7]

Vokal
Depan Madya Belakang
Tertutup i ɨ u
Tengah ɛ ə ɔ
Terbuka a
Konsonan
Dwibibir Gigi Lelangit Lelangit
belakang
Celah
suara
Sengauan m n ɲ ŋ
Letupan dan Gesekan p b t d tʃ dʒ k ɡ ʔ
Geseran s h
Kepakan dan Hampiran sisi   ɾ l      
Semivokal w j

Sistem penulisan

Aksara Sunda (Kaganga)

Mulanya bahasa Sunda ditulis dengan aksara Sunda. Aksara Sunda merupakan salah satu aksara berumpun Brahmi yang diturunkan dari aksara Pallawa lewat aksara Kawi.

Bukti-bukti tertulis mengenai evolusi aksara ini muncul di beberapa prasasti yang ditemukan dari abad ke-10 hingga abad ke-15 M pada masa keemasan Kerajaan Pajajaran. Prasasti yang diyakini merupakan kunci evolusi aksara Sunda adalah Prasasti Batutulis, Prasasti Astana Gede, dan Prasasti Kebantenan.[8][9]

Dahulu aksara ini dituliskan di permukaan batu. Pada abad ke-15 hingga ke-16, aksara Sunda kuno mulai berevolusi jauh dari aksara Kawi dan mudah dikenali perubahannya.

Aksara ini kemudian lebih banyak ditulis di atas daun lontar. Aksara tersebut digunakan dalam penulisan naskah Bujangga Manik, Carita Parahyangan dan Carita Waruga Guru.[10] Naskah ini kelak dijadikan sebagai rujukan bagi pengembangan aksara Sunda yang kemudian, aksara Sunda baku.

Aksara Sunda Kuno memiliki sintaksis penulisan yang lebih kompleks, seperti adanya pasangan (hanya semua huruf pasangannya sama dengan huruf utama), huruf leu dan reu, dan jumlah guratan yang lebih banyak daripada aksara Sunda baku. Aksara Sunda baku mulai diperkenalkan pada dekade 1990-an untuk menggantikan peran Cacarakan. Saat ini, seluruh pembelajaran bahasa Sunda menggunakan aksara Sunda baku dan alfabet Latin.[11]

Alfabet Bahasa Sunda

Artikel utama: Alfabet bahasa Sunda

Kolonialisasi di Nusantara menyebabkan aksara Sunda kuno menjadi terancam. Bersama dengan keluarnya ultimatum dari VOC pada tanggal 3 November 1705, aksara Sunda kuno dan Rikasara Cirebon punah. Setiap orang yang menulis dokumen resmi hanya diperbolehkan menulis aksara Jawa yang dimodifikasi, abjad Pegon, dan alfabet Latin untuk menuliskan bahasa Sunda. Alfabet Latin sendiri mulai diintensifkan untuk mentranskripsi karya-karya yang ditulis menggunakan aksara Sunda Kuno dan Pegon pada abad ke-19 hingga ke-20.

Salah satu tokoh yang berjasa dalam transkripsi aksara Cacarakan dan Sunda ke Latin adalah seorang keturunan Bugis-Sunda bernama Daeng Kanduruan Ardiwinata (1866–1947) yang menulis buku berjudul Palanggéran Nuliskeun Aksara Sunda ku Aksara Walanda (terbitan Commissie voor de Volkslectuur tahun 1912) yang berisi aturan transkripsi bahasa Sunda menggunakan alfabet Latin serta Élmuning Basa Sunda (edisi I 1916 dan II 1917) yang berisi peraturan tata bahasa Sunda modern.[12][13][14]

Cacarakan

Cacarakan adalah aksara Jawa termodifikasi yang digunakan untuk menuliskan bahasa Sunda, dan telah dipakai selama 300 tahun setelah keluarnya ultimatum dari VOC pada tanggal 3 November 1705 yang mewajibkan penggunaan aksara Jawa, abjad Pegon, dan alfabet Latin untuk menuliskan bahasa Sunda. Kini, hanya sebagian kecil daerah di Jawa Barat yang menggunakan Cacarakan untuk menulis bahasa Sunda.[14][15]

Abjad Pegon Sunda

Artikel utama: Abjad Pegon

Abjad Pegon yang bersaudara dengan abjad Jawi (Arab-Melayu) digunakan untuk menulis bahasa Sunda, menggunakan huruf-huruf Arab standar dan huruf-huruf rekaan baru yang tidak ada dalam huruf Arab asli. Huruf-huruf itu juga tidak bisa dipahami oleh orang Arab jika mereka tak menguasai bahasa Sunda dengan huruf tersebut. Hadir bersamaan dengan Islam di Tatar Sunda, abjad Pegon menjadi materi yang masih diajarkan di sebagian kecil pesantren.[16]

Aksara lain

Selain itu, ada beberapa aksara lain yang sempat digunakan dalam menuliskan bahasa Sunda terutama bahasa Sunda Kuno, contohnya adalah aksara Buda dan aksara Kawi, penggunaannya sempat tercatat dalam prasasti dan naskah-naskah kuno.

Tingkat tutur

Artikel utama: Tatakrama bahasa Sunda

Bahasa Sunda, terutama dialek Priangan mempunyai tingkat tutur yang mencakup aturan penggunaan ragam bahasa yang didasarkan kepada tingkat keakraban antara pembicara dan lawan bicara. Dalam bahasa Sunda, tingkat tutur seperti ini dikenal sebagai undak-usuk atau sekarang lebih dikenali sebagai tatakrama basa. Berdasarkan ragam bahasanya, dapat dibedakan menjadi hormat dan loma. Sementara kosakata yang digunakan bisa dibedakan menjadi lemes pisan, lemes, lemes enteng, sedeng, panengah, dan loma.

Catatan kaki

  1. ↑ Muamar, Aam (2016-08-08). "Mempertahankan Eksistensi Bahasa Sunda" [Maintaining the existence of Sundanese Language]. Pikiran Rakyat. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-06-22. Diakses tanggal 2018-09-27.
  2. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2021). "Sundanese-Badui". Glottolog 4.5. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-09-14. Diakses tanggal 2022-03-07. {{cite web}}: Parameter tidak dikenal |date-access= diabaikan
  3. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  5. ↑ "Bahasa Sunda". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  6. ↑ Misalkan Wurm dan Shirô Hattori dalam Language Atlas of Asia-Pacific (1983).
  7. ↑ Müller-Gotama, Franz (2001). Sundanese. Languages of the World. Materials. Vol. 369. Munich: LINCOM Europa.
  8. ↑ Hartono, Dibyo,. Architectural conservation award Bandung = Penghargaan konservasi bangunan cagar budaya. Bandung, West Java, Indonesia. ISBN 978-979-692-541-4. OCLC 897825910.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  9. ↑ Danasasmita, M. (2001). Wacana bahasa dan sastra Sunda lama. Bandung: STSI Press.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Ensiklopedi Sunda : alam, manusia, dan budaya, termasuk budaya Cirebon dan Betawi. Rosidi, Ajip, 1938-, Pustaka Jaya (Firm) (Edisi Cet. 1). [Jakarta]: Pustaka Jaya. 2000. ISBN 979-419-259-7. OCLC 45463431.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  11. ↑ Hasanah, A.; Gustini, N.; Rohaniawati, D. (2016). Nilai-Nilai Karakter Sunda. Yogyakarta: Deepublish. ISBN 9786024532574.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ Kartini, T. (1979). Daeng Kanduruan Ardiwinata, sastrawan Sunda. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus linguistik (Edisi Ed. 4). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-979-22-3570-8. OCLC 271724799. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-07-15. Diakses tanggal 2019-12-25.
  14. 1 2 Sisi senyap politik bising. Budi Susanto, A., 1952-. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. 2007. ISBN 9789792116588. OCLC 262737609.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  15. ↑ Rosyadi (1997). Pelestarian dan usaha pengembangan aksara daerah Sunda. Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Jawa Barat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ "BUDAYA – Mengenal Aksara Arab Pegon: Simbol Perlawanan dan Pemersatu Ulama Nusantara". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-09-05. Diakses tanggal 2019-09-05.

Pranala luar

Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan