Rabu, 21 Oktober 2026
08:30 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Bahasa Sunda Pandeglang

Bahasa Sunda Pandeglang

dialek bahasa Sunda yang dituturkan di wilayah Kabupaten Pandeglang

Bagikan:
Bahasa Sunda Pandeglang
Basa Sunda Pandéglang
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮕᮔ᮪ᮓᮦᮌᮣᮀ
250px-Bahasa_Sunda_Banten_di_Pandeglang_0004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampul buku Bahasa Sunda Banten di Pandéglang yang diterbitkan pada tahun 2015.
Pengucapanbasasʊndapandɛglaŋ
Dituturkan diIndonesia
WilayahKabupaten Pandeglang
Pulau Panaitan
Pulau Peucang
Pulau Tinjil
Pulau Deli
Penutur
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
    • Sunda Pandeglang
Tampilkan klasifikasi otomatis
Posisi bahasa Sunda Pandeglang dalam harap diisi Sunting klasifikasi ini 

Catatan:

Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
Bentuk awal
Kode bahasa
ISO 639-3–
Glottologpand1268
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Sunda Pandeglang diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [1][2]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Pranala luar berkas tidak valid? (Diskusikan) Sunting pranala berkas eksternal ini
Logo YouTube
Video sampel dari media eksternal untuk bahasa Sunda Pandeglang "Ganti rugi || Carita budak Pandeglang || AKAMSI || SUNDA PANDEGLANG" di YouTube(Video lainnya)
Lokasi penuturan
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Sunda_Pandeglang&revid=29933205&groups=_4e3b0b454792ff0d9db62a3b9f7394d937403d93&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Sunda_Pandeglang&revid=29933205&groups=_4e3b0b454792ff0d9db62a3b9f7394d937403d93&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 6°18′33.1″S 106°6′16.9″E / 6.309194°S 106.104694°E / -6.309194; 106.104694 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
40px-Openstreetmap_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-Wikipedia-logo-v2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyek pemetaan bahasa
ProyekWiki Bahasa
Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 666 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
120px-Logo_ProyekWiki_Bahasa.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Sunda Pandeglang adalah salah satu dialek bahasa Sunda yang digunakan sebagai bahasa tuturan masyarakat di wilayah Banten selatan, terutama Kabupaten Pandeglang. Sebagai varian bahasa Sunda yang wilayah penuturan dan persebarannya cukup jauh dengan bentuk bahasa Sunda di wilayah Parahyangan (bahasa Sunda Priangan) yang dianggap sebagai bentuk standar bahasa Sunda, bahasa Sunda Pandeglang memiliki banyak perbedaan yang cukup jelas dengan bahasa Sunda baku, terutama dalam hal kosakata atau leksikon, termasuk beberapa partikel yang tergolong divergen dan tak lazim ditemui di tempat lain, dan perbedaan struktur atau tata bahasa yang memiliki karakteristiknya tersendiri. Bersama dengan bahasa Sunda Serang dan bahasa Sunda Tangerang, dialek ini membentuk rumpun dialek Sunda Banten.[3]

Leksikon

500px-Sample_text_in_Pandeglang_Sundanese_%28o-u_dialect%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah contoh teks yang menggunakan bahasa Sunda Pandeglang (sub-dialek Jiput, Menes, dan Labuan) dalam aksara Sunda dan Latin.

Abab

Abab adalah kosakata yang bermakna 'udara yang keluar dari mulut'. Contoh penggunaannya dalam sebuah kalimat adalah sebagai berikut.[4]

Ku hangit jasa éta abab.
'Betapa baunya itu udara yang keluar dari mulut.'

Acéng

Acéng adalah sebutan/panggilan untuk anak kecil berjenis kelamin laki-laki. Penggunannya dapat dilihat di bawah ini.[4]

Kapanan tadi acéng teu kadeuleu di sakola.
'Kan tadi acéng tak terlihat di sekolah.'

Angkup

Angkup bermakna 'kepompong'. Contoh kalimat yang menggunakan kata ini yaitu:[5]

Na tangkal sirsak mah isok ngabadeg angkup.
'Di pohon sirsak senantiasa banyak kepompong.'

Babadog

Babadog bermakna makan. Kata ini biasanya dipakai seseorang dengan nada agak kesal.[6]

Dia mah bisana ukur babadog baé.
Kau hanya bisa makan saja.

Bajang

Bajang biasanya digunakan sebagai istilah untuk menunjukkan buah yang tidak jadi matang.[6]

Ieu nangka bajang kieu nyah.
'Nangka ini tidak jadi matang begini.'

Baju rambéng

Baju rambéng adalah idiom yang merujuk pada hewan buaya. Misalnya pada tuturan di bawah ini.[6]

Ulah pangangguran ka dinya, isok aya baju rambéng.
'Jangan menuju ke situ, suka ada buaya.'

Balagajua

Sering digunakan untuk istilah perasaan gelisah.[7]

Lain malem minggu géh, balagajua amat pangrasa.
'Bukan malam minggu pun, gelisah sekali perasaanku.'

Berek

Sebuah istilah yang menunjukkan keadaan tidak segar lagi. Biasanya digunakan untuk kondisi ikan.[8]

Piraku lauk berek kieu hargana sarua jeung nu seger.
'Mana boleh ikan yang sudah tidak segar ini harganya sama dengan ikan yang masih segar.'

Beugeu

Istilah umpatan yang sepadan dengan kata 'tolol'.[9]

Beugeu ieuh si éta mah, matak aya nu manték géh.
'Karena ia memang tolol, sehingga wajar ada yang melemparinya pun.'

Bubulak

Bubulak adalah istilah geografis yang bermakna 'bukit'.[10]

Ari nu itu bubulak naon aranna?
'Kalau yang itu bukit apa namanya?'

Caheum

Caheum bermakna 'mulut'.[11]

Gelong permén ieu pang caheumna teu bau jasa.
'Telan permen ini agar mulutnya tidak terlalu bau.'

Cokrom

Istilah untuk terung atau Solanum melongena.[12]

Mani ngeunah ieu nyoél sambel jeung cokromna.
'Demikian nikmatnya memakan sambal bersama terung.'

Colobong

Colobong sepadan dengan toples.[13]

Kuéh diwadahan kana colobong pang teu ku méong.
'Kue dimasukkan ke dalam toples agar terbebas dari kucing.'

Damar kéjo

Damar kejo adalah ungkapan yang merujuk pada organ mata. Biasanya digunakan ketika seseorang sedang mengumpat, seperti pada contoh kalimat di bawah ini.[14]

Deuleuna maké damar kéjo jing.
'Lihatnya pakai mata dong.'

Doncla

Doncla bermakna 'lompat'.[15]

Manjangan mah ngadonclana ruhul jasa.
'Rusa mempunyai loncatan yang tinggi sekali.'

Éné

Éne adalah istilah sapaan untuk anak kecil berjenis kelamin perempuan.[16]

Ari éné boga kahayang?
'Apakah kamu (anak perempuan) punya keinginan?'

Gadur

Gadur artinya berbohong.[17]

Si éta mah tukang gadur.
'Dia pembohong.'

Gobéd

Gobéd adalah alat pertanian berupa senjata yang mirip kujang (sejenis sabit besar).[18]

Ulah poho marawa golok, gobéd, jeung caluk.
'Jangan lupa untuk pada membawa golok, gobéd, dan caluk.'

Gorobog

Gorobog adalah lemari tempat menyimpan makanan.[19]

Éta deungeun sangu teundeun na gorobog, bisi ku méong.
'Itu lauk simpanlah di dalam lemari, agar terhindar dari terkaman kucing.'

Harangah

Harangah bermakna 'kaget'.[20]

Kabéh harangah, ngadéngé katerangan saksi.
'Semua terkejut, mendengar keterangan saksi.'

Hujan ngajuru maung

Ini adalah frasa yang digunakan untuk menyebut suatu keadaan hujan dengan matahari yang terlihat bersinar (hujan panas).[21] Dalam bahasa Sunda baku, istilah ini dikenal sebagai hujan poyan.

Kumaha nya ja hujan ngajuru maung kieu.
'Bagaimana ya, karena hujan panas begini.'

Iheung

Iheung adalah ungkapan ketidaktahuan, sepadan dengan 'entahlah' atau 'tidak tahu'.[22]

Nu ditanya ngan ngajawab iheung, ja henteu nyahoeun meureun.
'Yang ditanya hanya menjawab "entah", mungkin karena ia memang tidak tahu.'

Jagisuk

Jagisuk artinya besok.[23]

Ulah kuwari lah, jagisuk baé.
'Jangan sekarang, besok saja.'

Jojorong

Jojorong adalah makanan khas Pandeglang, yang berupa kue berbahan dasar tepung beras dan santan kelapa yang bagian dalamnnya diisi gula kawung.[24]

Dina ngariung kudu baé jojorong mah aya.
'Dalam berkumpul setidaknya ada kue jojorong.'

Jubur

Jubur artinya pantat.[25]

Tempat diukna leutik amat, jubur aing teu kawadahan doangna.
'Tempat duduknya kecil sekali, pantatku tak muat tampaknya.'

Ka

Ka adalah istilah sapaan untuk lelaki yang lebih tua.[26]

Dia mah kolotan ti kula ka, kudu leuwih dewasa jing mikirna.
'Engkau lebih tua dari saya, bang, harus lebih dewasa dalam berpikir.'

Karag

Karag artinya jembatan.[27]

Jagisuk urang babarengan nyieun karag di walungan nu itu nyah.
'Besok kita bersama-sama membangun jembatan di sungai yang itu, ya.'

Kencring

Kencring adalah uang koin/recehan.[28]

Mahi kana naeun kencring kieu mah.
'Cukup untuk apa uang koin begini.'

Koja

Koja adalah tas tradisional yang terbuat dari anyaman kulit bambu.[29]

Ka mamana géh tilok leupas tina koja urang Kanékés mah.
'Suku Badui ke mana pun tidak pernah lepas dari koja.'

Kokono

Kokono artinya berbicara.[30]

Kokono géh, pang jelas kahayangna.
'Berbicaralah, agar jelas keinginanmu.'

Kulup

Kulup merupakan panggilan kepada anak kecil laki-laki.[31]

Ari manéhna mah kulup kénéh, gedé géh awakna.
'Ia aslinya masih kecil, yang besar badannya saja.'

La

La adalah partikel penegas yang serupa dengan lah dalam bahasa Indonesia.[32]

Kitu la ceuk kula géh, ulah tuturiti.
'Begitulah ujarku pun, jangan ikut-ikutan.'

Lénjéh mata

Lénjéh mata adalah frasa yang berfungsi sebagai ungkapan yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu yang menyenangkan. Contoh penggunaannya dalam kalimat dijabarkan di bawah ini.[33]

Jadi jelema sok lénjéh mata kitu.
'Jadi orang senantiasa menyenangi segala sesuatu seperti itu.'

Maray

Maray adalah kata kerja yang artinya membayar.[34]

Geus maray iuran kami mah.
'Aku sudah membayar iuran.'

Mojos

Mojos bisa diartikan sebagai tidur.[35]

Mojos baé dia, iraha gawéna?
'Kau tidur terus, kapan kau bekerja?'

Mumulan

Mumulan artinya pemalas.[36]

Nu bungsu mah mumulan, teu doang nu cikal jalingheur.
'Yang bungsu pemalas, tak seperti si sulung yang tangkas.'

Naeun

Naeun artinya apa.[37]

Aya naeun?
'Ada apa?'

Ngajorélak

Ngajorélak artinya melintas.[38]

Barang keur cacahan di ambén, ngajorélak hareupeun maranéhanna.
'Tatkala sedang mengobrol di teras, melintaslah di hadapan mereka.'

Ngantik

Ngantik artinya perlu.[39]

Teu ngantik maké jamang anyar shalat ied éta, nu penting beresih.
'Tak perlu memakai baju baru salat ied tersebut, yang terpenting bersih.'

Ngéli

Ngéli artinya mengungsi.[40]

Éta mah keur jaman ngéli, mani sangsara Abah mah.
'Kalau itu ketika zaman mengungsi, begitu sengsaranya ayah.'

Nyohnyoh

Nyohnyoh artinya menyerocos.[41]

Nu diskusi meuni nyohyoh, doang enya bakal malilatkeun nagara.
'Yang sedang berdiskusi begitu menyerocos, seakan-akan bakal memajukan negara.'

Orok

Orok bisa diartikan sebagai penyebutan terhadap orang lain, hampir serupa dengan 'tokoh', 'masyarakat', 'orang', 'putra', dll. yang kemudian diikuti nama daerah tertentu.[42]

Orok Menés mah bareuki jasa kana balok.
'Orang Menes banyak yang menyukai balok (sejenis kue).'

Oyok

Oyok artinya mendahului.[43]

Éta mobil beus, dioyok baé ku kami.
'Mobil bus tersebut, kudahului saja.'

Pagon

Pagon artinya padahal.[44]

Awak mani lalungsé, pagon gawéeun ngabadeg kénéh.
'Badan terasa sangat lelah, padahal kerjaan masih banyak'

Parabah

Parabah artinya perkakas.[45]

Di dapur parabah masak mah diteundeunna.
'Peralatan memasak disimpan di dapur.'

Patalayah

Patalayah artinya berserakan.[46]

Dasar ari kamar parajaka, meuni patalayah kieu.
'Dasar kamar perjaka, sungguh berserakan begini.'

Punclak

Punclak artinya puncak.[47]

Aing mah geus tepi ka punclak Gunung Karang.
'Aku telah sampai di puncak Gunung Karang.'

Rebig

Rebig artinya celana.[48]

Jamangna bodas, rebigna biru.
'Baju putih, celana biru.'

Rosa

Rosa adalah ungkapan untuk menyebut seseorang yang keterlaluan. Kata ini serupa dengan teungteuingeun dalam bahasa Sunda baku.[49]

Rosa amat si éta, hayang meuli sapatu doang anak bupati.
'Dia sangat keterlaluan, ingin membeli sepatu, seperti anak bupati saja.'

Sapuun

Sapuun adalah satuan ukur yang menunjukkan jumlah sebanyak 40 orang.[50]

Nu séba lobana sapuun, ja geus datang ti isuk kénéh.
'Pengunjung berjumlah 40 orang, mereka sudah datang sejak pagi.'

Silulup

Silulup artinya menyelam.[51]

Mun guyang bulan puasa ulah loba silulup, bisi kainum caina, laju baé batal puasana.
'Kalau mandi sambil berendam pada saat bulan puasa jangan terlalu banyak menyelam, khawatir airnya terminum, bisa-bisa batal puasa.'

Siwuwung

Siwuwung artinya keramas.[52]

Ulah poho siwuwung nya céng mandina, kapanan tadi kekebulan.
'Jangan lupa keramas, ya, Nak, ketika mandi, tadi 'kan sudah bermain debu.'

Tabé

Tabé artinya maaf.[53]

Pun sapun ka nu boga lembur, tabé ka nu boga balé.
'Mohon ampun kepada pemilik kampung, meminta maaf kepada pemilik balai.'

Teudeuk

Teudeuk artinya tidak.[54]

Kami mah teudeuk pipilueun kana urusan nu kitu mah.
'Saya tidak terlibat dalam urusan tersebut.'

Torog

Torog artinya uang kembalian.[55]

Mun geus meuli, ulah poho nu torogna cokot nya Céng.
'Jika sudah beli, jangan lupa uang kembaliannya ambil, ya, Nak.'

Usim

Usim artinya musim.[56]

Di diyeu mah usim kadu jeung tundun.
'Di sini sedang musim durian dan rambutan.'

Lihat pula

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  3. ↑ Hammarström, Forkel & Haspelmath (2023).
  4. 1 2 Sujana (2015), hlm. 30.
  5. ↑ Sujana (2015), hlm. 31.
  6. 1 2 3 Sujana (2015), hlm. 34.
  7. ↑ Sujana (2015), hlm. 35.
  8. ↑ Sujana (2015), hlm. 36.
  9. ↑ Sujana (2015), hlm. 37.
  10. ↑ Sujana (2015), hlm. 38.
  11. ↑ Sujana (2015), hlm. 40.
  12. ↑ Sujana (2015), hlm. 41.
  13. ↑ Sujana (2015), hlm. 42.
  14. ↑ Sujana (2015), hlm. 44.
  15. ↑ Sujana (2015), hlm. 45.
  16. ↑ Sujana (2015), hlm. 48.
  17. ↑ Sujana (2015), hlm. 50.
  18. ↑ Sujana (2015), hlm. 51.
  19. ↑ Sujana (2015), hlm. 52.
  20. ↑ Sujana (2015), hlm. 54.
  21. ↑ Sujana (2015), hlm. 55.
  22. ↑ Sujana (2015), hlm. 58.
  23. ↑ Sujana (2015), hlm. 60.
  24. ↑ Sujana (2015), hlm. 61.
  25. ↑ Sujana (2015), hlm. 62.
  26. ↑ Sujana (2015), hlm. 64.
  27. ↑ Sujana (2015), hlm. 65.
  28. ↑ Sujana (2015), hlm. 66.
  29. ↑ Sujana (2015), hlm. 67.
  30. ↑ Sujana (2015), hlm. 68.
  31. ↑ Sujana (2015), hlm. 69.
  32. ↑ Sujana (2015), hlm. 72.
  33. ↑ Sujana (2015), hlm. 73.
  34. ↑ Sujana (2015), hlm. 76.
  35. ↑ Sujana (2015), hlm. 77.
  36. ↑ Sujana (2015), hlm. 78.
  37. ↑ Sujana (2015), hlm. 80.
  38. ↑ Sujana (2015), hlm. 81.
  39. ↑ Sujana (2015), hlm. 82.
  40. ↑ Sujana (2015), hlm. 83.
  41. ↑ Sujana (2015), hlm. 84.
  42. ↑ Sujana (2015), hlm. 86.
  43. ↑ Sujana (2015), hlm. 87.
  44. ↑ Sujana (2015), hlm. 90.
  45. ↑ Sujana (2015), hlm. 91.
  46. ↑ Sujana (2015), hlm. 92.
  47. ↑ Sujana (2015), hlm. 93.
  48. ↑ Sujana (2015), hlm. 96.
  49. ↑ Sujana (2015), hlm. 97.
  50. ↑ Sujana (2015), hlm. 100.
  51. ↑ Sujana (2015), hlm. 101.
  52. ↑ Sujana (2015), hlm. 102.
  53. ↑ Sujana (2015), hlm. 104.
  54. ↑ Sujana (2015), hlm. 105.
  55. ↑ Sujana (2015), hlm. 106.
  56. ↑ Sujana (2015), hlm. 108.

Daftar pustaka

Bacaan lanjutan

  • Sofyan, O. (1984). Struktur Bahasa Sunda Dialek Pandeglang. Jakarta: Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan