Jumat, 23 Oktober 2026
00:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Bahasa Sunda Bogor

Bahasa Sunda Bogor

variasi geografis bahasa Sunda yang dituturkan di wilayah Bogor

Bagikan:
Bahasa Sunda Bogor
Basa Sunda Bogor
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮘᮧᮌᮧᮁ
250px-Struktur_Bahasa_Sunda_Dialek_Bogor_%281985%29_0000.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampul buku Struktur Bahasa Sunda Dialek Bogor, terbitan 1985.
Pengucapanbasasʊndabɔgɔr
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
Penutur
± 7.1 juta (2020)[5]
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
    • Sunda Bogor
Tampilkan klasifikasi otomatis
Posisi bahasa Sunda Bogor dalam dialek-dialek bahasa Sunda Sunting klasifikasi ini

Catatan:

Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
Bentuk awal
Alfabet bahasa Sunda, Aksara Sunda Baku
Status resmi
Diatur olehBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa[6][7]
Kode bahasa
ISO 639-3–
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
sun-bog
Glottologbogo1241
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Sunda Bogor diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [8][9]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Pranala luar berkas tidak valid? (Diskusikan) Sunting pranala berkas eksternal ini
thumbnail video
Video sampel dari media eksternal untuk bahasa Sunda Bogor "Bahasa Sunda Bandung dan Bogor (Basa Wewengkon) Belajar Bahasa Sunda Episode 11" di YouTube(Video lainnya)
Lokasi penuturan
500px-Bogor-Sundanese-Map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Area di mana bahasa Sunda Bogor adalah mayoritas
Area di mana bahasa Sunda Bogor adalah minoritas
osm-intl,10,-6.599,106.792,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Sunda_Bogor&revid=29796549&groups=_acf5d6ddfa11cc66cc6eafbce32456f5867d33c9&parser=parsoidTampilkan titik koordinat saja
osm-intl,8,a,a,300x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Sunda_Bogor&revid=29796549&groups=_1866bde46eb5f9ad769d21e21811f6be1dfc3230&parser=parsoid
Tampilkan perkiraan seluruh penuturan
Perkiraan penuturan bahasa Sunda Bogor di Jawa Barat, utamanya di Kabupaten Bogor (ditunjukkan oleh markah titik). Penuturan dialek bahasa Sunda lain di wilayah yang sama ditandai dengan garis berbeda warna (disederhanakan).
Unduh garis tepi peta ini
—
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
40px-Sunda_Sa.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini mengandung karakter aksara Sunda. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
40px-Openstreetmap_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-Wikipedia-logo-v2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyek pemetaan bahasa
ProyekWiki Bahasa
Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 666 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
120px-Logo_ProyekWiki_Bahasa.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Sunda Bogor (BSDB)[10][11] adalah sebuah dialek dari bahasa Sunda yang dituturkan di sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Dialek ini memiliki beberapa perbedaan dengan bahasa Sunda standar/dialek Priangan dan lebih berhubungan dekat dengan bahasa Sunda Banten,[12][13] tetapi penutur dialek ini masih mengenal tatakrama basa (sistem tuturan honorifik pada bahasa Sunda) seperti yang digunakan pada dialek Priangan, khususnya di wilayah selatan, tenggara, dan timur penggunaan dialek ini.

Ciri-ciri khusus bahasa Sunda yang digunakan di wilayah kabupaten Bogor diduga dapat terjadi dalam berbagai tataran kebahasaan; misalnya, dalam bidang fonologi, morfologi, leksis, sintaksis, semantik, dan beberapa ciri prosodi seperti pitch, stress, dinamik, tempo, jeda, intonasi, dan kontur. Keseluruhannya dipergunakan dalam pengucapan bahasa Sunda sehari-hari.[14]

Kedudukan dan peranan

Oleh para pemakainnya, bahasa Sunda Bogor dianggap memiliki peranan yang sangat penting, sejalan dengan situasi dan kepentingan pemakaian bahasa, hal ini sesuai dengan kedudukannya sebagai bahasa daerah dengan fungsi bahasa Indonesia. Di mana bahasa Indonesia juga memiliki peranan penting di samping penggunaan bahasa Sunda dialek Bogor bagi para penuturnya.[15]

Kedudukan bahasa Sunda Bogor cukup kuat, sesuai dengan fungsinya sebagai alat komunikasi intra daerah dan budaya. Bahkan menurut informasi dari para pejabat setempat, bahasa Sunda Bogor sering sangat membantu penyampaian informasi dari atas ke bawah, serta dari pejabat dan aparat kepada rakyat. Dilihat dari segi penggunaannya yang seperti itu, di samping sebagai bahasa daerah, bahasa Sunda Bogor mempunyai kedudukan dampingan bagi bahasa Indonesia, termasuk dalam menjalankan administrasi pemerintahan yang sifatnya lisan.[15]

Tradisi sastra

Seperti halnya di beberapa daerah lainnya. Telah lama dikenal di Jawa Barat sastra daerah yang diungkapkan dalam bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Sunda. Sastra yang diungkapkan dalam bahasa Sunda ini dikenal dengan sebutan sastra Sunda. Pada masa-masa yang lebih awal sastra Sunda lisan lebih dahulu berkembang di masyarakat Sunda, termasuk di daerah kabupaten Bogor dan kota Bogor. Pada masa-masa itu puisi yang berupa mantra dan sindir 'pantun'. Demikian juga bentuk prosa seperti dongeng dan carita pantun sudah menjadi khazanah tradisi masyarakat Sunda. Setelah masyarakat mengenal tulisan, baik tulisan atau aksara Sunda, Arab, maupun Latin. Sastra tulis mulai pula dikenal dan digemari masyarakat. Tradisi sastra tulis Sunda berlaku dan tetap digemari masyarakat hingga kini.[15]

Distribusi dan kekhasan

250px-Peta_Bahasa_di_Bogor_Raya_%28Kabupaten_%26_Kota%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta bahasa dan dialek di wilayah Bogor Raya.

Secara geografis, wilayah pemakaian bahasa Sunda dialek Bogor meliputi hampir seluruh wilayah Kabupaten Bogor terutama di wilayah tengah, timur, selatan, dan seluruh kecamatan di Kota Bogor,[16] kecuali beberapa kecamatan seperti Sukamakmur, Tanjungsari, Cariu, Cisarua, Megamendung, Caringin, Cigombong, dan Ciawi yang menggunakan dialek Priangan, kemudian Gunungsindur, Rumpin bagian utara, dan wilayah eks-Kewedanaan Jasinga (Jasinga, Parungpanjang, Tenjo, Cigudeg, dan Sukajaya) yang menggunakan dialek Banten, serta sebagian Cibinong, Bojonggede, Tajurhalang, Parung, sebagian Kemang, dan sebagian Gunung Putri yang menggunakan bahasa Melayu Betawi.[17] Selain itu, bahasa Sunda Bogor juga digunakan di tiga kelurahan paling timur Kota Depok, yaitu di kelurahan Cilangkap, Cimpaeun, dan Leuwinanggung.[3] Dialek Bogor memiliki beberapa leksikon-leksikon atau unsur-unsur leksikal yang khas dipergunakan di wilayah kabupaten Bogor, di antaranya yaitu:[18][19]

  • "sangeuk" berarti "malas" (bahasa Sunda standar: horéam);
  • "nyaneut" berarti "mengudap" (bahasa Sunda standar: ngopi);[a]
  • "joré" berarti "jelek" (bahasa Sunda standar: goréng);
  • "tundun" berarti "rambutan" (bahasa Sunda standar: rambutan);[20]
  • "doang" berarti "saja" (bahasa Sunda standar: hungkul); misal dalam kalimat "ngan boga hiji doang" yang berarti "hanya punya satu saja";
  • "nyaah" berarti "sayang" (bahasa Sunda standar: lebar) dalam konteks menyesali; misalnya "nyaah, ari duit jang dipaké ulin doang mah" yang berarti "sayang, jika uang hanya dipakai untuk bermain saja." Dalam bahasa Sunda standar, kata "nyaah" hanya diperuntukkan untuk manusia atau makhluk hidup lainnya, tetapi dalam dialek Bogor, bisa digunakan untuk semua benda termasuk benda mati.
  • "kékéncéng" berarti "wajan" (bahasa Sunda standar: katél[b]);
  • "cucurak" berarti "makan bersama" (bahasa Sunda standar: botram); merupakan sebuah tradisi pada masyarakat Sunda pada zaman dahulu, di mana setelah mereka pulang berladang mereka akan melakukan makan bersama dengan rekan-rekan mereka dengan beralaskan daun pisang;
  • "enéng" berfungsi sebagai sapaan terhadap anak kecil tanpa memandang kelamin (bisa digunakan terhadap laki-laki dan perempuan), dalam bahasa Sunda baku dibedakan menjadi dua yaitu: anak perempuan=enéng, anak laki-laki=ujang;
  • "tilok" berarti "jarang" (bahasa Sunda standar: tara);
  • "sampé"/"nyampé" berarti "sampai" (bahasa Sunda standar: tepi/nepi);
  • "amat" berarti "sangat" (bahasa Sunda standar: pisan); misalnya dalam kalimat "loba amat ieu téh, cokot baé mun daék mah" berarti "ini sangat banyak, ambil saja kalau mau";
  • "ilok" berarti "masa" (bahasa Sunda standar: piraku/maenya) dalam bentuk adverbia; misalnya "ah, ilok bisa kitu?" berarti "ah, masa bisa seperti itu?;
  • "sipeunteu" berarti "mencuci muka" (bahasa Sunda standar: tamas) dalam tingkatan bahasa halus (bahasa Sunda: basa hormat/basa lemes), dalam konteks bahasa formal/biasa, kedua dialek sama-sama menggunakan kata "sibeungeut";
  • "nyaré" (berasal dari kata "saré" yang bermakna "tidur") berarti "menginap" (bahasa Sunda standar: ngéndong);
  • "parangsa" berarti "kukira" (bahasa Sunda standar: panyana); contoh kalimatnya: "parangsa téh saha, ari pék téh manéh" yang berarti "kukira siapa, ternyata kamu";
  • "danas" berarti "nanas" (bahasa Sunda standar: ganas);[21]
  • "deuleu" berarti "lihat" (bahasa Sunda standar: ningali); misalnya "ilok baé sia teu ngadeuleu?" yang berarti "masa iya kamu tidak melihatnya?";
  • "aseupan" berarti "kukusan" (bahasa Sunda standar: haseupan);
  • "hi'id" berarti "kipas bambu" (bahasa Sunda standar: hihid);
  • "purukuyan" berarti "pedupaan" (bahasa Sunda standar: parupuyan);
  • "silaru" berarti "laron" (bahasa Sunda standar: siraru);
  • "tumbiri" berarti "pelangi" (bahasa Sunda standar: katumbiri);
  • "teprok" berarti "bertepuk tangan" (bahasa Sunda standar: keprok);
  • "cérécét" berarti "saputangan" (bahasa Sunda standar: carécét);
  • "réhé" berarti "sepi" (bahasa Sunda standar: tiiseun/sepi);
  • "endék/endeuk" berarti "akan" (bahasa Sunda standar: arék);
  • "haju" berarti "lalu"/"terus" (bahasa Sunda standar: laju);
  • "kos" berarti "seperti" (bahasa Sunda standar: kawas); misalnya "éta sapatu téh kos nu aing boga" yang berarti "itu sepatu seperti kepunyaanku";
  • "gamas" berarti "labu siam" (bahasa Sunda standar: "lejet/waluh sieum").

Bahasa Sunda yang digunakan di bagian utara Kabupaten Bogor, terutama yang dituturkan di perbatasan dengan Bekasi dan Depok sangat dipengaruhi oleh bahasa Melayu Betawi. Hal ini dapat dilihat dari kosakata serapan yang digunakan, serta aksennya yang terdengar lebih keras dan cepat.[22]

Fonologi

Sistem fonologi dan morfologi bahasa Sunda Bogor tidak begitu berbeda dengan sistem fonologi dan morfologi bahasa Sunda lulugu.[23]

Vokal

Bahasa Sunda Bogor memiliki 6 fonem vokal dalam kotak fonem bahasanya, yakni sebagai berikut:[24]

Depan Madya Belakang
Tertutup i o ɤ
Tengah ə
½ Terbuka ɔ
Terbuka a

Konsonan

Berikut merupakan tabel konsonan bahasa Sunda Bogor.[24]

Cara Ucapan Dasar Ucapan
Dwibibir Rongga-
gigi
Langit-
Langit
Langbel. Celah-
suara
Letup nirsuara p t c k ʔ
bersuara b d ɟ ɡ
Geser nirsuara s h
bersuara
Sengau m n ɲ ŋ
Sisian l
Getar r
Luncuran w j

Macam dan distribusi

Macam fonem bahasa Sunda di daerah kabupaten Bogor terlihat pada bagan di bawah ini.

Distribusinya adalah sebagai berikut:
/p/: Konsonan letus, tak bersuara, bibir[25]
Misalnya:
[pɛdɛt] 'burung ketilang'
[ʔɔmpɔd] 'penakut'
[gəlap] 'guntur'
/b/: Konsonan letus, bersuara, bibir[25]
Misalnya:
[bəgɔg] 'kera'
[surubahaʔ] 'serabi'
[kəkəb] 'tempat nasi bertutup'
/m/: Konsonan sengau, bibir[25]
Misalnya:
[mɘrɘñiʔ] 'makan sedikit-sedikit'
[ləmpəh] 'bubur tepung'
[gətəm] 'masam budi'
/w/: Konsonan luncuran, bibir[25]
Misalnya:
[wadaŋ] 'nasi kemarin'
[cincaw] 'cincau'
/t/: Konsonan letus, tak bersuara, ujung lidah[26]
Misalnya:
[tapay] 'tapai'
[kɔtek] 'congek'
[salimut] '(penganan)'
/d/: Konsonan bersuara, ujung lidah, letus[26]
Misalnya:
[dəlitan] 'mudah tersinggung'
[pandariŋan] 'tempat menyimpan beras'
[kalɛkɛd] 'lamban'
/s/: Konsonan tak bersuara, ujung lidah, letus[26]
Misalnya:
[səkutəŋ] 'sekoteng'
[?asɤm] 'asam'
[nanas] 'nanas'
/l/: Konsonan ujung lidah, sampingan[26]
Misalnya:
[lɛtəran] 'literan beras'
[pəlandiŋan] 'petai cina'
[bɔbɔl] 'bobol'
/rc/: Konsonan ujung lidah, getar[26]
Misalnya:
[rampadan] 'baki kuningan'
[marbɔt] 'penabuh beduk'
[lɤkɤr] 'tempat dandang'
/c/: Konsonan tak bersuara, daun lidah, letus[26]
Misalnya:
[cɛdɛt] 'burung ketilang'
[kicik] 'anak anjing'
/j/: Konsonan bersuara, daun lidah, letus[26]
Misalnya:
[jəjəŋklɔk] 'bangku kecil'
[panəjəg] 'pesuruh desa'
/n/: Konsonan daun lidah, sengau[27]
Misalnya:
[ñɛndɛr] 'menyandar'
[ʔɔnɔŋ-ʔɔnɔŋ] 'sejenis ikan'
/y/: Konsonan daun lidah, luncuran[27]
Misalnya:
[yɤh] 'ini'
[parukuyan] 'pedupaan'
[ʔɔcɔy] 'congek'
/k/: Konsonan tak bersuara, punggung lidah, letus[27]
Misalnya:
[kapintik] 'terpukul'
[tambakaŋ] 'sejenis ikan'
[kɔdɔk] 'katak'
/g/: Konsonan bersuara, punggung lidah, letus[27]
Misalnya:
[garahaʔ] 'gerhana'
[ŋagarɔkan] 'membuat garis petak sawah'
[ʔɛntɔg] 'itik manila'
/n/: konsonan punggung lidah, sengau[27]
Misalnya:
[ŋɔkɔp] 'minum dari bumbung bambu'
[nɔŋtrɔŋ] 'memukul kentongan dipercepat'
[wadaŋ] 'nasi sisa kemarin'
/h/: konsonan tak bersuara, anak tekak, geseran[27]
Misalnya:
[hajatan] 'selamatan'
[surubahaʔ] 'serabi'
[tɛtɛkɛh] 'tangga rumah'
/i/: vokal depan, agak tinggi, tak bundar[27]
Misalnya:
[ʔimpun] 'sejenis ikan
[jaliŋɤr] 'cepat kaki ringan tangan'
[kɔndaliʔ] 'tali kekang kerbau'
/ɛ/: vokal depan, agak rendah, tak bundar[28]
Misalnya:
[tɛtɛh] 'panggilan untuk wanita yang lebih tua'
[ŋɔsɛksrak] 'serba ingin tahu'
[lampɛyɛʔ] '(penganan)'
/a/: vokal tengah, rendah, tak bundar[28]
Misalnya:
[ʔamat] 'sangat'
[lɛŋotan] 'pelupa'
[gɤgɤra] 'cepat-cepat'
/ə/: vokal tengah, sedang, tak bundar[28]
Misalnya:
[ʔəndɤk] 'akan'
[cəcələmɛk] 'serba ingin tahu'
/ɤ/: vokal belakang, tinggi, bundar[28]
Misalnya:
[ʔɤʔɤrihɤn] 'tersedu-sedu'
[naɤn] 'apa'
[cɤcɤʔ] 'sebutan untuk wanita yang lebih tua'
/ɔ/: vokal belakang, agak rendah, bundar[28]
Misalnya:
[ʔɔsɔm] 'perangkap ikan'
[bɔbɔdɔr] 'badut'
[gɔlɔjɔʔ] 'algojo'
/u/: vokal belakang, tinggi, bundar[28]
Misalnya:
[ʔurakʔarik] 'sayur campur sisa kemarin'
[limuŋ] 'belut besar'
[lukuʔ] 'bajak'

Catatan

  • Konsonan letus pada posisi akhir tidak dilepas.[28]
  • Konsonan /c/, /j/, sengau /ñ/, serta vokal tidak terdapat pada posisi akhir.[28]
  • Konsonan /k/ pada posisi akhir diucapkan jelas, tidak dilepas dan tidak berupa hamzah (glotal).[29]
  • Bunyi hamzah /ʔ/ pada awal kata yang dimulai dengan vokal, pada tengah kata di antara dua vokal yang sejenis dan pada akhir kata dengan suku terbuka tidak bersifat fonemis.[29]

Gugus konsonan

Gugus konsonan yang terdapat dalam bahasa Sunda Bogor ialah:[29]

py [ʔampyak] 'bangunan tambahan rumah'
pl [gaplak] '(sejenis) penganan'
dr [bɛndrɔŋ] '(sejenis) minuman'
tr [bacɛtrɔk] 'gado-gado'
bl [bɛlɛkɛtɛblɛʔ] 'sayur campur sisa kemarin'
sr [ŋɔsɛksrak] 'serba ingin tahu'
br [jabrug] '(sejenis) alat penangkap ikan'
kr [buŋkrɤn] 'anak ikan'
kl [jəjəŋklɔk] 'bangku kecil'
gr [grahaʔ] 'gerhana'

Lihat pula

Referensi

Keterangan

  1. ↑ dalam dialek Bogor, kata ngopi lebih dikenal sebagai aktivitas meminum kopi, seperti pada bahasa gaul
  2. ↑ serapan dari bahasa Belanda

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 6 Saptarini, Tri; Irawan, Yusup; Rizqi, Muhammad; Suminar, Cucu (4 Februari 2017). "Penelitian Wilayah Tutur Bahasa Daerah di Kota Bekasi". dapobas.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 28 Agustus 2025 – via Data Pokok Kebahasaan dan Kesastraan.
  2. ↑ "Bahasa Sunda di Kota Depok, Belum Prioritas Tapi Tetap Menggeliat". www.radardepok.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-01. Diakses tanggal 1 Januari 2023.
  3. 1 2 Munawarah, Sri (2023). "Menyelisik Identitas Baru Masyarakat Depok, Jawa Barat: Kajian Berperspektif Sosiodialektologi". Jurnal Penelitian dan Pengembangan Humaniora: Epigram. 20 (2). Depok, Indonesia: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. doi:10.32722/epi.v20i2.6334. ISSN 1693-1653.
  4. 1 2 "Disdik Depok Gelar Lomba Kependidikan Pembinaan Minat Bakat dan Kreativitas Tingkat Pelajar". depokrayanews.com. 4 Mei 2023. Diakses tanggal 18 Agustus 2023.
  5. ↑ Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat (2020).
  6. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. v–vi.
  7. ↑ Sutawijaya, Samsuri & Jupena Wahyu (1985), hlm. vii.
  8. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  10. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. 18.
  11. ↑ Hammarström, Forkel & Haspelmath (2019).
  12. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. 14.
  13. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. 271.
  14. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. 13–14.
  15. 1 2 3 Sutawijaya, Samsuri & Jupena Wahyu (1985), hlm. 8.
  16. ↑ Sutawijaya, Samsuri & Jupena Wahyu (1985), hlm. 6.
  17. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. 13.
  18. ↑ Wahya (2012), hlm. 3–4.
  19. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. 254.
  20. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. 266.
  21. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. 256.
  22. ↑ Kamil, Tito S. (27 Juni 2024). "Dilema Orang Bogor: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda". mojok.co. Diakses tanggal 17 Oktober 2024.
  23. ↑ Suriamiharja et al. (1984), hlm. 272.
  24. 1 2 Suriamiharja et al. (1984), hlm. 248.
  25. 1 2 3 4 Suriamiharja et al. (1984), hlm. 249.
  26. 1 2 3 4 5 6 7 Suriamiharja et al. (1984), hlm. 250.
  27. 1 2 3 4 5 6 7 Suriamiharja et al. (1984), hlm. 251.
  28. 1 2 3 4 5 6 7 8 Suriamiharja et al. (1984), hlm. 252.
  29. 1 2 3 Suriamiharja et al. (1984), hlm. 253.

Daftar pustaka

Pranala luar

Bahasa Sunda Bogor

Bahasa Sunda Umum

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan