Senin, 19 Oktober 2026
10:32 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis

Bahasa tertutur

Bagikan:

Bahasa tertutur atau bahasa tuturan adalah bentuk komunikasi yang dihasilkan melalui artikulasi suara atau, dalam beberapa kasus, melalui gerak isyarat tubuh, yang mana berlawanan dengan bahasa tertulis. Bahasa lisan atau bahasa suara adalah bahasa tertutur yang dihasilkan menggunakan saluran suara, sedangkan bahasa isyarat dihasilkan dengan tubuh dan tangan.

Pengertian

Istilah "bahasa tertutur" kadang digunakan untuk hanya bermakna bahasa lisan, terutama oleh para ahli bahasa, sehingga tidak termasuk bahasa isyarat, yang membuat istilah 'bahasa suara', 'lisan', dan 'tertutur' berpadanan. Namun yang lain juga mengacu bahasa isyarat sebagai 'tuturan', apalagi untuk membedakan dengan transkripsi tertulis yang berupa tanda.[1][2][3]

Hubungan antara bahasa tertutur dan tertulis

Hubungan antara bahasa tertutur dan tertulis itu rumit. Dalam bidang ilmu bahasa, mufakat saat ini adalah bahwa tuturan adalah kemampuan bawaan manusia, sedangkan bahasa tertulis adalah temuan budaya.[4] Namun, beberapa ahli bahasa, apalagi yang dari aliran Prague, berpendapat bahwa bahasa tertulis dan tertutur memiliki sifat berbeda yang akan menentang ketergantungan bahasa tertulis pada bahasa tertutur untuk keberadaannya.[5]

Pemerolehan bahasa tertutur

Anak-anak memperoleh bahasa yang giat digunakan di lingkungan sekitar sebagai bahasa ibu mereka, entah itu berupa suara maupun isyarat.

Anak-anak tuli juga dapat melakukan demikian dengan bahasa isyarat jika bahasa ini digunakan di sekitar mereka. Bahasa suara juga bisa diajarkan kepada mereka sama halnya bahasa tertulis diajarkan ke anak-anak yang mampu mendengar. [6][7] Guru-guru biasanya memberi penekanan tertentu saat menggunakan atau mengajarkan suatu bahasa pada anak-anak yang bahasa ibunya berbeda. Untuk si anak, dianggap penting, secara sosial dan pendidikan, untuk mempunyai kesempatan dalam memahami lebih dari satu bahasa.[8]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ Groce, Nora Ellen (1985). Everyone Here Spoke Sign Language: Hereditary Deafness on Martha's Vineyard. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 9780674270411.
  2. ↑ Hoemann, Harry W. (1986). Introduction to American sign language. Bowling Green, Ohio: Bowling Green Press. ISBN 0961462108.
  3. ↑ Brooks, Patricia; Kempe, Vera (2012). Language Development. Chichester, West Sussex: Wiley. ISBN 9781444331462.
  4. ↑ Pinker, Steven; Bloom, Paul (Desember 1990). "Natural Language and Natural Selection". Behavioral and Brain Sciences. 13 (4): 707–727. doi:10.1017/S0140525X00081061. S2CID 6167614.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Aaron, P. G.; Joshi, R. Malatesha (September 2006). "Written Language Is as Natural as Spoken language: A Biolinguistic Perspective". Reading Psychology. 27 (4): 263–311. doi:10.1080/02702710600846803. S2CID 143184400.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Rickerson, E.M. "What's the difference between dialect and language?". The Five Minute Linguist. College of Charleston. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 19, 2010. Diakses tanggal Oktober 23, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Languages Facts". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 24, 2016. Diakses tanggal Oktober 23, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Clay, Marie M. (30 April 2015). Record of oral language: observing changes in the acquisition of language structures: a guide for teaching. Auckland, New Zealand: Global Education Systems. ISBN 978-0-325-07457-3. OCLC 989724897.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan