Minggu, 01 November 2026
05:51 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bahasa tertutur

Bagikan:

Bahasa tertutur atau bahasa tuturan adalah bentuk komunikasi yang dihasilkan melalui artikulasi suara atau, dalam beberapa kasus, melalui gerak isyarat tubuh, yang mana berlawanan dengan bahasa tertulis. Bahasa lisan atau bahasa suara adalah bahasa tertutur yang dihasilkan menggunakan saluran suara, sedangkan bahasa isyarat dihasilkan dengan tubuh dan tangan.

Pengertian

Istilah "bahasa tertutur" kadang digunakan untuk hanya bermakna bahasa lisan, terutama oleh para ahli bahasa, sehingga tidak termasuk bahasa isyarat, yang membuat istilah 'bahasa suara', 'lisan', dan 'tertutur' berpadanan. Namun yang lain juga mengacu bahasa isyarat sebagai 'tuturan', apalagi untuk membedakan dengan transkripsi tertulis yang berupa tanda.[1][2][3]

Hubungan antara bahasa tertutur dan tertulis

Hubungan antara bahasa tertutur dan tertulis itu rumit. Dalam bidang ilmu bahasa, mufakat saat ini adalah bahwa tuturan adalah kemampuan bawaan manusia, sedangkan bahasa tertulis adalah temuan budaya.[4] Namun, beberapa ahli bahasa, apalagi yang dari aliran Prague, berpendapat bahwa bahasa tertulis dan tertutur memiliki sifat berbeda yang akan menentang ketergantungan bahasa tertulis pada bahasa tertutur untuk keberadaannya.[5]

Pemerolehan bahasa tertutur

Anak-anak memperoleh bahasa yang giat digunakan di lingkungan sekitar sebagai bahasa ibu mereka, entah itu berupa suara maupun isyarat.

Anak-anak tuli juga dapat melakukan demikian dengan bahasa isyarat jika bahasa ini digunakan di sekitar mereka. Bahasa suara juga bisa diajarkan kepada mereka sama halnya bahasa tertulis diajarkan ke anak-anak yang mampu mendengar. [6][7] Guru-guru biasanya memberi penekanan tertentu saat menggunakan atau mengajarkan suatu bahasa pada anak-anak yang bahasa ibunya berbeda. Untuk si anak, dianggap penting, secara sosial dan pendidikan, untuk mempunyai kesempatan dalam memahami lebih dari satu bahasa.[8]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ Groce, Nora Ellen (1985). Everyone Here Spoke Sign Language: Hereditary Deafness on Martha's Vineyard. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 9780674270411.
  2. ↑ Hoemann, Harry W. (1986). Introduction to American sign language. Bowling Green, Ohio: Bowling Green Press. ISBN 0961462108.
  3. ↑ Brooks, Patricia; Kempe, Vera (2012). Language Development. Chichester, West Sussex: Wiley. ISBN 9781444331462.
  4. ↑ Pinker, Steven; Bloom, Paul (Desember 1990). "Natural Language and Natural Selection". Behavioral and Brain Sciences. 13 (4): 707–727. doi:10.1017/S0140525X00081061. S2CID 6167614.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Aaron, P. G.; Joshi, R. Malatesha (September 2006). "Written Language Is as Natural as Spoken language: A Biolinguistic Perspective". Reading Psychology. 27 (4): 263–311. doi:10.1080/02702710600846803. S2CID 143184400.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Rickerson, E.M. "What's the difference between dialect and language?". The Five Minute Linguist. College of Charleston. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 19, 2010. Diakses tanggal Oktober 23, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Languages Facts". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 24, 2016. Diakses tanggal Oktober 23, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Clay, Marie M. (30 April 2015). Record of oral language: observing changes in the acquisition of language structures: a guide for teaching. Auckland, New Zealand: Global Education Systems. ISBN 978-0-325-07457-3. OCLC 989724897.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan