Rabu, 14 Oktober 2026
07:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Pulau Peucang

Pulau Peucang

pulau di Kabupaten Pandeglang, Banten

Bagikan:
Untuk peucang anggota keluarga Tragulidae, berkerabat dekat dengan kijang dan rusa sekelompok hewan menyusui (mamalia) berkuku genap yang tergolong ke dalam genus Tragulus, lihat Peucang.
Peucang
330px-1975-7-8_Pulau_Peucang_-_mooi_wit_strand.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta lokasi Peucang
Koordinat
NegaraIndonesia
Gugus kepulauan-
ProvinsiBanten
KabupatenPandeglang
Luas3 ha;
Populasi-
Lua error in Modul:Mapframe at line 398: Unable to get latitude from input '<div style="clear:both;"></div>'..

Pulau Peucang (Sunda: Pulo Peucang) adalah pulau yang terdapat di Kabupaten Pandeglang, Banten atau sebelah barat Taman Nasional Ujung Kulon.

Pulau ini bersama Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum termasuk dalam wilayah kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sehingga tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Taman Ujung Kulon, juga berkunjung ke pulau berpasir putih ini.[butuh rujukan]

Pulau Peucang
Situs Warisan Dunia UNESCO
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pulau_Peucang&revid=29614780&groups=_419a045630cd66b812a703a3f33ac0720da6527a&parser=parsoid
Peta interaktif Pulau Peucang
KriteriaAlam: vii, ix
Referensi608
Pengukuhan1991 (ke-15)

Karena dalam wilayah Taman Nasional Ujung Kulon,Pulau Peucang juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, bersama dengan Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum.[butuh rujukan]

Asal nama

Nama Pulau Peucang diambil dari nama sejenis siput yang sering ditemukan di pantainya. Siput itu oleh penduduk sekitar Taman Nasional Ujungkulon disebut "mata peucang". Meskipun bernama Pulau Peucang tapi di sana tidak terdapat "kancil" yang dalam Bahasa Sunda dinamakan "peucang".[butuh rujukan]

Daya tarik

250px-Indonesie_-_Pulau_Peucang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasir putih di pantai pulau Peucang

Sebagai bagian dari kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, di pulau ini dapat dijumpai berbagai satwa seperti Rusa (Cervus timorensis), Merak Hijau (Pavo muticus), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Kijang, Babi Hutan (Sus verrucosus) dan Biawak.[butuh rujukan]

Hutan Pulau Peucang merupakan salah satu ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah. Flora di kawasan ini di antaranya merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus hasseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), dan ki hujan (Engelhardia serrata). Selain itu juga ada pohon Ficus atau ara pencekik, tumbuhan parasit yang melilit pohon lain untuk hidup. Biasanya pohon inangnya akan mati jika aranya menjadi dewasa.[butuh rujukan]

Pantai pulau ini indah dengan hamparan pasir putih dengan laut hijau muda kebiru-biruan. Warna biru lautnya ideal untuk kegiatan berenang, menyelam, memancing, atau snorkeling.[butuh rujukan]

Di seberang pulau ini terdapat sebuah air terjun kecil yaitu Curug Citerjun yang merupakan sumber air tawar utama pada musim kemarau panjang.[butuh rujukan]

Karang Copong

Objek yang cukup menarik perhatian wisatawan di pulau ini adalah Karang Copong adalah nama sebuah karang mati besar yang berlubang (copong) yang terletak di bagian utara pulau.[butuh rujukan]

Di sini menjadi tempat favorit untuk menyelam karena keindahan dasar laut dan keanekaragam ikannya. Juga menjadi tujuan bagi wisatawan yang menyukai memancing.[butuh rujukan]

Lihat pula

Pranala luar

Untuk nama situs resmi, lihat artikel masing-masing atau Daftar Situs Warisan Dunia di Indonesia.
Bali dan Nusa Tenggara
Jawa
Papua
Sumatra
Tentatif


Ikon rintisan

Artikel bertopik pulau di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan