Kamis, 22 Oktober 2026
18:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Tumbuhan parasit

Tumbuhan parasit

kelompok tumbuhan parasit

Bagikan:
250px-Cuscuta_europaea_bgiu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cuscuta, sejenis holoparasit batang

Tumbuhan parasit atau benalu adalah tumbuhan yang untuk kelangsungan hidupnya menggantungkan sebagian atau seluruh sumber energinya pada tumbuhan lain (disebut tumbuhan inang) dan mengakibatkan inangnya mengalami kekurangan energi (lihat artikel simbiosis). Dalam pengertian ini tidak termasuk persaingan antarorganisme, maupun pemangsaan yang dilakukan oleh beberapa tumbuhan insektivora.

Tumbuhan parasit yang menggantungkan sebagian sumber energi pada tumbuhan inang disebut parasit fakultatif dan tumbuhan yang sepenuhnya menggantungkan sumber energi pada tumbuhan inang disebut sebagai parasit obligat (parasit sejati). Parasit fakultatif masih memiliki organ fotosintetik yang berfungsi secara normal sebagaimana tumbuhan bukan parasit. Contoh kelompok pertama ini misalnya mistletoe. Contoh kelompok kedua (parasit sejati) adalah tali putri (Cuscuta), benalu, dan padma dan juga rafflesia arnoldi.

Beberapa tumbuhan bersifat parasit hanya dalam sebagian tahap perkembangannya. Tumbuhan semacam ini diberi istilah hemiparasit ("setengah parasit"). Contohnya adalah cendana, penghasil kayu cendana.

Inang

Tumbuhan parasit termasuk salah satu jenis tumbuhan heterotrof yang memerlukan keberadaan makhluk hidup lain untuk memenuhi kebutuhan makanannya agar dapat hidup. Kondisi ini terjadi karena bahan makanan yang diperlukan oleh tumbuhan parasit adalah bahan organik.[1] Tumbuhan parasit tidak mampu membuat makanannya sendiri. Statusnya sebagai parasit merupakan cara yang unik dari tumbuhan parasit untuk bertahan hidup dengan melakukan adaptasi.[2]

Tumbuhan parasit mengalami kebergantungan pemenuhan makanan melalui tumbuhan lain yang dijadikan inang. Inang yang paling umum bagi tumbuhan parasit adalah pohon, terna, dan herba. Tumbuhan parasit umumnya menyerang bagian ranting, cabang, dan akar. Nutrisi dari tumbuhan inang diambil oleh tumbuhan parasit melalui akar yang disebut haustorium. Melalui haustorium, tumbuhan parasit membentuk hubungan secara morfologi dan fisiologi dengan tumbuhan inangnya.[3]

Jenis

Parasit fakultatif (hemiparasit)

Tumbuhan parasit fakultatif atau hemiparasit merupakan jenis tumbuhan parasit yang mampu mengadakan fotosintesis secara fisiologis. Struktur tubuhnya memiliki hijau dan dedaunan. Namun, tumbuhan parasit fakultatif umumnya menjadikan pohon dan berbagai jenis semak sebagai inang. Jenis inangnya tidak spesifik atau terbatas pada beberapa spesies tumbuhan saja. Karena tumbuhan parasit fakultatif mampu menjadikan tumbuhan yang hidup di kawasan hutan hingga tumbuhan hortikultura sebagai inang.[4]

Dua famili tumbuhan yang termasuk kelompok tumbuhan parasit fakultatif ialah Loranthaceae dan Viscaceae.[4] Genus dari famili Viscaceae yang seluruh spesiesnya merupakan tumbuhan parasit adalah genus viscum. Jumlah spesies tumbuhan pada genus viscum sebanyak 150 spesies.[5]

Konsumsi

Tumbuhan parasit digolongkan sebagai konsumen pada tingkatan mikrokonsumen. Penggolongan ini didasarkan oleh adanya ketergantungan tumbuhan parasit terhadap inangnya sebagai sumber makanan.[6]

Dampak

Tumbuhan inang yang menjadi tempat hidup bagi tumbuhan parasit dapat mengalami kerusakan pada bagian-bagiann tubuhnya. Kerusakan ini berakibat memicu terjadinya serangan hama dan timbulnya penyakit tumbuhan.[7] Keberadaan tumbuhan parasit dapat mengganggu kehidupan dari tumbuhan inangnya. Pada tumbuhan parasit dari spesies benalu, pohon atau perdu yang menjadi inang dapat mengalami kematian ketika serangan parasit terjadi secara besar-besaran.[8]

Referensi

  1. ↑ Sutarman (2017). Dasar-dasar Ilmu Penyakit Tanaman (PDF). Sidoarjo: UMSIDA Press. hlm. 32. ISBN 978-979-3401-49-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ LingkarKata (2019). Wibowo, Joko (ed.). Buku Pintar Tumbuhan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. hlm. 3. ISBN 978-623-00-0134-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Tambunan, M. R., dan Raihandhany, R. (November 2020). "Jenis-Jenis Tumbuhan Parasit dan Persebarannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Ganesha". Jurnal Sumberdaya Hayati. 6 (2): 47.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Sumaryo, Rachman, E., dan Uji, T. (Agustus 2006). "Kerusakan Morfologi Tumbuhan Koleksi Kebun Raya Purwodadi oleh Benalu (Loranthaceae dan Viscaceae)". Berita Biologi. 8 (2): 129.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. ↑ Sunaryo (April 2010). "Kajian Superparasit dan Preferensi Inang Benalu Viscum articulation Burm. f. (Viscaceae) di Kebun Raya Purwodadi dan Cibodas" (PDF). Berita Biologi. 10 (1): 99.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Hutasuhut, Melfa Aisyah (2020). Ekologi Tumbuhan (PDF). Medan: Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. hlm. 20.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Haryanta, D., dan Susilo, A. (Desember 2018). "Pola Distribusi dan Identifikasi Jenis Benalu pada Tumbuhan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya" (PDF). Journal of Research and Technology. 4 (2): 87.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  8. ↑ Putri, D. P., Indriyanto, dan Riniarti, M. (Juli 2021). "Tingkat Asosiasi Jenis-Jenis Benalu dengan Pohon Inangnya di Blok Koleksi Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman" (PDF). Jurnal Hutan Tropis. 9 (2): 446.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan