Artikel ini berisi terlalu banyak gambar, bagan, atau diagram dibandingkan dengan keseluruhan teks. Mohon bantu memperbaiki artikel ini dengan mengubah bagan/diagram menjadi teks atau menghapus gambar yang tidak perlu. Lihat pedoman gaya tentang pemberian gambar. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |

Air terjun adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Air terjun dapat berupa buatan yang biasa digunakan di taman. Beberapa air terjun terbentuk di lingkungan pegununggan di mana erosi kerap terjadi.
Beberapa Air Terjun Besar di Dunia
- Air terjun Angel, air terjun tertinggi di dunia yang memiliki ketinggian 979 m (3.230 kaki), berada di Venezuela.
- Air terjun Victoria, air terjun terbesar di dunia, berada di sungai Zambezi pada perbatasan Zambia dan Zimbabwe.
- Air terjun Boyoma, air terjun dengan volume terbesar, 17.000 m³/s (600,000 kaki³/s), di Sungai Kongo, Republik Demokrasi Kongo
- Air terjun Yosemite, air terjun tertinggi di Amerika Utara, berada di taman nasional Yosemite, Amerika Serikat.
- Air terjun Niagara, air terjun dengan volume terbesar di Amerika Utara, berada di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada.
- Air terjun Rhine, air terjun terbesar di Eropa, berada di Swiss.
- Air terjun Iguazu, air terjun dengan bentangan terlebar, berada di Amerika Selatan pada perbatasan Brasil dan Argentina.
- Air terjun Jog, air terjun tertinggi di India berada di negara bagian Karnataka.
- Air terjun Jurong, air terjun buatan manusia tertinggi di dunia, berada di Singapura.

Beberapa Air Terjun Besar di Indonesia
- Air Terjun Ponot, air terjun tertinggi di Indonesia
- Air Terjun Penimbungan, air terjun di elevasi tertinggi di Indonesia
- Air Terjun Melanggar, air terjun terlebar di Indonesia
- Air Terjun Curug Nangga, air terjun bertingkat tertinggi di Indonesia
- Air Terjun Mbulayan, air terjun terlebar di Pulau Sumatra
istilah air terjun khususnya di indonesia banyak sekali penyebutannya yaitu Curug (area Jawa Barat), Coban (area Jawa Timur), Sampuren (area Sumatera Utara), dsb.
Galeri
- Air terjun Angel, Venezeuela
- Air terjun Wailua di Hawaii, Amerika Serikat
- Air terjun buatan manusia di taman botanikal nasional Australia di Canberra, Australia
- Air terjun Laweyan, Sendang, Tulungagung, Jawa Timur
- Tower Fall di taman nasional Yellowstone, Amerika Serikat
- Air terjun Dettifoss di Islandia
- Air terjun dekat Brienzersee, Swiss
- Air terjun Sedudo, Sawahan, Nganjuk, Jawa Timur
- Air terjun Idaman, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Timur
- Air terjun Ironggolo, Mojo, Kediri, Jawa Timur
- Air Terjun Ponot memiliki tiga tingkatan dengan ketinggian ±250 meter.
- Air terjun Dolo, Mojo, Kediri, Jawa Timur
- Air Terjun Ciherang, Sukamakmur, Jonggol, Jawa Barat
- Air terjun Idaman, Tanjung Selor
Air Terjun sebagai Objek Wisata
Air terjun dapat menjadi salah satu bentuk daya tarik wisata alam karena memiliki karakteristik bentang alam yang berbeda dengan objek wisata lainnya. Keberadaan tebing, aliran air, vegetasi, dan lingkungan alam di sekitarnya dapat membentuk suatu kawasan wisata yang memiliki nilai rekreasi. Pengembangan air terjun sebagai objek wisata umumnya berkaitan dengan kondisi alam, aksesibilitas, fasilitas pendukung, serta pengelolaan kawasan.[1]
Potensi suatu air terjun sebagai objek wisata dapat dilihat dari beberapa unsur. Daya tarik alam merupakan salah satu unsur utama, terutama kondisi air terjun dan bentang alam di sekitarnya. Selain itu, kemudahan mencapai lokasi turut memengaruhi pemanfaatannya sebagai destinasi wisata. Ketersediaan fasilitas seperti tempat parkir, jalur menuju lokasi, tempat beristirahat, toilet, dan sarana informasi dapat mendukung kegiatan wisata. Penelitian mengenai potensi pariwisata air terjun di Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan bahwa pengembangan objek wisata air terjun perlu mempertimbangkan daya tarik, aksesibilitas, fasilitas, serta kondisi pengelolaannya.
Air terjun yang berada di kawasan pedesaan atau pegunungan juga dapat menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Aktivitas wisata dapat mendorong munculnya usaha pendukung, seperti perdagangan makanan dan minuman, penyediaan jasa transportasi lokal, serta kegiatan ekonomi lainnya. Namun, manfaat ekonomi tersebut bergantung pada jumlah pengunjung, akses menuju lokasi, fasilitas yang tersedia, dan sistem pengelolaan kawasan.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Hendriawan, Nandang; Mulyanie, Erni (2018-06-01). "Analisis Potensi Pariwisata Air Terjun di Kabupaten Tasikmalaya". Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian. 15 (1). doi:10.15294/jg.v15i1.15274. ISSN 2549-3094.
Pranala luar
- (Inggris) World Waterfall Database
- (Inggris) Niagara Falls - Fullscreen QTVR Panorama