Jumat, 09 Oktober 2026
10:50 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Pulau Tunda

Pulau Tunda

pulau di Kabupaten Serang, Banten

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Pulau Tunda" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Pulau Tunda
330px-Peta_Banten_Utara.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta letak Pulau Tunda
osm-intl,7,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pulau_Tunda&revid=29361198&groups=_31b0e7ced8309c3b488d634e141f6e3a6cdaa578&parser=parsoid
Peta interaktif Pulau Tunda
Geografi
LokasiLaut Jawa
Koordinat5°48′43″S 106°16′47″E / 5.81194°S 106.27972°E / -5.81194; 106.27972
Luas237,4 [1] ha
Titik tertinggi3 m
Pemerintahan
NegaraIndonesia
ProvinsiBanten
KabupatenKabupaten Serang
KecamatanTirtayasa
Kelurahan/DesaWargasara
Kependudukan
Penduduk1593[1] jiwa
Kepadatan583 [1] jiwa/km2


Pulau Tunda adalah sebuah pulau vulkanik kecil yang terletak di Laut Jawa, yakni di sebelah utara Teluk Banten. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Seluruh wilayah Pulau Tunda berada dalam administrasi Desa Wargasara yang memiliki luas sekitar 273,4 hektare.[2]

Etimologi

Pulau ini sebelumnya dikenal dengan nama Pulau Babi.[3] Nama tersebut kemudian berubah menjadi Pulau Tunda, yang berasal dari kata "Penundaan".[3] Penamaan ini berkaitan dengan fungsi pulau yang sering digunakan sebagai tempat persinggahan muatan kapal.[3]

Desa yang berada di Pulau Tunda pada awalnya bernama Desa Pulau Tunda.[3] Nama tersebut kemudian diubah menjadi Wargasara.[3] Desa Wargasara memiliki arti desa yang warganya taat terhadap hukum. Nama tersebut diberikan oleh H. Mohammad Toha, seorang tokoh masyarakat yang pada saat itu juga menjabat sebagai kepala desa.[butuh rujukan]

Geografi

Pulau Tunda merupakan pulau vulkanik yang terbentuk dari endapan lava yang telah membeku.[3] Pulau ini memiliki topografi yang relatif datar dengan ketinggian berkisar antara 0–3 meter di atas permukaan laut (mdpl).[3] Bagian timur pulau umumnya berada pada elevasi sekitar 1–2 meter lebih tinggi dibandingkan bagian barat.[3] Pulau Tunda berbentuk lonjong/oval dengan panjang sekitar 4,5 km dan lebar sekitar 0,9 km.

Secara geografis, Pulau Tunda terletak di antara pesisir Kabupaten Serang dan Teluk Banten di sebelah selatan, Kepulauan Seribu di sebelah timur, Laut Jawa dan Selat Sunda di sebelah barat, serta Laut Jawa di sebelah utara. Morfologi pantainya didominasi oleh pantai berpasir, dengan vegetasi mangrove yang tumbuh terutama di bagian timur dan selatan pulau.[3] Perairan di bagian selatan Pulau Tunda juga merupakan jalur pelayaran kapal tongkang pengangkut batu bara menuju kawasan PLTU Suralaya di Cilegon.[4]

Demografi

Pada tahun 2024, jumlah penduduk Pulau Tunda tercatat sebanyak 1.593 jiwa.[2] Jumlah penduduk tersebut cenderung stabil sejak 2020 dengan pertumbuhan yang relatif rendah. Menurut keterangan masyarakat setempat, sebagian besar leluhur penduduk berasal dari wilayah pesisir Kabupaten Serang, terutama Kecamatan Pontang.[3]

Mata pencaharian utama penduduk Pulau Tunda adalah nelayan.[3][4] Selain itu, sebagian penduduk lainnya juga bekerja sebagai buruh tani, pedagang, wiraswasta, tukang, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).[3] Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian penduduk juga mulai mengembangkan usaha di bidang pariwisata bahari, antara lain sebagai pemandu wisata, operator selam rekreasional, operator snorkeling, penyedia homestay, dan penyedia wisata memancing.[4]

Ekosistem

Terdapat 3 ekosistem pesisir di Pulau Tunda, yaitu ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.[5] Ekosistem mangrove dapat ditemukan di bagian selatan pulau dan mencakup beberapa jenis mangrove, antara lain yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops decandra, Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Rhizopora stylosa, Sonneratia caseolaris, dan Xylocarpus granatum.[3] Sementara itu, ekosistem padang lamun tersebar pada dua kawasan dengan karakteristik lingkungan yang berbeda. Padang lamun di bagian utara memiliki substrat berbatu dengan sedikit pasir dan perairan yang jernih, sedangkan di bagian selatan berkembang pada substrat pasir berlumpur dan perairan yang keruh karena tumbuh dekat dengan ekosistem mangrove.[3] Jenis lamun yang dapat ditemukan di perairan pulau antara lain Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulate, Enhalus acoroides, Halophila ovalis,dan Thalassia hemprichii.[3]

Pariwisata

Pulau Tunda memiliki potensi wisata bahari yang didukung terutama oleh kondisi pantai dan perairannya. Aktivitas yang dapat dilakukan di pulau ini antara lain berlayar dengan pemandangan laut dan lumba-lumba, memancing, snorkeling, menyelam, serta melihat pemandangan matahari terbit dan tenggelam. Pada tahun 1971, Pulau Tunda pernah digunakan sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar film Malin Kundang yang dibintangi oleh Rano Karno.[butuh rujukan] Selain pantai dan perairan, karakter masyarakat Pulau Tunda juga menjadi daya tarik wisata. Meskipun demikian, kegiatan investasi atau pengembangan industri pariwisata di pulau ini masih relatif terbatas.

Infrastruktur

Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, Pulau Tunda memiliki 1 sekolah terpadu, yaitu Sekolah Satu Atap.[6] Sekolah tersebut hanya menyelenggarakan pendidikan tingkat Paud, SD, dan SMP. Pendidikan tingkat SMA belum tersedia di pulau ini, sehingga sebagian pelajar akan merantau ke darat (sebutan masyarakat pulau untuk wilayah Serang) untuk melanjutkan pendidikannya. Pendidikan di sekolah tersebut dilakukan secara tradisional tanpa bantuan elektronik digital, sebab tidak ada pasokan lisrik di siang hari.[6]

Kesehatan

Terdapat 1 puskesmas, 1 posyandu, dan 1 rumah bersalin di Pulau Tunda.[3] Untuk memperoleh layanan kesehatan rujukan, masyarakat harus pergi ke Puskesmas Kecamatan Tirtayasa atau RSUD Kabupaten Serang.[6]

Listrik

Pasokan listrik berasal dari PLTD dan PLTS, dengan tarif penggunaan sebesar Rp3.500 - Rp6.500 per malam.[3] Pasokan lisrik hanya tersedia selama 12 jam perhari, dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi.[6]

Telekomunikasi

Terdapat menara BTS milik Telkom di Pulau Tunda.[3]

Transportasi

Pulau Tunda dapat diakses melalui jalur darat menggunalan Tol Kebon Jeruk-Merak dan Tol Serang Timur untuk menuju dermaga kecil bernama Karangantu di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Dari pelabuhan tersebut, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu kayu milik nelayan setempat. Waktu tempuh perjalanan menggunakan perahu nelayan sekitar 2 jam.[6]

Selain menggunakan perahu sewaan, akses menuju Pulau Tunda juga dapat dilakukan dengan KMP Tunda, yang melayani transportasi untuk masyarakat setempat. Jadwal keberangkatan kapal dari Pelabuhan Karangantu ke Pulau Tunda adalah sekitar pukul 13.00 WIB, dan sebaliknya pukul 07.00 WIB.

Referensi

  1. 1 2 3 Serang, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kecamatan Tirtayasa Dalam Angka 2025". serangkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2026-06-03.
  2. 1 2 Serang, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kecamatan Tirtayasa Dalam Angka 2025". serangkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2026-06-03.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 "Pulau Tunda". kkp. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-19. Diakses tanggal 2026-6-11.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. 1 2 3 Indonesia, Greenpeace (2022-08-08). "Menjelajah Pulau Tunda, Serpihan Mutiara di Utara Pulau Jawa - Greenpeace Indonesia". Greenpeace Indonesia. Diakses tanggal 2026-06-11.
  5. ↑ Safitri, Widya; Triadi, Januar (2023-12-31). "Krisis Ekosistem Perairan Laut: Kolaborasi dan Adaptasi Nelayan Pulau Tunda". Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (dalam bahasa Inggris). 13 (2): 167–179. doi:10.15578/jksekp.v13i2.12821. ISSN 2527-3280.
  6. 1 2 3 4 5 Kompasiana.com. "Backpacker ke Desa Wisata Pulau Tunda di Utara Teluk Banten". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-06-15.


Ikon rintisan

Artikel bertopik pulau di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan