Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
|
Peta letak Pulau Tunda | |
![]() Peta interaktif Pulau Tunda | |
| Geografi | |
| Lokasi | Laut Jawa |
| Koordinat | 5°48′43″S 106°16′47″E / 5.81194°S 106.27972°E / -5.81194; 106.27972 |
| Luas | 237,4 [1] ha |
| Titik tertinggi | 3 m |
| Pemerintahan | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Banten |
| Kabupaten | Kabupaten Serang |
| Kecamatan | Tirtayasa |
| Kelurahan/Desa | Wargasara |
| Kependudukan | |
| Penduduk | 1593[1] jiwa |
| Kepadatan | 583 [1] jiwa/km2 |
Pulau Tunda adalah sebuah pulau vulkanik kecil
yang terletak di Laut Jawa, yakni di sebelah utara Teluk Banten. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Seluruh wilayah Pulau Tunda berada dalam administrasi Desa Wargasara yang memiliki luas sekitar 273,4 hektare.[2]
Etimologi
Pulau ini sebelumnya dikenal dengan nama Pulau Babi.[3] Nama tersebut kemudian berubah menjadi Pulau Tunda, yang berasal dari kata "Penundaan".[3] Penamaan ini berkaitan dengan fungsi pulau yang sering digunakan sebagai tempat persinggahan muatan kapal.[3]
Desa yang berada di Pulau Tunda pada awalnya bernama Desa Pulau Tunda.[3] Nama tersebut kemudian diubah menjadi Wargasara.[3] Desa Wargasara memiliki arti desa yang warganya taat terhadap hukum. Nama tersebut diberikan oleh H. Mohammad Toha, seorang tokoh masyarakat yang pada saat itu juga menjabat sebagai kepala desa.[butuh rujukan]
Geografi
Pulau Tunda merupakan pulau vulkanik yang terbentuk dari endapan lava yang telah membeku.[3] Pulau ini memiliki topografi yang relatif datar dengan ketinggian berkisar antara 0–3 meter di atas permukaan laut (mdpl).[3] Bagian timur pulau umumnya berada pada elevasi sekitar 1–2 meter lebih tinggi dibandingkan bagian barat.[3] Pulau Tunda berbentuk lonjong/oval dengan panjang sekitar 4,5 km dan lebar sekitar 0,9 km.
Secara geografis, Pulau Tunda terletak di antara pesisir Kabupaten Serang dan Teluk Banten di sebelah selatan, Kepulauan Seribu di sebelah timur, Laut Jawa dan Selat Sunda di sebelah barat, serta Laut Jawa di sebelah utara. Morfologi pantainya didominasi oleh pantai berpasir, dengan vegetasi mangrove yang tumbuh terutama di bagian timur dan selatan pulau.[3] Perairan di bagian selatan Pulau Tunda juga merupakan jalur pelayaran kapal tongkang pengangkut batu bara menuju kawasan PLTU Suralaya di Cilegon.[4]
Demografi
Pada tahun 2024, jumlah penduduk Pulau Tunda tercatat sebanyak 1.593 jiwa.[2] Jumlah penduduk tersebut cenderung stabil sejak 2020 dengan pertumbuhan yang relatif rendah. Menurut keterangan masyarakat setempat, sebagian besar leluhur penduduk berasal dari wilayah pesisir Kabupaten Serang, terutama Kecamatan Pontang.[3]
Mata pencaharian utama penduduk Pulau Tunda adalah nelayan.[3][4] Selain itu, sebagian penduduk lainnya juga bekerja sebagai buruh tani, pedagang, wiraswasta, tukang, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).[3] Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian penduduk juga mulai mengembangkan usaha di bidang pariwisata bahari, antara lain sebagai pemandu wisata, operator selam rekreasional, operator snorkeling, penyedia homestay, dan penyedia wisata memancing.[4]
Ekosistem
Terdapat 3 ekosistem pesisir di Pulau Tunda, yaitu ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.[5] Ekosistem mangrove dapat ditemukan di bagian selatan pulau dan mencakup beberapa jenis mangrove, antara lain yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops decandra, Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Rhizopora stylosa, Sonneratia caseolaris, dan Xylocarpus granatum.[3] Sementara itu, ekosistem padang lamun tersebar pada dua kawasan dengan karakteristik lingkungan yang berbeda. Padang lamun di bagian utara memiliki substrat berbatu dengan sedikit pasir dan perairan yang jernih, sedangkan di bagian selatan berkembang pada substrat pasir berlumpur dan perairan yang keruh karena tumbuh dekat dengan ekosistem mangrove.[3] Jenis lamun yang dapat ditemukan di perairan pulau antara lain Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulate, Enhalus acoroides, Halophila ovalis,dan Thalassia hemprichii.[3]
Pariwisata
Pulau Tunda memiliki potensi wisata bahari yang didukung terutama oleh kondisi pantai dan perairannya. Aktivitas yang dapat dilakukan di pulau ini antara lain berlayar dengan pemandangan laut dan lumba-lumba, memancing, snorkeling, menyelam, serta melihat pemandangan matahari terbit dan tenggelam. Pada tahun 1971, Pulau Tunda pernah digunakan sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar film Malin Kundang yang dibintangi oleh Rano Karno.[butuh rujukan] Selain pantai dan perairan, karakter masyarakat Pulau Tunda juga menjadi daya tarik wisata. Meskipun demikian, kegiatan investasi atau pengembangan industri pariwisata di pulau ini masih relatif terbatas.
Infrastruktur
Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, Pulau Tunda memiliki 1 sekolah terpadu, yaitu Sekolah Satu Atap.[6] Sekolah tersebut hanya menyelenggarakan pendidikan tingkat Paud, SD, dan SMP. Pendidikan tingkat SMA belum tersedia di pulau ini, sehingga sebagian pelajar akan merantau ke darat (sebutan masyarakat pulau untuk wilayah Serang) untuk melanjutkan pendidikannya. Pendidikan di sekolah tersebut dilakukan secara tradisional tanpa bantuan elektronik digital, sebab tidak ada pasokan lisrik di siang hari.[6]
Kesehatan
Terdapat 1 puskesmas, 1 posyandu, dan 1 rumah bersalin di Pulau Tunda.[3] Untuk memperoleh layanan kesehatan rujukan, masyarakat harus pergi ke Puskesmas Kecamatan Tirtayasa atau RSUD Kabupaten Serang.[6]
Listrik
Pasokan listrik berasal dari PLTD dan PLTS, dengan tarif penggunaan sebesar Rp3.500 - Rp6.500 per malam.[3] Pasokan lisrik hanya tersedia selama 12 jam perhari, dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi.[6]
Telekomunikasi
Terdapat menara BTS milik Telkom di Pulau Tunda.[3]
Transportasi
Pulau Tunda dapat diakses melalui jalur darat menggunalan Tol Kebon Jeruk-Merak dan Tol Serang Timur untuk menuju dermaga kecil bernama Karangantu di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Dari pelabuhan tersebut, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu kayu milik nelayan setempat. Waktu tempuh perjalanan menggunakan perahu nelayan sekitar 2 jam.[6]
Selain menggunakan perahu sewaan, akses menuju Pulau Tunda juga dapat dilakukan dengan KMP Tunda, yang melayani transportasi untuk masyarakat setempat. Jadwal keberangkatan kapal dari Pelabuhan Karangantu ke Pulau Tunda adalah sekitar pukul 13.00 WIB, dan sebaliknya pukul 07.00 WIB.
Referensi
- 1 2 3 Serang, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kecamatan Tirtayasa Dalam Angka 2025". serangkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2026-06-03.
- 1 2 Serang, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Kecamatan Tirtayasa Dalam Angka 2025". serangkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2026-06-03.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 "Pulau Tunda". kkp. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-19. Diakses tanggal 2026-6-11.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date= - 1 2 3 Indonesia, Greenpeace (2022-08-08). "Menjelajah Pulau Tunda, Serpihan Mutiara di Utara Pulau Jawa - Greenpeace Indonesia". Greenpeace Indonesia. Diakses tanggal 2026-06-11.
- ↑ Safitri, Widya; Triadi, Januar (2023-12-31). "Krisis Ekosistem Perairan Laut: Kolaborasi dan Adaptasi Nelayan Pulau Tunda". Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (dalam bahasa Inggris). 13 (2): 167–179. doi:10.15578/jksekp.v13i2.12821. ISSN 2527-3280.
- 1 2 3 4 5 Kompasiana.com. "Backpacker ke Desa Wisata Pulau Tunda di Utara Teluk Banten". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-06-15.
Pulau di Banten | |
|---|---|
| Cilegon | |
| Kabupaten Pandeglang | |
| Kabupaten Serang | |
| Kabupaten Tangerang | |
| Kota Tangerang Selatan | |
Lihat juga: Daftar pulau di Jawa dan Indonesia | |
Artikel bertopik pulau di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
