Selasa, 13 Oktober 2026
14:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Bahasa Palue

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
Bahasa Palue
BPS: 0165 6
Sara Luʼa
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
Penutur
10.000 (1997)
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[1][2]

  • 10.000 (1997)
  • 3.000 (1981)
Tampilkan klasifikasi manual
Kode bahasa
ISO 639-1-
ISO 639-2-
ISO 639-3ple
Glottologpalu1252
IETFple
ELPPalu'e
BPS (2010)0165 6
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Definitely Endangered Bahasa Palue diklasifikasikan sebagai bahasa terancam punah (DE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6a VigorousBahasa Palue dikategorikan sebagai C6a Vigorous menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini masih dituturkan dan digunakan oleh sebagian wilayah
Referensi: [3][4][5]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

03.37, Selasa, 13 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Palue adalah bahasa yang digunakan suku Palue.[6] Penuturnya terdapat di pulau Palue dan sebagian terdapat di wilayah pesisir utara pulau Flores bagian tengah. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.

Referensi

  1. ↑ Paul M. Lewis (2009), Ethnologue (dalam bahasa Inggris) (Edisi 16), SIL International, Wikidata Q27778096
  2. ↑ Stephen Wurm, Australia and the Pacific, Routledge, Wikidata Q27778104
  3. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  5. ↑ "Bahasa Palue". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  6. ↑ Palue Speaking Peoples - Joshua Project

Pranala luar

Palue - Ethnologue

Palue merupakan salah satu pulau yang tata letaknya berada di Kabupaten sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Wilayah Pulau Palue pernah dihuni oleh suku Naru sebelum akhirnya ditinggalkan.

Nama lokal: Nusa Luʼa
Lokasi Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Koordinat 8°19′25.2″S 121°42′36.8″E
Kepulauan Kepulauan Nusa Tenggara Timur
Luas 72 km2

Pulau Palue merupakan satu dari sekian banyak pulau dalam wilayah administratif Kabupaten Sikka. Ia berjarak 15 km dari pesisir utara Pulau Flores. Pulau ini berbentuk kerucut dan bundar dengan luas lebih dari 72 km2. Terletak dalam wilayah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur ... Pulau Palue merupakan pulau terbesar kedua di Kabupaten Sikka setelah Pulau Besar. bahasa yang sering di pake suku palue, Penuturnya terdapat di pulau Palue dan sebagian terdapat di wilayah pesisir utara pulau Flores. Salah satu tradisi paling sakral yang dimiliki adalah ritual adat di tempat yang diberi nama Tubu. Tubu adalah tempat berlangsungnya berbagai upacara kepada “Era Wula Watu Tana” penguasa, pencipta, penyembuh alam semesta dan para nenek moyang atau leluhur. Tempat tersebut di jadikan salah satu bentuk tradisi yang masih di lestarikan sampai sampai saat ini. ada pun upacara tradisi yang paling gembira yaitu upacara Pati Kerapau. Pati Kerapau adalah upacara kegembiraan masyarakat Palue sekali syukuran kepada leluhur mereka yang ditandai dengan penyembelihan seekor kerbau di sekitar mesbah oleh Lakimosa. Pada saat itu masyarakat dengan wajah yang berseri menari dan memainkan musik tradisional Palue yang membuat acara ini semakin menarik. ada beberapa kampung yang menjadi simbol seperti Ko’a. Ko’a merupakan salah satu kampung tradisional yang berada di lereng gunung Rokatenda, di Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Di kampung ini dijalankan ritus Pua Kerapau dan Pati Kerapau (poka pu’u supo ngalu) atau upacara potong kerbau (pati : potong, memotong dan kerapau : kerbau). Untuk mencapai kampung tradisional ini, orang harus melewati jalan setapak yang terjal dan berbatu. Ritus Pati Kerapau ini dijalankan secara tetap setiap lima tahun. Tentu bukan sekadar pengulangan hampa makna. Melaluinya, dalam suatu perayaan bersama, diadakan penciptaan kembali dan pemulihan relasi yang rusak dengan Yang Illahi dan sesama. Dari segi adat, wilayah perkampungan tradisional Ko’a terbentuk dari enam kunu atau marga yakni Powowawo, Manggepase, Nunusomba, Sarikoa, Rokaroi, dan Kacu male. Dari enam kunu ini, kunu Powowawu merupakan kepala dan karenanya memegang peranan penting dalam pelaksanaan ritus Pua Kerapau dan Pati Kerapau. Dalam hubungan dengan pelaksanaan ritus Pua Kerapau dan Pati Kerapau, dari enam kunu di atas hanya dua kunu, yaitu Powowawo dan Manggepase yang membuat ritus ini. Sedangkan kunu yang lain bertindak sebagai pendukung pelaksanaan ritus Pati Kerapau. Di kampung Ko’a terdapat dua altar kuno tempat pelaksanaan ritus Pati Kerapau dan saat ritus tersebut dijalankan ia selalu dimulai dari dan oleh kunu Powowawo. Struktur sosial-tradisional masyarakat Ko’a dapat digambarkan secara sederhana dengan mengikuti penjelasan atas struktur tupu atau altar tempat ritus pati kerapau dijalankan. Tempat itu menyerupai sebuah panggung, yang tersusun dari batu-batu dan membentuk lingkaran berlapis tiga bagian, yakni : (1) lingkaran bagian dalam adalah wilayah lakimosa; (2) lingkaran kedua adalah pendukung lakimosa (ina tuke laki); dan (3) lingkaran paling luar menggambarkan seluruh warga kampung sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan (wai walu). selain kearifan lokal yang di miliki daerah tersebut, ternyata di palue juga memiliki gunung aktif yang biasa di sebut Gunung Rokatenda. Gunung Rokatenda yang juga dikenal dengan nama Gunung Paluweh, adalah gunung berapi aktif yang terletak di Pulau Palue, bagian dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Rokatenda memiliki nama lain Gapirok, Palowe (h), Paloe, Luca Raya, Rusa Raja, Nusa Kua, Nuha Lua.

Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan