Senin, 28 September 2026
10:28 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal
Bahasa Bugis

Bahasa Bugis

bahasa Sulawesi Selatan yang terutama dituturkan oleh etnik Bugis

Bahasa Bugis
Basa Ugi
ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ
بهاس بوڬيس/ بَاسَ أُوْڬِيْ
250px-Aksara_Lontara-3_Buku_mata_palajaran_bahasa_Bugis_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buku mata pelajaran bahasa Bugis
Pengucapan[basa.uɡi]
Dituturkan diIndonesia
WilayahSulawesi Selatan; serta daerah kantong di tempat lain di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Maluku, Papua
EtnisBugis
Penutur
Sebagai bahasa pertama: 3.500.000 juta
Sebagai bahasa kedua: 500,000
Total penutur: 4 juta (2015: oleh Divisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa [en] (UNSD))[1]
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
DialekLihat dialek bahasa Bugis
Latin
Aksara Lontara
Aksara Serang
Status resmi
Diatur olehBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kode bahasa
ISO 639-2bug
ISO 639-3bug
Glottologbugi1244
IETFbug
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C3 Wider communicationBahasa Bugis dikategorikan sebagai C3 Wider Communication menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini digunakan di wilayah yang cukup luas maupun dipertuturkan cukup luas, misalnya beberapa kota
Referensi: [2]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Sampel teks
Logo Wikipedia dalam bahasa Bugis yang berisi transkripsi "Wikipedia" (atas) ke dalam ortografi masing-masing dan slogan "Ensiklopedia Bebas" (bawah) yang diterjemahkan ke dalam bahasa tersebut.
ᨔᨗᨊᨗᨊ ᨑᨘᨄ ᨈᨕᨘ ᨑᨗ ᨍᨍᨗᨕᨊᨁᨗ ᨑᨗᨒᨗᨊᨚᨕᨙ ᨊᨄᨘᨊᨕᨗ ᨆᨊᨙᨊᨁᨗ ᨑᨗᨕᨔᨙᨊᨁᨙ ᨕᨒᨙᨅᨗᨑᨙ᨞ ᨊᨄᨘᨊᨕᨗ ᨑᨗᨕᨔᨙᨊᨁᨙ ᨕᨀᨒᨙ᨞ ᨊᨄᨘᨊᨕᨗ ᨑᨗᨕᨔᨙᨊᨁᨙ ᨕᨈᨗ ᨆᨑᨙᨊᨗ ᨊ ᨔᨗᨅᨚᨒᨙ ᨅᨚᨒᨙᨊ ᨄᨉ ᨔᨗᨄᨀᨈᨕᨘ ᨄᨉ ᨆᨔᨒᨔᨘᨑᨙ᨞
Teks tidak ditampilkan dengan benar?
Sampel teks lainnya
Lokasi penuturan
500px-Bugis-speaking_area.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebaran penutur bahasa Bugis dan Campalagian di seluruh Sulawesi
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Bugis&revid=29993931&groups=_2df3adc19f20eaaba7c4283279107bfb7f3827f3&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Bugis&revid=29993931&groups=_2df3adc19f20eaaba7c4283279107bfb7f3827f3&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 4°28′S 119°59′E / 4.467°S 119.983°E / -4.467; 119.983 Sunting di Wikidata
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

01.33, Senin, 28 September, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Bugis (Basa Ugi, Aksara Lontara: ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ, Aksara Serang: بهاس بوڬيس/ بَاسَ أُوْࢴِيْ, pelafalan[basa.uɡi]) adalah bahasa yang termasuk kedalam rumpun bahasa Austronesia yang dituturkan oleh sekitar 4 juta orang, terutama di bagian selatan pulau Sulawesi, Indonesia.[1] Ini adalah bahasa ibu dari orang Bugis.

Di Sulawesi wilayah penuturnya terutama di sebagian Kabupaten Maros, sebagian Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Barru,Kabupaten Majene, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, sebagian Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare.

Sejarah

250px-Spread_of_South_Sulawesi_languages_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menunjukkan perkiraan arah dan waktu persebaran bahasa-bahasa dalam rumpun Sulawesi Selatan dari bahasa Proto Sulawesi Selatan

Dalam bahasa Bugis, bahasa ini disebut sebagai Basa Ugi dan suku Bugis sendiri disebut sebagai To Ugi. Menurut beberapa mitos suku Bugis, istilah Ugi diambil dari nama La Sattumpugi, yakni raja pertama Cina yang sendirinya merupakan kerajaan kuno di tanah Bugis. Kata To Ugi sendiri dapat diartikan sebagai "pengikut daripada La Sattumpugi".[3]

Hanya sedikit hal yang diketahui tentang sejarah awal bahasa ini karena kurangnya catatan tertulis. Catatan tertulis paling awal dari bahasa ini adalah Sureq Galigo, yakni sebuah wiracarita mengenai penciptaan orang Bugis. Sumber tertulis lain dari bahasa Bugis adalah Lontara, sebuah istilah yang mengacu pada naskah tradisional dan juga catatan sejarah. Catatan sejarah Lontara paling awal berasal dari sekitar abad ke-17. Catatan Lontara telah digambarkan oleh sejarawan Indonesia sebagai "faktual" bila dibandingkan dengan naskah serupa dari daerah lain di Asia Tenggara Maritim, seperti babad di Jawa. Catatan-catatan ini biasanya ditulis dengan nada yang sebenarnya dengan sedikit elemen mitos, dan penulis biasanya akan memberikan penafian sebelum menyatakan sesuatu yang tidak dapat mereka verifikasi.[4][5][6]

Sebelum kedatangan Belanda di Indonesia pada abad ke-19, seorang misionaris, B. F. Matthews, menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Bugis, yang membuatnya menjadi orang Eropa pertama yang memperoleh pengetahuan bahasa tersebut. Ia juga salah satu orang Eropa pertama yang menguasai bahasa Makassar. Kamus dan buku tata bahasa yang disusun olehnya, serta teks sastra dan cerita rakyat yang diterbitkannya, tetap menjadi sumber informasi dasar tentang kedua bahasa tersebut. Setelah penjajahan oleh Belanda, sejumlah suku Bugis melarikan diri dari daerah asalnya di Sulawesi Selatan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Hal ini menyebabkan adanya kelompok kecil penutur bahasa Bugis di seluruh Asia Tenggara Maritim.[7][8]

Klasifikasi

Bahasa Bugis termasuk dalam kelompok Sulawesi Selatan yang sendirinya merupakan rumpun turunan dari rumpun bahasa Austronesia. Dalam kelompok bahasa-bahasa Sulawesi Selatan, bahasa ini berkerabat dekat dengan bahasa Campalagian.

Distribusi geografis

Sebagian besar penutur asli (sekitar 3 juta orang) terkonsentrasi di Sulawesi Selatan, Indonesia. Terdapat juga kelompok kecil penutur bahasa Bugis di pulau Jawa (termasuk Pulau Sebira), pesisir timur pulau Kalimantan yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang, Tarakan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, Sumatra bagian timur, Sabah bagian timur dan Semenanjung Malaysia, dan Selatan Filipina. Diaspora suku Bugis ini merupakan hasil migrasi sejak abad ke-17 yang terutama didorong oleh situasi peperangan yang terus menerus.

Fonologi

Bahasa Bugis memiliki enam vokal dalam kotak fonemnya, yakni /a/, /e/, /i/, /o/, /u/, dan vokal madya /ə/.

Tabel berikut menunjukkan kotak fonem untuk konsonan bahasa Bugis beserta penulisannya dalam aksara Lontara.

Konsonan
Dwibibir Gigi Langit
langit
Lang.
bel.
Celah
suara
Sengau [m]ᨆ [n]ᨊ [ɲ]ᨎ [ŋ]ᨂ
Gugusan prasengau [mp]ᨇ [nr]ᨋ [ɲc]ᨏ [ŋk]ᨃ
Letup bersuara [b]ᨅ [d]ᨉ [ɟ]ᨍ [ɡ]ᨁ
nirsuara [p]ᨄ [t]ᨈ [c]ᨌ [k]ᨀ [ʔ][a]
Geser [s]ᨔ [h]ᨖ
Rhotika [r]ᨑ
Hampiran [w]ᨓ [l]ᨒ [j]ᨐ
  1. ↑ /ʔ/ hanya terjadi pada posisi akhiran, sehingga tidak dituliskan dalam aksara Lontara.

Disaat bahasa Bugis ditulis dalam alfabet Latin, bahasa Bugis ditulis menggunakan konvensi ejaan bahasa Indonesia umum, yakni sebagai berikut: [ɲ] ditulis sebagai ⟨ny⟩, [ŋ] by ⟨ng⟩, [ɟ] sebagai ⟨j⟩, [j] sebagai ⟨y⟩. Konsonan hentian glotis [ʔ] biasanya ditulis dengan tanda petik (contoh: ana' [anaʔ] "anak"), akan tetapi biasanya juga ditulis sebagai ⟨q⟩. /e/ dan /ə/ biasanya ditulis sebagai ⟨e⟩, ataupun biasanya /e/ ditulis sebagai ⟨é⟩ untuk mencegah ketaksaan.

Tata bahasa

Pronomina

Bahasa Bugis memiliki empat jenis pronomina personalia yang terdiri atas satu pronomina bebas dan tiga pronomina terikat:[9]

bebas awalan akhiran
orang pertama tunggal iaq -aq/-kaq/-waq (k)u- -(k)kuq
orang kedua familiar iko -o/-ko mu- -(m)mu
orang ketiga ia -i/-wi na- -(n)na
orang pertama jamak/
orang kedua bentuk sopan
idiq -iq/-kiq ta- -(t)taq
orang pertama excl. (arkais) ikəŋ -kkəŋ ki- -mməŋ

Pronomina enklitik digunakan pada subjek dengan verba intransitiva dan verba transitiva. Pronomina akhiran hanya utamanya pada fungsi posesiva.

Aspek

Berikut merupakan aspek ketatabahasaan yang terdapat dalam bahasa Bugis:[10]

DurativaPerfektivaKondisionalPeraguanEmfasisTempat
kaqnaqpaqgaqsié
kiq/koniq/nopiq/pogiq/gosatu
kiqniqpiqgiqtoro
inipigimi
napaga

Contoh

A:

ᨄᨘᨑᨊᨚ

pura-no

punya [penanda prespektiva na (ᨊ) + kamu]

ᨆᨙᨋ?

manre

makan

ᨄᨘᨑᨊᨚ ᨆᨙᨋ?

pura-no manre

{punya [penanda prespektiva na (ᨊ) + kamu]} makan

'Apakah kamu sudah makan?'

B:

ᨉᨙᨄ

deq-pa

tidak + [kondisional (ᨄ)]

ᨉᨙᨄ

deq-pa

{tidak + [kondisional (ᨄ)]}

'Belum'

Harap diperhatikan bahwa ⟨q⟩ melambangkan hentian glotis yang tidak dituliskan dalam aksara Lontara.

Contoh:

'"`UNIQ--templatestyles-000000B4-QINU`"'ᨆᨙᨒᨚ '"`UNIQ--templatestyles-000000B5-QINU`"'ᨀ

méloq-kaq

mau-Aku

'"`UNIQ--templatestyles-000000B6-QINU`"'ᨌᨛᨆᨙ

cemmé

mandi

{ᨆᨙᨒᨚ ᨀ} ᨌᨛᨆᨙ

méloq-kaq cemmé

mau-Aku mandi

Aku ingin mandi

Sistem penulisan

Artikel utama: Aksara Lontara

Bahasa Bugis secara tradisional ditulis menggunakan aksara Lontara, yang termasuk dalam rumpun aksara Brahmi; aksara ini juga digunakan untuk bahasa Makassar dan bahasa Mandar. Nama Lontara berasal dari kata Melayu untuk pohon siwalan (atau *palmyra palm*), yaitu lontar; daun pohon ini merupakan bahan tradisional untuk naskah di India, Asia Tenggara, dan Indonesia. Namun, saat ini bahasa tersebut sering ditulis menggunakan alfabet Latin.

Lontara Bugis

Lontara Bugis (yang secara lokal dikenal sebagai Aksara Ugi) memiliki pelafalan yang sedikit berbeda dibandingkan aksara Lontara lainnya, seperti Lontara Makassar. Seperti aksara-aksara turunan Brahmi lainnya, aksara ini menggunakan tanda diakritik untuk membedakan bunyi vokal [i], [u], [e], [o], dan [ə] dari vokal dasar bawaan /a/ (yang sebenarnya dilafalkan sebagai [ɔ]). Vokal dasar ini secara implisit terkandung dalam setiap huruf konsonan (termasuk huruf konsonan nol '*a*').

Akan tetapi, berbeda dengan sebagian besar aksara turunan Brahmi lainnya dari India, aksara Bugis secara tradisional tidak memiliki tanda virama (atau bentuk setengah huruf untuk konsonan tanpa vokal, maupun bentuk subskrip untuk konsonan non-awal dalam gugus konsonan) untuk menghilangkan vokal bawaan tersebut. Akibatnya, penulisan gugus konsonan, konsonan ganda (*geminasi*), ataupun konsonan akhir kata pada umumnya tidak dapat dilakukan (meskipun beberapa tanda tambahan kemudian diperkenalkan—yang berasal dari bentuk ligatur—untuk menandai prenasalisasi).

Dialek

Bahasa Bugis terdiri dari beberapa dialek. Seperti dialek Pinrang yang mirip dengan dialek Sidrap, dialek Bone (yang berbeda antara Bone utara dan selatan), dialek Soppeng, dialek Wajo (juga berbeda antara Wajo bagian utara dan selatan, serta timur dan barat), dialek Barru, dialek Sinjai dan sebagainya. Selain itu, terdapat dialek Sebira yang dituturkan di Pulau Sebira, sebuah pulau yang termasuk dalam gugusan Kepulauan Seribu.

Ada beberapa kosakata yang berbeda selain dialek. Misalnya, dialek Pinrang dan Sidrap menyebut kata "loka" untuk pisang. Sementara dialek Bugis yang lain menyebut "otti" atau "utti", adapun dialek yang agak berbeda yakni kabupaten Sinjai setiap bahasa Bugis yang menggunakan Huruf "W" diganti dengan Huruf "H". Contoh; diawa di ganti menjadi diaha. Huruf "C" dalam dialek bahas Bugis lain, dalam dialek Sinjai berubah menjadi "SY". Contoh, "cappa" (ujung) menjadi "syappa".

Karya sastra terbesar dunia yaitu I Lagaligo menggunakan bahasa Bugis tinggi yang disebut bahasa Torilangi. Bahasa Bugis umum menyebut kata Menre' atau Manai untuk kata yang berarti "ke atas/naik". Sedang bahasa Torilangi menggunakan kata "Manerru". Untuk kalangan istana, ahasa Bugis juga mempunyai aturan khusus. Jika orang biasa yang meninggal digunakan kata "Lele ri Pammasena" atau "mate". Sedangkan jika Raja atau kerabatnya yang meninggal digunakan kata "Mallinrung".

Dialek luar Sulawesi Selatan

Berikut ini adalah daftar dialek bahasa Bugis yang dituturkan oleh diaspora etnis Bugis di luar wilayah asal mereka di Sulawesi Selatan, antara lain:

Referensi

  1. 1 2 Bugis di Ethnologue (22nd ed., 2019)
  2. ↑ "Bahasa Bugis". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  3. ↑ T. Ambo, T. Joeharnani. "The Bugis-Makassarese: From Agrarian Farmers to Adventurous Seafarers". Aboriginal, Australia, Marege', Bugis-Makassar, Transformation. Universitas Hassanuddin: 2.
  4. ↑ Abidin 1971, hlm. 165–166.
  5. ↑ Cummings 2007, hlm. 8.
  6. ↑ Hall 1965, hlm. 358.
  7. ↑ Ammarell, Gene (2002). "Bugis Migration and Modes of Adaptation to Local Situstions". Ethnology. 41 (1): 51–67. doi:10.2307/4153020. ISSN 0014-1828. JSTOR 4153020.
  8. ↑ Nor Afidah Abd Rahman. "Bugis trade | Infopedia". eresources.nlb.gov.sg. Diakses tanggal 2020-09-05.
  9. ↑ Sirk, Ülo (1983). The Buginese language. Moscow: Akademia Nauk.
  10. ↑ Ritumpanna wélenrénngé: sebuah episoda sastra Bugis klasik Galigo (dalam bahasa Indonesia) (ISBN9789794613184) halaman 77, Table 6

Daftar pustaka

Pranala luar

Wiktionary logo
Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Utama
Resmi
Diresmikan
Minoritas
signifikan
Tionghoa
India
Keluarga
Kreol
Asli &
Pribumi
Tingkat negara
Semenanjung
Malaysia
Malaysia
Timur
Campuran
Imigran
Isyarat
Utama
Menurut negara bagian
1 Bahasa mati. 2 Bahasa yang hampir mati.

Templat:Rumpun bahasa Austronesia


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan