| Bahasa Dusner BPS: 0928 5 |
|---|
| Dituturkan di | Indonesia
|
|---|
| Wilayah |
|
|---|
Penutur | 3 (2011)[1]
|
|---|
|
|---|
Tampilkan klasifikasi manual Tampilkan klasifikasi otomatis |
|
| Kode bahasa |
|---|
| ISO 639-3 | dsn |
|---|
| Glottolog | dusn1237 |
|---|
| IETF | dsn |
|---|
| ELP | Dusner |
|---|
| BPS (2010) | 0928 5 |
|---|
| Status pemertahanan |
|---|
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
| |
|
Referensi: [2][3][4]
|
Portal Bahasa |
| L •B •PW |
|
|
| Pemberitahuan |
|---|
| Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek. |
| Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.
{{PW Bahasa|importance=|class=}}
Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.
|
| 17.41, Minggu, 27 September, 2026 (UTC) •
Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai |
|---|
|
|
Artikel ini
belum dinilai oleh
ProyekWiki BahasaCari artikel bahasa
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Bahasa Dusner adalah sebuah bahasa Austronesia yang dituturkan di desa Dusner, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Indonesia.[5] Bahasa Dusner adalah bahasa yang sangat terancam punah dan telah dilaporkan hanya memiliki 3 penutur yang tersisa.[1][6]
Direktur Pusat Penelitian dan Budaya Papua, Andreas J. Deda, mengatakan bahwa bahasa ini dilarang dan dianggap sebagai bahasa kafir oleh seorang penginjil yang datang ke desa Dusner pada tahun 1927/1928 karena bahasa ini digunakan untuk berbicara dengan arwah nenek moyang. Jika bicara bahasa itu, penduduk di sana dihukum direndam di laut atau diikat di pohon kelapa.[7][5]
Pada tahun 2011, peneliti dari Fakultas Linguistik, Filologi dan Fonetik Universitas Oxford memulai proyek untuk mendokumentasikan kosakata dan tata bahasa, bekerjasama dengan Universitas Negeri Papua dan Universitas Cenderawasih.[8][9]
Referensi
- 1 2 Malvern, Jack (21 April 2011). "Last few speakers of Indonesian language Dusner nearly wiped out by flood, volcano". The Australian. Diakses tanggal 24 April 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
- ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
- ↑ "Bahasa Dusner". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
- 1 2 Nenepat, E.C. (2012) A Comparison of Dusner and Biak Phonological System (Skripsi), Fakultas Sastra Universitas Negeri Papua, Manokwari.
- ↑ "April 21, 2011: articles on the Dusner language, spoken by 3 last speakers. « Sorosoro". SOROSORO: So the languages of the world may live on!. Diakses tanggal 2013-02-08.
- ↑ Bahasa Dusner di Papua nyaris punah karena dianggap bahasa setan. www.merdeka.com. Diakses pada 6 Mei 2013
- ↑ Richard Alleyne (2011-04-21). "Oxford University mission to save a language spoken by three people". Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-14. Diakses tanggal 2013-02-08.
- ↑ "Multimodal language documentation for Dusner, an endangered language of Papua". University of Oxford, Linguistics, Philology & Phonetics. Diakses tanggal 2013-02-08.
Pranala luar