Minggu, 18 Oktober 2026
06:41 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Bahasa Tukang Besi

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
"Bahasa Pulo (Wakatobi)" beralih ke halaman ini, yang bukan mengenai Bahasa Orang Pulo.
Bahasa Wakatobi
Tukang Besi
Dituturkan diIndonesia
WilayahSulawesi Tenggara
EtnisWakatobi
Penutur
200.000 (2015)[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Dialek
Tukang Besi Utara
Tukang Besi Selatan
Alfabet Latin (Alfabet bahasa Tukang Besi)
Kode bahasa
ISO 639-3pwk
Glottologtuka1247
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

04.21, Sabtu, 17 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.636 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Wakatobi (Tukang Besi[2]) adalah sebuah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Terdapat empat dialek dalam dua rumpun dialek utama, yakni Wangi-Wangi dan Kaledupa (Tukang Besi Utara), serta Tomia dan Binongko (Tukang Besi Selatan).[3] Persentase perbedaan antarkeempat daerah pengamatan tersebut berada dalam kategori beda dialek, yaitu berkisar antara 33%–45%.

Hasil penghitungan dialektometri menunjukkan isolek Bahasa Wakatobi merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar antara 81%–100% jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa di Sulawesi Tenggara, misalnya dibandingkan dengan bahasa Muna dan Buton.[4]

Dialek

Terdapat beberapa dialek dalam Bahasa Wakatobi, diantaranya ialah:

  • 'Wakatobi
    • Wakatobi Utara
      • Kaledupa
      • Wanci
    • Wakatobi Selatan
      • Binongko
      • Tomia

Fonologi

Bahasa Wakatobi memiliki 25 konsonan fonem dan 5 dasar-sistem vokal.[5] Bahasa Ini mengutamakan tekanan biasanya pada suku kata terakhir kedua contoh pada kure'u 'puyuh' atau ha'a 'apa'. Bahasa ini memiliki dua konsonan implosif, yang jarang ada dalam bahasa-bahasa di dunia yakni [ɓ] pada kata ɓaramo 'jangan' dan [ᶑ] pada kata ᶑarano 'banyak'. Koronal plosif dan [s] telah melakukan pranasalisasi pendamping yang bertindak sebagai fonem yang terpisah.

250px-Tukang_Besi_vowel_chart.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fonem vokal Wakatobi
Dwibib. Gigi/
ronggi.
lang. belakang Celah-
suara
Sengau /m/ /n/ /ŋ/
Letup murni /p/ /b/ /t̪/ (/d̪/) /k/ /ɡ/ /ʔ/
prasengau /mp/ /mb/ /n̪t̪/ /n̪d̪/ /ŋk/ /ŋɡ/
Letup-balik /ɓ/ /ɗ̪/
Geser murni /β/ /s/ (/z/) /h/
prasengau /n̪s̪/
Getar /r/
Sisian /l̪/

[b] hanya muncul dalam kata-kata pinjaman, meskipun berbeda dengan [ɓ], [d] dan [z] tidak fonemis dan muncul hanya sebagai alofon dari [dʒ] yang juga hanya muncul pada kata-kata pinjaman.

Ortografi

Vokal

  • a – [a/ɐ]
  • e – [ɛ/e]
  • i – [i/ɪ]
  • o – [o/ɔ]
  • u – [ɯ/u]

Konsonan

  • b – [ɓ/ʔɓ/ʔb/β]
  • b̠ – [b]
  • c – [t͡ʃ]
  • d – [ɗ̪]
  • d̠ – [d/d͡ʒ/z]
  • g – [g/ɠ/ʔɠ/ɣ]
  • h – [h/ɸ]
  • j – [d͡ʒ]
  • k – [k/c]
  • l – [l̪]
  • m – [m]
  • mb – [mb]
  • mp – [mp]
  • n – [n]
  • nd – [n̪d̪]
  • ns – [n̪s̪]
  • nt – [n̪t̪]
  • ng – [ŋ]
  • ngg – [ŋɡ]
  • ngk – [ŋk]
  • nj – [n̪d̪]
  • p – [p]
  • r – [r]
  • s – [s]
  • t – [t̪]
  • w – [w]
  • ' – [ʔ]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Wakatobi di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ DINAMIKA PELAYARAN TRADISIONAL ORANG BUTON KEPULAUAN TUKANG BESI Ali Hadara, Makalah disampaikan pada Konferensi Nasional Sejarah VIII Jakarta, 14-17 November 2006.
  3. ↑ Rumitnya Memahami Bahasa Di Wakatobi Yang Berbeda Di Tiap Pulaunya
  4. ↑ Bahasa Pulo (Wakatobi) Di Sulawesi Tenggara
  5. ↑ Donohue, Mark (1999). "Tukang Besi". Handbook of the International Phonetic Alphabet. Cambridge University Press. hlm. 151–53. ISBN 0-521-65236-7.

Pranala luar


120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan