Minggu, 04 Oktober 2026
03:15 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Bahasa Muna

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
Bahasa Muna
Wamba Wuna
Dituturkan diSulawesi, Indonesia
WilayahMuna dan Buton
EtnisMuna
Penutur
(300.000 per 1989, 2007)[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[2]

  • 300.000 (1989–2007)
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Kode bahasa
ISO 639-3mnb
Glottologmuna1247
IETFmnb
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6b ThreatenedBahasa Muna dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [3]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

14.53, Sabtu, 3 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Muna adalah sebuah bahasa Austronesia yang utamanya dituturkan di Pulau Muna dan sebagian barat laut Pulau Buton di Sulawesi Tenggara. Dokumentasi tentang bahasa Muna lumayan baik; karya akademis mengenai bahasa Muna dalam bahasa Inggris mencakup sebuah buku tata bahasa rujukan dan sebuah kamus karya ahli bahasa René van den Berg (1989, 1996).[4][5]

Bahasa ini merupakan salah satu bahasa daerah yang terancam punah dengan jumlah penutur yang semakin menurun tiap tahunnya.[6]

Klasifikasi

Bahasa Muna termasuk ke dalam rumpun bahasa Muna–Buton, yang merupakan cabang dari kelompok Celebik dari keluarga bahasa Austronesia.[7] Dalam rumpun Muna–Buton, bahasa Muna merupakan anggota terbesar dalam sub-cabang Munik, yang juga mencakup bahasa-bahasa yang lebih kecil, seperti bahasa Pancana, Kioko, Liabuku, Kaimbulawa, dan Busoa.[8][9]

Dialek

Burhanuddin (1979) menyebutkan bahwa bahasa Muna memiliki lima dialek yang terbagi lagi menjadi beberapa sub-dialek.[10]

  • Muna
    • Wuna
      • Bombonawulu
      • Mawasangka
    • Gu
      • Lakudo
    • Katobengke
    • Kadatua
    • Siompu

Perbedaan antara dialek-dialek ini kebanyakan terbatas pada kosakata, walaupun terdapat pula sedikit perbedaan fonologis.[11]

Fonologi

Konsonan

Fonem konsonan dalam bahasa Muna dijabarkan dalam tabel berikut:[12]

Konsonan
Labial Lamino-dental Alveolar Palatal Velar Uvular Glotal
Plosif nirsuara biasa p t (c) k
terpranasalisasi ᵐp ⁿt ᵑk
bersuara biasa b d̪ <dh> d (ɟ) g
terpranasalisasi ᵐb ⁿd ᵑg
Implosif ɓ <bh>
Frikatif nirsuara biasa f s h
terpranasalisasi ⁿs
bersuara ʁ <gh>
Sengau m n ŋ <ng>
Getar r
Lateral l
Aproksiman ʋ <w> (j) <y>

Catatan:

  • Fonem /ʋ/ direalisasikan sebagai aproksiman labiodental [ʋ] sebelum vokal takbulat (seperti /i/ dan /e/), dan sebagai aproksiman bilabial [β̞] sebelum vokal bulat (seperti /u/ dan /o/).[13]
  • Dalam ujaran yang cepat, deret bunyi /bu,pu,mbu,mpu/ dalam suku kata yang mendapat tekanan dapat diucapkan dengan bunyi getar sebagai [ʙu,ʙ̥u,mʙu,mʙ̥u].[14]
  • Pada kolom alveolar, /t/ dan /ⁿt/ sebetulnya merupakan konsonan apiko-dental (diucapkan dengan menempelkan ujung lidah ke gigi atas).[14]

Vokal

Terdapat lima fonem vokal dalam bahasa Muna: /a/, /i/, /u/, /e/, /o/.[15] Vokal-vokal ini dapat bergabung untuk membentuk deret bunyi dengan dua atau tiga vokal. Deret vokal dengan dua bunyi yang serupa direalisasikan sebagai vokal panjang, contohnya pada kata tuu [tu:] 'lutut'. Pada deret vokal dengan tiga bunyi, sebuah hentian glotal yang tidak fonemis dapat diselipkan setelah vokal pertama, contohnya pada kata nokoue [noko(ʔ)ue] 'ia berurat'.[16]

Struktur suku kata

Seperti banyak bahasa Sulawesi lainnya,[17] bahasa Muna hanya memiliki suku kata terbuka dengan pola KV (konsonan-vokal) dan V (vokal saja), seperti yang bisa dilihat dalam kaindea /ka.i.ⁿde.a/ 'perkebunan', padamalala /pa.da.ma.la.la/ 'serai', akumadiuandae /a.ku.ma.di.u.a.ⁿda.e/ 'akan kucuci [benda-benda tersebut] dengannya'.[18] Kata serapan dari bahasa Melayu/Indonesia dan bahasa lainnya akan diadaptasi ke dalam bentuk suku kata bahasa Muna: karadhaa /karad̪aa/ dari kata Melayu/Indonesia "kerja", kantori /kaⁿtori/ < "kantor" (dari bahasa Belanda kantoor), wakutuu /wakutuu/ < "waktu" (dari bahasa Arab waqt).[19]

Tata bahasa

Verba

Verba bahasa Muna mengalami infleksi berdasarkan modus dan persona gramatikal dari subjek dan objeknya. Persona dimarkahi secara nominatif-akusatif: awalan pemarkah persona menandai subjek dari verba transitif dan intransitif, sementara akhiran pemarkah persona menandai objek langsung dan tidak langsung dari verba.[20]

Terdapat tiga kelas verba yang masing-masingnya memiliki bentuk awalan pemarkah persona yang sedikit berbeda. Kelas-kelas verba ini dinamai berdasarkan bentuk awalan pemarkah persona pertamanya.[21]

kelas a- kelas ae- kelas ao-
realis irealis realis irealis realis irealis
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). a-a-ae-ae-ao-ao-
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). o-o-ome-ome-omo-omo-
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). to-ta-te-tae-to-tao-
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). no-na-ne-nae-no-nao-
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). do-da-de-dae-do-dao-
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). do- -Vmuda- -Vmude- -Vmudae- -Vmudo- -Vmudao- -Vmu
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). ta-ta-tae-tae-tao-tao-
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). o- -Vmuo- -Vmuome- -Vmuome- -Vmuomo- -Vmuomo- -Vmu
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). to- -Vmuta- -Vmute- -Vmutae- -Vmuto- -Vmutao- -Vmu
Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value)..Lua error in Modul:Interlinear at line 494: attempt to call method 'print' (a nil value). do-da-de-dae-do-dao-

Untuk verba kelas ae- dan ao-, pemarkahan modus cukup menggunakan awalan subjek yang sesuai:[22]

de-basa 'kita membaca' (realis) ~ dae-basa 'kita akan membaca' (irealis)
no-lodo 'dia tidur' (realis) ~ nao-lodo 'dia akan tidur' (irealis)

Untuk verba kelas a-, pemarkahan modus irealis harus mengikutsertakan sisipan <um>:

no-horo 'ia terbang' (realis) ~ na-h<um>oro 'ia akan terbang' (irealis)

Verba intransitif umumnya menggunakan prefiks kelas a- atau ao-. Secara umum, verba kelas a- merupakan verba intransitif dinamis, sementara verba kelas ao- merupakan verba intransitif statif.[23] Kecuali dalam beberapa kasus, verba transitif biasanya menggunakan prefiks kelas ae- jika memiliki objek taktakrif, tetapi menggunakan prefiks kelas a- jika memiliki objek yang takrif.[24]

ne-ala-mo kapulu 'Ia mengambil (sebuah) parang' (taktakrif, prefiks kelas ae-)
no-ala-mo kapulu-no 'Ia mengambil parangnya' (takrif, prefiks kelas a-)

Terdapat dua set akhiran untuk objek, masing-masingnya memarkahi objek langsung dan taklangsung.[25]

langsung taklangsung
1.sg -kanau-kanau
2.sg.fam -ko-angko
2.sg.hon -kaeta-kaeta
3.sg -e-ane
1.du./pl.incl ------
1.pl.excl -kasami-kasami
2.pl.fam -koomu-angkoomu
2.pl.hon -kaetaamu-kaetaamu
3.pl -da-anda

Penggabungan dua sufiks hanya dapat dilakukan antara sufiks-sufiks objek taklangsung dan sufiks objek taklangsung persona ketiga tunggal -e:[26]

a-ghumoli-angko-e 'akan kubelikan itu untukmu.'

Lihat pula

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Muna di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ Galat: Referensi dari Wikidata tidak dapat ditampilkan dengan benar. Detail teknis:
    • Alasan kegagalan {{Cite web}}: Referensi Wikidata mengandung properti nomor edisi (P393), yang tidak ditetapkan ke parameter mana pun dalam templat ini.
    • Alasan kegagalan {{Cite Q}}: Referensi Wikidata mengandung properti nomor edisi (P393), yang tidak ditetapkan ke parameter mana pun dalam templat ini.
    Lihat dokumentasi untuk informasi lebih lanjut.
  3. ↑ "Bahasa Muna". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  4. ↑ van den Berg (1989).
  5. ↑ van den Berg (1996).
  6. ↑ van den Berg, René (2014). "Juara Satu dan Dua: Membandingkan Situasi Kebahasaan Indonesia dan Papua Nugini". Linguistik Indonesia. 32 (2): 103–129.
  7. ↑ Mead (2003).
  8. ↑ van den Berg (2003), hlm. 90.
  9. ↑ Donohue (2004), hlm. 33.
  10. ↑ "Muna - Peta Bahasa". petabahasa.kemdikbud.go.id. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Diakses tanggal 28-02-2024.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  11. ↑ van den Berg (1989), hlm. 6–8.
  12. ↑ van den Berg (1989), hlm. 16.
  13. ↑ van den Berg (1989), hlm. 17–18.
  14. 1 2 van den Berg (1989), hlm. 17.
  15. ↑ van den Berg (1989), hlm. 20–21.
  16. ↑ van den Berg (1989), hlm. 25–27.
  17. ↑ Sneddon (1993).
  18. ↑ van den Berg (1989), hlm. 23–25, 180.
  19. ↑ van den Berg (1989), hlm. 37–40.
  20. ↑ van den Berg (1989), hlm. 50.
  21. ↑ van den Berg (1989), hlm. 52–57.
  22. ↑ van den Berg (1989), hlm. 57–58.
  23. ↑ van den Berg (1989), hlm. 55–56.
  24. ↑ van den Berg (1989), hlm. 59–63.
  25. ↑ van den Berg (1989), hlm. 68.
  26. ↑ van den Berg (1989), hlm. 71.

Daftar pustaka

  • Donohue, Mark (2004). "The pretenders to the Muna-Buton group". Dalam John Bowden; Nikolaus Himmelmann (ed.). Papers in Austronesian subgrouping and dialectology. Pacific Linguistics 563. Canberra: Australian National University. hlm. 21–35. doi:10.15144/PL-563.21.
  • Mead, David (2003). "Evidence for a Celebic supergroup". Dalam Lynch, John (ed.). Issues in Austronesian historical phonology. Pacific Linguistics 550. Canberra: Australian National University. hlm. 115–141. doi:10.15144/PL-550.115.
  • Sneddon, J. N. (1993). "The Drift Towards Final Open Syllables in Sulawesi Languages". Oceanic Linguistics. 32 (1): 1–44. JSTOR 3623095.
  • van den Berg, René (1989). A Grammar of the Muna Language. Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde. Vol. 139. Dordrecht: Foris Publications. ISBN 9781556713439. {{cite book}}: |location= and |place= ditentukan lebih dari satu kali
  • van den Berg, René (1996). Muna-English dictionary. Leiden: KITLV Press.
  • van den Berg, René (2003). "The place of Tukang Besi and the Muna-Buton languages". Dalam Lynch, John (ed.). Issues in Austronesian historical phonology. Pacific Linguistics 550. Canberra: Australian National University. hlm. 87–114. doi:10.15144/PL-550.87.

Bacaan lanjutan

  • van den Berg, René (1987). "Beberapa Aspek Morfologi Kata Kerja Bahasa Muna". Lontara. 34: 43–52.
  • van den Berg-Klingeman, Lydia (1987). "Klausa Relatif Bahasa Indonesia dan Bahasa Muna". Lontara. 34: 5–25.
  • van den Berg, René (1991a). "Muna Dialects and Munic Languages: Towards a Reconstruction". Dalam Ray Harlow (ed.). Western Austronesian and Contact Languages: Papers from the Fifth International Conference on Austronesian Linguistics. VICAL. Vol. 2. Auckland: Linguistic Society of New Zealand. hlm. 21–51.
  • van den Berg, René. "Muna historical phonology". Nusa. 33: 1–28.
  • van den Berg, René (2004). "Notes on the southern Muna dialect". Dalam John Bowden; Nikolaus Himmelmann (ed.). Papers in Austronesian subgrouping and dialectology. Pacific Linguistics 563. Canberra: Australian National University. hlm. 129–170. doi:10.15144/PL-563.129.
  • van den Berg, René (1995). "Forestry, Injections and Cards: Dutch loans in Muna". Dalam Connie Baak; Mary Bakker; Dick van der Meij (ed.). Tales from a Concave World: Liber Amicorum Bert Voorhoeve. Leiden: Projects Division Department of Languages and Cultures of South-East Asia and Oceania. hlm. 191–215.

Pranala luar

Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan