Minggu, 20 September 2026
15:39 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Bahasa Aceh

Bahasa Aceh

bahasa Aceh-Chamik yang mayoritas dituturkan oleh suku Aceh

Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Maret 2026)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Terjemahan}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
Bahasa Aceh
BPS: 0001 2
Bahsa/Basa Acèh • باس اچيه
250px-Bahsa_Aceh_%28EBAYD%2C_Husaini%2C_Jawoe%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bahsa Acèh ditulis dalam ejaan EBAYD, ejaan Husaini, dan abjad Arab (Jawoe)
Pengucapan[bahsaat͡ʃɛh]
Dituturkan diIndonesia
Malaysia
Wilayah
  • Aceh (Wilayah Otonom Indonesia)
  • Kedah (Negeri di Malaysia)
EtnisAceh
Penutur
3.500.000 (2000)[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[2]

  • 3.500.032 (2000)
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
Bentuk baku
Dialek
Status resmi
Bahasa resmi di
Indonesia
  • Aceh (bahasa ko-resmi bersama dengan bahasa Indonesia)[4]
Diatur olehBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
  • Balai Bahasa Provinsi Aceh
Kode bahasa
ISO 639-2ace
ISO 639-3ace
Glottologachi1257
IETFace
BPS (2010)0001 2
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Aceh diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6b ThreatenedBahasa Aceh dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [5][6][7]
Informasi penggunaan templat turunan
Sampel
Informasi berkas Video yang lain 
Dua orang penutur bahasa Aceh
Sampel teks
Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Aceh. (Teks)
Bandum ureuëng lahé deungon meurdéhka deungon martabat dan hak nyang saban. Ngon akai geuseumiké, ngon haté geumeurasa, mandum geutanyoë lagèë Syèëdara. Hak dan keumuliaan.
Terjemahan: 
Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
Sampel teks lainnya
Sampel suara
noicon
Lokasi penuturan
500px-Aceh_Language_Map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi penuturan Bahasa Aceh
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Aceh&revid=29786210&groups=_75e4e54bdb886823c0ea324abd91d65f8c9200f5&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Aceh&revid=29786210&groups=_75e4e54bdb886823c0ea324abd91d65f8c9200f5&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 3°54′N 96°36′E / 3.900°N 96.600°E / 3.900; 96.600 Sunting di Wikidata
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L B PW   
Uji coba Wikipedia bahasa IbanSunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Aceh (Endonim: Bahsa/Basa Acèh, Jawoë: باس اچيه, pengucapan dalam IPA: [bahsaat͡ʃɛh]) adalah sebuah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat Aceh yang terdapat di wilayah pesisir, sebagian pedalaman dan sebagian kepulauan di Aceh. Bahasa ini juga dituturkan oleh keturunan Aceh di beberapa wilayah Malaysia seperti di Distrik Yan, Kedah. Bahasa Aceh digunakan sebagai bahasa ko-resmi di provinsi Aceh, bersama dengan Bahasa Indonesia.[4] Bahasa Aceh termasuk dalam rumpun bahasa Chamik, cabang dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia, cabang dari rumpun bahasa Austronesia.[8]

Pengelompokan

Bahasa Aceh termasuk dalam kelompok bahasa Chamic, cabang dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia, cabang dari rumpun bahasa Austronesia. Bahasa-bahasa yang memiliki kekerabatan terdekat dengan bahasa Aceh adalah bahasa Cham, Roglai, Jarai, Rade dan 6 bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Chamic. Bahasa-bahasa lainnya yang juga berkerabat dengan bahasa Aceh adalah bahasa Melayu dan bahasa Minangkabau.[butuh rujukan]

Persebaran

Bahasa Aceh tersebar terutama di wilayah pesisir Aceh. Bahasa ini dituturkan mulai dari Manyak Payed, Aceh Tamiang di pesisir timur sampai ke Trumon, Aceh Selatan di pesisir barat.

Pesisir Timur Aceh

  1. Kota Sabang
  2. Banda Aceh
  3. Aceh Besar
  4. Pidie
  5. Pidie Jaya
  6. Bireuen
  7. Aceh Utara
  8. Lhokseumawe
  9. Aceh Timur (kecuali di 3 kecamatan, Serba Jadi, Peunaron and Simpang Jernih di mana bahasa Gayo dipakai)
  10. Langsa
  11. Aceh Tamiang, di kecamatan Manyak Payed

Pesisir barat Aceh

  1. Aceh Jaya
  2. Aceh Barat
  3. Nagan Raya
  4. Aceh Barat Daya (kecuali di kecamatan Susoh di mana bahasa Jamee dituturkan)
  5. Aceh Selatan (bercampur dengan bahasa Kluet dan bahasa Jamee)

Sejarah

250px-Languages_of_Northern_Sumatra_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penutur bahasa Aceh ditandai dengan kode bahasa ace (warna merah) yang terdapat di sepanjang pesisir Aceh.

Pada tahun 1931 pemerintah Hindia Belanda di Aceh menghendaki supaya bahasa Aceh dipergunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat, di samping bahasa Melayu yang sudah pernah digunakan sebelumnya. Namun para cendekiawan Aceh yang di antaranya terdiri dari beberapa tokoh ulee balang tidak menyetujui maksud pemerintah Hindia Belanda tersebut. Para cendekiawan Aceh menganggap usaha pemerintah itu akan mencegah berkembangnya bahasa Melayu di Aceh. Dengan demikian akan menghambat rakyat Aceh untuk mengerti bahasa tersebut yang amat diperlukan bagi pengembangan ekonomi mereka, dan dalam berhubungan dengan bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Namun, pemerintah Hindia Belanda di Aceh tetap bersikeras untuk melaksanakan rencana itu. Maka pada tanggal 1 Juli 1932, pemerintah Hindia Belanda menetapkan secara resmi pemakaian bahasa Aceh sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat sebagai pengganti bahasa Melayu kecuali di beberapa daerah yang tidak dihuni oleh etnis Aceh.

Meskipun bahasa Aceh telah ditetapkan sebagai bahasa pengantar sejak tanggal l Juli 1932, tetapi bahasa Melayu pada beberapa sekolah masih tetap digunakan. Menurut laporan umum pemerintah Hindia Belanda tentang pendidikan di Aceh pada tahun 1933 dan tahun 1934, masih terdapat 88 buah sekolah rakyat yang berada di kota-kota besar di Aceh yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar, dan yang lainnya (sebanyak 207 buah) telah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantar. Sekolah yang telah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantar yaitu Langsa 16 sekolah, Lhok Seumawe 60 sekolah, Sigli 42 sekolah, Kutaraja 42 sekolah, Meulaboh 30 sekolah dan Tapak Tuan 17 sekolah. Sedangkan sekolah-sekolah yang tetap menggunakan bahasa Melayu yaitu Langsa 38 sekolah, Lhok Seumawe 5 sekolah, Sigli 6 sekolah, Kutaraja 7 sekolah, Meulaboh 1 sekolah dan Tapak Tuan 34 sekolah.

Menurut J. Jongejans yang menjabat sebagai residen di Aceh sejak 5 Maret 1936 hingga bulan September 1938, pada tahun 1939 dari 328 buah jumlah sekolah rakyat yang terdapat di seluruh Aceh, 210 buah di antaranya telah menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa bantu/pengantar di sarnping bahasa Melayu.[9]

Literatur

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Handgeschreven_boek_in_Acehs_schrift_TMnr_2454-4a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hikayat Prang Sabi

Sampai saat ini manuskrip berbahasa Aceh tertua yang dapat ditemukan berasal dari tahun 1069 H (1658/1659 M) yaitu Hikayat Seuma'un.[10]

Sebelum penjajahan Belanda (1873–1942), hampir semua literatur berbahasa Aceh berbentuk puisi dalam bentuk hikayat atau nazam. Sedikit sekali yang berbentuk prosa dan salah satunya adalah Kitab Bakeu Meunan yang merupakan terjemahan kitab Qawaa'id al-Islaam.[11]

Setelah kedatangan Belanda barulah muncul karya tulis berbahasa Aceh dalam bentuk prosa yaitu pada tahun 1930-an, seperti Lhee Saboh Nang yang ditulis oleh Aboe Bakar dan De Vries.[12] Setelah itu barulah bermunculan berbagai karya tulis berbentuk prosa tetapi demikian masih tetap didominasi oleh karya tulis berbentuk hikayat.

Ensiklopedia pertama dalam bahasa Aceh yaitu Wikipedia bahasa Aceh diluncurkan pada 12 Agustus 2009.[13][14]

Terjemah Al-Quran berbahasa Aceh dalam bentuk prosa diterbitkan oleh Kementerian Agama pada tanggal 13 Desember 2018.[15]

Sampai saat ini belum ada surat kabar yang diterbitkan dalam bahasa Aceh. Pada tahun 2020 diluncurkan majalah berbahasa Aceh untuk pertama kalinya, yaitu Majalah Neurôk. Penerbitan ini digagas oleh seorang budayawan Aceh yaitu Ayah Panton.[16]

Google Translate menambahkan fitur terjemahan bahasa Aceh pada 27 Juni 2024.[17]

Dialek

250px-Aceh_Dialects_Map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta dialek bahasa Aceh.
  Aceh Utara (Bireuen, Pasè, Peureulak)
  Pidie
  Daya
  Aceh Barat (Meulaboh, Seulatan)

Setidaknya terdapat sepuluh dialek bahasa Aceh: Pasè, Peusangan, Matang, Pidië, Buëng, Banda, Daya, Meulabôh, Seunagan, dan Tunong.[18]

Setidaknya ada tiga dialek besar: Baet Lambuot, Mesjid Punteut dan Panthe Ketapang.[19] Dialek Baet Lambuot digunakan di Kabupaten Aceh Besar.[20] Dialek Mesjid Punteut dituturkan di Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.[21] Dialek Panthe Ketapang dituturkan di Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.[21]

Dialek Geografis: Aceh Besar,[22][23] Pidie,[22][23] Peusangan,[22] Pasai,[22] Aceh Timur (Aceh Timur)[22][23] dan Aceh Barat (Aceh Barat),[22][23] Aceh Utara (Aceh Utara),[23] Bireun,[23] Aceh Jaya

Dialek pantai barat: Tunong, Seunagan, Meulabôh, Daya.[24]

Dialects
Acehnese
Banda AcehAceh Besar dialects

Banda Aceh dialect

Aceh Besar dialect

West coast dialects

Tunong dialect

Seunagan dialect

Meulabôh dialect

Daya dialect

North Aceh dialects

Peusangan dialect

Dialects

Fonologi

Artikel utama: Fonologi bahasa Aceh

Berikut adalah fonem-fonem bahasa Aceh.

Vokal[25]
Depan Tengah Belakang
mulut sengau mulut sengau mulut sengau
Tertutup iĩ ɨɨ̃ uũ
Tengah tertutup eɛ̃ əʌ̃ oɔ̃
Tengah terbuka ɛ ʌ ɔ
Terbuka a ã

Vokal biasanya berada di pasangan mulut/sengau, meskipun hanya ada tiga vokal sengau pertengahan dan ada vokal oral pertengahan yang jumlahnya dua kali lebih banyak. /ʌ/ tidak benar-benar di tengah, meskipun ditampilkan di sini karena alasan estetika. Demikian pula, /ɨ/ juga ditampilkan sebagai ([ɯ] yang lebih ke belakang.[butuh rujukan] Selain vokal monoftong di atas, bahasa Aceh juga memiliki 5 diftong oral, masing-masing dengan pasangan sengau:[25]

  • /iəɨəuəɛəɔə/
  • /ĩəɨ̃əũəɛ̃əɔ̃ə/
Konsonan[26]
Bibir Rongga-gigi Langit-langit Langit-langit
belakang
Celah suara
Sengau m n ɲ ŋ
Letup p b t d c ɟ k g ʔ
Desis s ʃ h
Hampiran w l j
Getar r

/s/ adalah alveodental laminal. /ʃ/ secara teknis berupa post-alveolar tetapi dikelompokkan dalam kolom langit-langit untuk alasan estetika.

Sistem penulisan dan ejaan

Artikel utama: Ejaan Bahasa Aceh
250px-Ie_Beuna_Narit_Aceh.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rambu peringatan tsunami dalam bahasa Indonesia dan bahasa Aceh, menggunakan ejaan EBAYD.
250px-Jeurat_Hasan_Tiro_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah spanduk memperingati kematian Hasan di Tiro dalam bahasa Aceh, menggunakan ejaan Husaini.

Sejak kolonialisasi Belanda, bahasa Aceh ditulis menggunakan aksara Latin, walau belum ada konsensus maupun peraturan mengenai standar ejaan bahasa Aceh yang resmi.[27][28] Pada awalnya, bahasa Aceh menggunakan aksara Arab yang disebut dengan "Jawoe" atau aksara Jawi dalam bahasa Melayu.[29][30]

Pada saat ini, ada dua standar ejaan yang kerap dipakai, Ejaan Bahasa Aceh Yang Disempurnakan (EBAYD) dan Husaini.[31]

EBAYD, yang juga dikenal sebagai ejaan Unsyiah,[32] ialah standar pengejaan bahasa Aceh de facto, ia adalah pengejaan yang digunakan dalam kamus, edukasi, dan media lainnya.[33][34][35] Ejaan Husaini, yang juga dikenal sebagai ejaan GAM,[32] ialah standar pengejaan bahasa Aceh yang kerap digunakan oleh anggota/mantan dan pendukung GAM.[36][37]

Kedua ejaan tersebut didasarkan oleh sistem pengejaan yang digunakan oleh Snouck Hurgronje, yang menggunakan alfabet bahasa Prancis untuk mengeja bahasa Aceh.[38] Karena itu, ejaan bahasa Aceh yang memiliki tanda diakritik kerap dijuluki sebagai ejaan Snouck.[39] EBAYD juga didasarkan oleh ejaan EYD, sedangkan ejaan Husaini didasarkan oleh Ejaan Republik.

Bahasa Aceh mempunyai 25 huruf, ia menggunakan alfabet Latin standar dengan penambahan huruf é, è, ö, dan ô. Huruf ë hanya digunakan dalam ejaan Husaini, ia ditulis sebagai e dalam EBAYD.[40][41] Huruf f, q, v, x, dan z hanya digunakan dalam kata serapan. Untuk menunjukkan bunyi konsonan yang dihembuskan, bahasa Aceh menambahkan huruf h setelah huruf konsonan.[42][43] Untuk menunjukkan bunyi vokal yang disengaukan, bahasa Aceh menambahkan apostrof sebelum huruf vokal.[44]

IPA EBAYD Husaini   IPA EBAYD Husaini   IPA EBAYD Husaini
/a/ A a /l/ L l Digraf
/b/ B b /m/ M m /ɯ/ Eu eu
/c/ C c Tj tj /n/ N n /ŋ/ Ng ng
/d/ D d /ɔ/ O o /ɲ/ Ny ny Nj nj
/ə/ E e E e /o/ Ô ô Lainnya
Ë ë /ʌ/ Ö ö /◌̃/
/e/ É é /p/ P p Untuk kata serapan
/ɛ/ È è /r/ R r /f/ F f
/ɡ/ G g /s/ S s /q/ Q q
/h/ H h /t/ T t /v/ V v
/i/ I i /u/ U u /z/ Z z
/ɟ/ J j Dj dj /w/ W w /x/ Kh kh
/k/, /ʔ/ K k /j/ Y y J j /ʃ/ Sy sy Sj sj

Sastra

Berikut adalah daftar beberapa karya sastra terkenal dalam bahasa Aceh:

  • Hikayat Prang Sabi
  • Hikayat Malem Diwa
  • Hikayat Sultan Aceh Meureuhom (Sultan Iskandar Muda)
  • Hikayat Banun Setia
  • Hikayat Putroe Meulue
  • Hikayat Meurah Silu
  • Hikayat Putroe Lindong Buleuen
  • Hikayat Banta Amat Ngon Nahuda Seukeum
  • Hikayat Aulia Tujoh
  • Hikayat Prang Aceh
  • Hikayat Pocut Muhammad
  • Hikayat Prang Cut Ali
  • Hikayat Putroe Ijo
  • Hikayat Peureudan Ali
  • Hikayat Nun Parisi
  • Hikayat Nabi Ibrahim
  • Hikayat Nabi Yusuf
  • Hikayat Nabi Musa
  • Hikayat Nubeuet Nabi
  • Hikayat Tajul Muluk
  • Hikayat Ranto Ngon Hikayat Teungku di Meukek
  • Hikayat Raja Bada
  • Haba Amat Rhang Manyang
  • Haba Putroe Neng
  • Haba Magasang dan Magaseueng [45]

Contoh

  • Peue haba? = Apa kabar?
  • Haba gèt = Kabar baik.
  • Lôn piké geutanyoë han meureumpök lé = Saya kira kita takkan bersua lagi.
  • Lôn jép ië u muda = Saya minum air kelapa muda.
  • Agam ngön inöng = pria dan wanita
  • Lôn = saya
  • Kah, droë, Gata = kamu, anda
  • H'an = tidak
  • Na = ada
  • Pajôh = makan
  • Jih, dijih, gobnyan = dia, dia
  • Ceudah that gobnyan. = Cantik/Tampan sekali dia.
  • Lôn meu'en bhan bak blang thô. = Saya bermain bola di sawah kering.

Galeri

  • Hikayat Akhbarul Karim
    Hikayat Akhbarul Karim
  • Hikayat Banta Beuransah
    Hikayat Banta Beuransah

Referensi

Catatan kaki

  1. Ethnologue
  2. https://www.ethnologue.com/language/ace. {{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. Implementasi Komunikasi Politik Dalam Pemilihan Geuchik Di Kemukiman Pameu Kabupaten Aceh Tengah (Tesis) (dalam bahasa Inggris). 2019-09-06.
  4. 1 2 "Qanun Aceh Tentang Bahasa Aceh". Qanun No. 10 Tahun 2022. Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.
  5. "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  7. "Bahasa Aceh". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  8. Riris Tiani (Mei 2018). "Korespondesi Bunyi Bahasa Aceh dan Bahasa Gayo". Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra. 13 (2). ISSN 0216-535X.
  9. Sufi, Rusdi (1998). Gerakan Nasionalisme di Aceh (1900–1942). Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh. hlm. 19–21. ISBN 979-95312-4-1.
  10. Durie, Mark. 1996. Framing the Acehnese Text: Language Choice and Discourse Structures in Aceh
  11. Hikayat Aceh Telah Mati
  12. Thurgood, Graham.2007.The Historical Place of Acehnese:The Known and the Unknown Diarsipkan 2010-07-13 di Wayback Machine.
  13. Redaksi (2009-08-13). "Akhirnya, Wikipedia Berbahasa Aceh Lahir". ACEHKITA.COM (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-11-24.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  14. Redaksi (2024-08-13). "12 Agustus jadi Hari Kelahiran Wikipèdia bahsa Acèh". www.seputaraceh.com. Diakses tanggal 2024-11-24.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  15. "Kemenag Luncurkan Alquran Terjemah Bahasa Aceh". uin.ar-raniry.ac.id. Diakses tanggal 2024-11-24.
  16. Dani, Subur (2020-10-14). "Neurok, Majalah Berbahasa Aceh Pertama Diluncurkan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-10-25.
  17. Terjemahan Bahasa Aceh Sudah Tersedia di Google Translate
  18. Sulaiman, B. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Aceh di Aceh. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |tahun= diabaikan
  19. Tim Balai Bahasa Banda Aceh (2012). Inilah Bahasa-Bahasa di Aceh (PDF). Banda Aceh: Pusat Bahasa Banda Aceh. hlm. 22–23.
  20. Templat:Itation
  21. 1 2
  22. 1 2 3 4 5 6 Sulaiman, Budi. Bahasa Aceh (PDF). Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. hlm. 4.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |tahun= diabaikan
  23. 1 2 3 4 5 6 Templat:Mengutip skripsi
  24. https://bahasaaceh.com/wp-content/uploads/2008/11/ejaan-bahasa-aceh.pdf.{{cite book}}: |title= tidak ada atau kosong; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |lokasi=; Parameter tidak dikenal |halaman= diabaikan; Parameter tidak dikenal |judul= diabaikan; Parameter tidak dikenal |pertama= diabaikan; Parameter tidak dikenal |tahun= diabaikan; Parameter tidak dikenal |terakhir= diabaikan
  25. 1 2 Al-Harbi & Al-Ahmadi (2003)
  26. Al-Harbi & Al-Ahmadi (2003)
  27. Sakti, Teuku Abdullah. "Ejaan Bahasa Aceh Siapa Peduli?". Serambinews.com. Diakses tanggal 2026-03-28.
  28. Irnanda, Septhia. "Bahasa Aceh; Ejaan Sakit dan Kematian Bahasa". Serambinews.com. Diakses tanggal 2026-03-29.
  29. Bania, Allif Syahputra; Akob, Bachtiar (2025). "Preserving the Jawi script in Aceh: Assessing literacy, cultural heritage, and modern paradigm challenges". Journal of USK: 1.
  30. Daud 1997, hlm. 156.
  31. Ahyar, Juni; Ibrahim, Mohd Yusri; Yunus, Saifuddin (2024-12-13). Bahasa & Budaya Aceh sebagai Identitas Bangsa Catatan Unik & Aktual Ihwal Masalah-Masalah Kebahasaan. Ganesha Kreasi Semesta. ISBN 978-634-7043-33-7.
  32. 1 2 Ahyar, Juni; Ibrahim, Mohd Yusri; Yunus, Saifuddin (2024-12-13). Bahasa & Budaya Aceh sebagai Identitas Bangsa Catatan Unik & Aktual Ihwal Masalah-Masalah Kebahasaan. Ganesha Kreasi Semesta. ISBN 978-634-7043-33-7.
  33. Bakar, Aboe; Sulaiman, Budiman; Hanafiah, M. Adnan; Ibrahim, Zainal Abidin; Syarifah H., Syarifah H. (1995). Kamus Aceh Indonesia 1. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm. vii.
  34. Durie 1985a, hlm. 26.
  35. Wildan 2010, hlm. 5.
  36. "Instruksi PJ Gubernur Soal Penggunaan Bahasa Aceh di Lingkungan Pemerintah Dinilai Gegabah »". dialeksis.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-29.
  37. Angen, Thayeb Loh (2018-02-18). "Bahasa Aceh di Steemit, Standar Penulisan GAM atau Standar Unsyiah?". Steemit. Diakses tanggal 2026-03-28.
  38. Daud 1997, hlm. 173.
  39. Abubakar, S. Pd berkata (2016-05-04). "Cara Menulis Tanda Diakritik dalam Bahasa Aceh". portalsatu.com. Diakses tanggal 2025-07-10.
  40. Daud 1997, hlm. 180.
  41. Wildan 2010, hlm. 8–13.
  42. Bakar, Aboe; Sulaiman, Budiman; Hanafiah, M. Adnan; Ibrahim, Zainal Abidin; Syarifah H., Syarifah H. (1995). Kamus Aceh Indonesia 1. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm. vii.
  43. Durie 1985, hlm. 27.
  44. Durie 1984, hlm. 10.
  45. tengkuputeh (2017-12-15). "HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH". Tengkuputeh (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-23.

Daftar pustaka

Pranala luar

Lihat entri bahasa aceh di kamus bebas Wikikamus.
Aceh
Chamik Pesisir
Chamik Dataran Tinggi
Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol 2 Bahasa isyarat 3 Bahasa isolat 4 Bahasa Pidgin 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan