Senin, 21 September 2026
04:48 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Nazam

Nazam adalah salah satu karya sastra membudaya turun-menurun yang merupakan salah satu bagian dari persajakan Aceh dan Gayo yang umumnya ditulis dan dibaca secara berirama. Nazam ini umumnya sarat akan nuansa nilai-nilai spiritualitas (khususnya religi keislaman). Bahkan hampir semua nazam Aceh memaparkan tentang petuah-petuah keagamaan, hukum, sejarah, moral, dan adat etnis Aceh yang bersendikan agama.

Ciri-ciri

Karakteristik nazam yang membedakan dari karya sastra lainnya ialah nazam umumnya terdiri atas dua belas larik, berima dua-dua, ataupun empat-empat. Isinya biasanya cenderung mengenai suatu kisah, anjuran, dan sebagainya.

Contoh bait

Berikut merupakan contoh-contoh bait dari nazam:

Aceh

bahasa AcehArti dalam bahasa Indonesia
Leupah that susah watéé mak kandöng.

Dari buleuen phön hingga kuluwa.
Ban lahéé sinyak neuwa ngon neucöm neuikat ayön neudoda gata.
Poma meupantön peuayön gata.

Begitu susah ibu mengandung.

Dari bulan pertama hingga melahirkan.
Ketika lahir beliau peluk dan cium.
Memasang ayunan meninabobokan kamu.
Ibu berpantun saat meninabobokan kamu.

bahasa AcehArti dalam bahasa Indonesia
Mate mate geutanyoe mate.

Koen udeep sabee sinoe di donya.
Nyoe gampong donya teumpat singgahan.
Akhirat taulan yang keukai baka.

Mati mati kita akan mati.

Tidak hidup selamanya di dunia.
Dunia hanyalah tempat singgahan.
Akhirat taulan tempat hidup kekal.

Sejarah

Asal-usul

Berdasarkan sejarahnya, nazam dipercayai berasal dari wilayah Persia yang disebarkan oleh orang-orang Parsi (komunitas atau pengikut Zoroaster) ke wilayah Aceh di sebelah ujung utara pulau Sumatra sejak zaman kuno jauh sebelum ajaran Muhammadinisme (atau kini disebut Islam) muncul.

Perkembangan zaman modern

Pada abad ke-21, pemerintahan Republik Indonesia melalui Balai Bahasa Provinsi Aceh melakukan penggiatan revitalisasi nazam yang dianggap sebagai salah satu karya sastra penting bagi masyarakat etnis Aceh dan Gayo khususnya dalam bidang pengetahuan agama.

Referensi

Bagian dari seri tentang
Budaya Indonesia
250px-Indonesian_Culture.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mitologi dan cerita rakyat
Musik dan seni pertunjukan
Situs bersejarah
Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan