Sabtu, 03 Oktober 2026
23:56 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Bahasa Batak Mandailing

Bahasa Batak Mandailing

bahasa Batak yang dituturkan oleh orang Batak Mandailing

Bagikan:
Bahasa Mandailing
BPS: 0019 5
Saro Mandailing
Dituturkan diIndonesia
WilayahSumatera Utara bagian selatan
EtnisSuku Mandailing Mandailing
Penutur
(1,1 Juta per 2000)[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[2]

  • 1.100.000
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Batak, Latin
Kode bahasa
ISO 639-3btm
Glottologbata1291
IETFbtm
BPS (2010)0019 5
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6b ThreatenedBahasa Batak Mandailing dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [3]
Lokasi penuturan
500px-Batak_languages_id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta persebaran rumpun bahasa Batak di Sumatra bagian utara. Wilayah persebaran utama bahasa Batak Mandailing ditandai dengan warna ungu muda dan diberi label dengan kode ISO 639-3 "btm".
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Batak_Mandailing&revid=30021590&groups=_21c5078655d1cd16b93ae97f917bc218e3579600&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Batak_Mandailing&revid=30021590&groups=_21c5078655d1cd16b93ae97f917bc218e3579600&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 0°51′36″N 99°54′0″E / 0.86000°N 99.90000°E / 0.86000; 99.90000 Sunting di Wikidata
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Uji coba Wikipedia bahasa IbanSunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

16.24, Jumat, 2 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Mandailing[4] adalah bahasa yang terdapat di Sumatera Utara bagian selatan, Sumatera Barat dan Riau bagian utara. Bahasa Mandailing termasuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia dan ada kedekatan dari rumpun bahasa Batak.

Bahasa Mandailing Julu dan Mandailing Godang dengan pengucapan yang lebih lembut lagi dari bahasa Batak Angkola, bahkan dari bahasa Batak Toba. Mayoritas penggunaannya di daerah Kabupaten Mandailing Natal, tetapi tidak termasuk bahasa Natal (bahasa Minang), walaupun pengguna bahasa Natal berkerabat (seketurunan) dengan orang-orang Kabupaten Mandailing Natal pada umumnya.

Sementara itu, bahasa Mandailing Padang Lawas (Padang Bolak) dipakai di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara dan Padang Lawas. Di Pasaman, Pasaman Barat, Sumatera barat dan Rokan Hulu, Riau, bahasa Mandailing mempunyai variasi tersendiri contohnya Di Ujung Gading, Orang Mandailing Menggunakan Bahasa Melayu {Perpaduan Mandailing dan Minang Misal: Kata "Umak" (Ibu) }, Di wilayah Asahan, Batu Bara, dan Labuhanbatu, orang-orang Mandailing umumnya memakai bahasa Melayu Pesisir Timur.

330px-Manuscript_in_Mandailing-Batak_language%2C_southern_Sumatra%2C_probably_before_early_1800s_-_Robert_C._Williams_Paper_Museum_-_DSC00365.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Surat Tulaktulak, aksara Mandailing sebelum 1800an

Sastra Mandailing

Kesusasteran Mandailing klasik

Seni sastra Mandailing ditularkan melalui tradisi yang khas, misalnya melalui medium berikut:[5]

1. Marturi Tradisi bercerita dalam konteks sosial Mandailing yang dilakukan secara verbal. Cerita ditularkan secara turun-temurun. Plot menggunakan alur maju dan banyak memuat ajaran tentang budi pekerti.

2. Ende Ungut-ungut Dibedakan atas temanya. Ende merupakan ungkapan hati, ekspresi kesedihan karena berbagai hal, misalnya kesengsaraan hidup karena kematian, ditinggalkan, dan lain-lain. Selain itu juga berisi pengetahuan, nasihat, ajaran moral, sistem kekerabatan, dan sebagainya. Ende ungut-ungut menggunakan pola pantun dengan persajakan ab-ab atau aa-aa. Sampiran biasanya banyak mengadopsi nama tumbuhan, karena adanya bahasa daun.

Contoh:


Bahasa Mandailing
tu sigama pe so lalu
madung donok tu Ujung Gading
di angan-angan pe so lalu
laing tungkus abit partinggal


Bahasa Indonesia
Ke Sigama pun tidak sampai
Sudah dekat ke Ujung Gading
Yang di angankanpun tidak sampai
Tetap tersimpan kain kenangan

Masa kolonial

Beberapa tonggak sastra yang berkembang pada masa kolonial antara lain:

  1. “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” (Terjemahan). Padang: Van Zadelhoff and Fabritius (1865)
  2. “Leesboek van W.C. Thurn in het Mandhelingsch Vertaald.” Batavia: Landsdrukkerij. (1871)
  3. “Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk.” (1872)
  4. “Taringot di Ragam-ragam ni Parbinotoan dohot Sinaloan ni Alak Eropa.” Naskah ini diadaptasi dari buku “Ceritera Ilmu Kepandaian Orang Putih” yang ditulis oleh Abdullah Munsyi, seorang sastrawan dan ahli tata bahasa Melayu. (1873)
  • Soetan Martua Raja (Siregar). Ia lahir dari keluarga aristokrat di Bagas Lombang Sipirok, berpendidikan HIS, sekolah elite di Pematang Siantar. Karyanya adalah:
  1. “Hamajuon” (Bahan Bacaan Sekolah Dasar)
  2. “Doea Sadjoli: Boekoe Siseon ni Dakdanak di Sikola.” (1917). Buku ini menimbulkan daya kritik terhadap pemikiran anak-anak. Ditulis dengan aksara Latin (Soerat Oelando) yang relatif mengembangkan pedagogik sekuler. Buku ini mengadopsi poda, semacam storyteller yang berisi petuah, ajaran moral dalam konteks tingkat berpikir anak-anak.
  3. “Ranto Omas” (Golden Chain), 1918.
  • Soetan Hasoendoetan (Sipahutar), penulis novel dan jurnalis. Karya-karyanya:
  1. Turi-Turian (cerita bertutur, mengisahkan hubungan interaksi antara manusia dengan penguasa langit)
  2. “Sitti Djaoerah: Padan Djandji na Togoe.” (1927-1929), sebuah serial berbahasa Angkola Mandailing yang dimuat secara berantai dalam 457 halaman. Serial ini dimuat di mingguan “Pustaha” yang terbit di Sibolga. Kisah ini diyakini menjadi alasan pembaca membeli surat kabar tersebut. Serial ini mengadopsi cerita-cerita epik, turi-turian, dan berbagai terminologi sosial masyarakat Angkola-Mandailing dan ditulis dengan gaya bertutur novel. Ini selaras dengan berkembangnya berbagai novel berbahasa Melayu yang dipublikasikan pemerintah kolonial. Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, masa ini dikenal dengan masa Angkatan Balai Pustaka atau Angkatan 20-an. Soetan Hasundutan mengatakan bahwa ia menulis novel roman ini karena terinspirasi dengan novel “Siti Nurbaja” (Marah Rusli, 1922) yang sangat populer ketika itu.
  3. “Datoek Toengkoe Adji Malim Leman.” (1941), terbitan Sjarief, Pematang Siantar.
  • Mangaradja Goenoeng Sorik Marapi, menulis buku “Turian-turian ni Raja Gorga di Langit dohot Raja Suasa di Portibi.” Buku ini diterbitkan Pustaka Murni Pematang Siantar bertajuk tahun 1914.
  • Sutan Pangurabaan. Karyanya, “Ampang Limo Bapole.” (1930), “Parkalaan Tondoeng” (1937), “Parpadanan” (1930), dan sebuah buku berbahasa Melayu “Mentjapai Doenia Baroe” (1934). Di samping buku-buku yang ditulis Willem Iskander, buku-bukunya juga menjadi buku bacaan untuk sekolah-sekolah masa kolonial.
  • Soetan Habiaran Siregar menggali bahasa, tari-tarian, dan lagu yang berasal dari Angkola-Mandailing. Ia menulis beberapa turi-turian, antara lain: “Turi-turian ni Tunggal Panaluan”, “Panangkok Saring-Saring tu Tambak na Timbo” (1983), dan lain-lain. Selain itu, ia juga membuat komposisi lagu yang dibuat menggunakan komposisi beat berirama cha-cha.

Selain sastra berbahasa Mandailing Angkola tersebut, penting dicatat tumbuhnya sastra Indonesia yang berbahasa Melayu tetapi dengan mengadopsi warna lokal. Misalnya novel “Azab dan Sengsara” (1921) yang ditulis Merari Siregar. Novel ini mengangkat kontekstual adat dan budaya semacam kawin paksa, harta warisan, hubungan kekerabatan, dan tradisi lokal Mandailing-Angkola.[5]

Kontemporer

Sastra Mandailing kontemporer tidak lagi berkembang sejak pra-kemerdekaan, karena berubahnya kurikulum pendidikan yang memakai bahasa Nasional dengan sendirinya mengikis pemakaian bahasa Mandailing.[5]

Entertainment

Sastra dalam lirik lagu dan drama musikal berbahasa Mandailing antara lain:

  • Drama musikal tahun 1970-an dalam kepingan tape kaset recorder.
  • Drama "Sampuraga namaila marina".
  • Album lagu Mandailing dalam kepingan vcd periode awal.
  • Album lagu Tapsel, Madina, Palas dan Paluta.[5]

Ragam bahasa

Berdasarkan klasifikasi bahasa yang ditawarkan Slamet Mulyana, bahasa Mandailing termasuk rumpun bahasa Austronesia. Pangaduan Lubis ada mengemukakan bahwa di dalam bahasa Mandailing terdapat lima ragam bahasa yang masing-masing kosakatanya berbeda satu sama lain yaitu:[6]

  1. Hata somal yaitu ragam bahasa yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Hata andung yaitu ragam bahasa sastra yang dipakai dalam tradisi mangandung (meratap) pada upacara adat perkawinan atau kematian.
  3. Hata teas dohot jampolak yaitu ragam bahasa yang dipakai dalam pertengkaran atau mencaci maki.
  4. Hata si baso yaitu ragam bahasa yang digunakan khusus oleh si baso (tokoh shaman) atau datu.
  5. Hata parkapur yaitu ragam bahasa yang digunakan orang Mandailing pada masa lalu ketika mereka mencari kapur barus.[7]

Contoh kosakata:

Bahasa IndonesiaHata somalHata andungHata teasHata si basoHata parkapur
MataMataSimanyolongLoncot-
Daun sirihBurangirSimanggurak-Situngguk
HarimauBabiat---Ompungi/Namaradati

Di masa lalu orang Mandailing juga memiliki satu alat komunikasi atau jenis bahasa tertentu yang disebut Hata bulung-bulung (bahasa dedaunan) semacam daun lontar. Bahasa ini bukanlah berupa lambang bunyi melainkan menggunakan daun tumbuhan sebagai perlambangnya.[6][8]

Kalimat pertanyaan

Bahasa IndonesiaBahasa Mandailing
ApaAha
BagaimanaSongondia/Biadoma
BerapaSadia
Di manaIdia
KemanaTudia
Dari manaTingondia/Ngundia
ManaIdia
SiapaIse
MengapaAsi
KapanAndigan
KenapaMaoa/Mangoa

Kalimat petunjuk

Bahasa IndonesiaBahasa Mandailing
IniOn/Onbo
ItuAdun/Adunbo
SiniTuson
SituTusi
SanaSodun

Marsipoda

SayaAu
KamuHoma
DiaIa
MerekaAlai

Silsilah keluarga

Bahasa IndonesiaBahasa Mandailing
KakekOmpung godang
NenekOmpung Menek
AyahAmang
IbuInang
Anak laki-lakiAnak
Anak PerempuanBoru
KakakAngkang
AdikAnggi
Paman (pihak ayah) Uda'
Istri Paman (pihak ayah)Nanguda'/Inanguda'
Paman (pihak Ibu) Tulang/mamak
istri Paman (pihak Ibu)Nantulang/Inangtulang
Bibi Bouk (pihak ayah) Ujing/Etek (pihak ibu)
Sepupu (laki-laki)Kahanggi
Sepupu (perempuan)iboto/ito
Istri/Suami SaudaraIpar
Suami dari Adik/Kakak IstriPariban
Anak Saudara (laki-laki)Anak
Anak Saudara (perempuan)Bere
CucuPahoppu

Bacaan lebih lanjut

  • (Inggris) Adelaar,Alexande,The Austronesian Languages of Asia and Madagascar:A Historical perspective;The Austronesian languages of Asia and Madagascar,pp 2005,ISBN 0-7007-1286-0
  • (Indonesia) Siregar,Ahmad Samin,Kamus Bahasa Angkola/Mandailing Indonesia,Jakarta:Pusat Pembinaan Pengembangan Bahasa,Departemen Pendidikan dan Kebuydayaan,1997

Referensi

  1. ↑ Bahasa Mandailing di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ http://www.ethnologue.com/language/btm. {{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. ↑ "Bahasa Batak Mandailing". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  4. ↑ Medan makna aktivitas tangan dalam bahasa Mandailing Badan Bahasa Kemdikbud.go.id
  5. 1 2 3 4 Askolani Nasution (27 Januari 2014). "Kesusatraan Mandailing". www.jendelasastra.com.
  6. 1 2 Edi Nasution (2007). "Bahasa Mandailing". Tulilla, Muzik bujukan Mandailing. Arecabooks. hlm. 31. ISBN 9789834283445.{{cite book}}: |editor-first= tidak memiliki |editor-last=
  7. ↑ Basyral Hamidy Harahap (17 november 2018). "Mengenal Bahasa Mandailing-bagian 1". www.mandailingonline.com.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ Basyral Hamidy Harahap (21 November 2016). "Mengenal Bahasa Mandailing-bagian 4". www.mandailingonline.com. Diakses tanggal 11 maret 2018.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan