Senin, 19 Oktober 2026
21:37 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Bahasa Ekari

bagian dari rumpun bahasa Papua

Bagikan:
Bahasa Ekari
BPS: 0931 6
Ekagi, Kapauku, Mee
Dituturkan diIndonesia
WilayahPapua Tengah
EtnisMee
Penutur
(100.000 per 1987)[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Kode bahasa
ISO 639-3ekg
Glottologekar1243
IETFekg
BPS (2010)0931 6
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C5 DevelopingBahasa Ekari dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [2]
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

02.57, Minggu, 18 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.636 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Ekari (juga disebut sebagai bahasa Ekagi, Kapauku, atau Mee) merupakan sebuah bahasa Trans–Nugini yang dituturkan di wilayah pegunungan Provinsi Papua Tengah, terutama di Kabupaten Paniai. Penuturnya berjumlah sekitar 100.000 orang.[1]

Klasifikasi

Bahasa Ekari termasuk ke dalam rumpun bahasa Danau Paniai yang dipertuturkan di wilayah sekitaran tiga danau besar: Paniai, Tage dan Tigi, yang secara kolektif juga disebut sebagai Wisselmeren.[1][3][4] Rumpun bahasa Danau Paniai merupakan satu di antara beberapa subkelompok yang status keanggotaanya pada rumpun bahasa Trans–Nugini (TNG) dianggap relatif kuat.[5] Subkelompok Danau Paniai secara umum dianggap berkerabat erat dengan beberapa subkelompok TNG lainnya yang dipertuturkan di bagian barat Papua, terutama rumpun bahasa Dani. Menurut William Foley, dua subkelompok ini membentuk rumpun bahasa Papua Pegunungan Barat,[4] sementara Malcolm Ross mengusulkan bahwa keduanya merupakan bagian dari linkage[a] lebih besar dengan nama "Trans–Nugini Barat" yang juga mencakup, antara lain, bahasa-bahasa Bomberai Barat dan Timor–Alor–Pantar.[3][6]

Demografi dan persebaran

Bahasa Ekari dipertuturkan oleh sekitar 100.000 orang di wilayah barat pegunungan Provinsi Papua, terutama di Kabupaten Paniai. Wilayah penutur bahasa Ekari merupakan daerah dengan banyak gunung dan lembah, yang hampir seluruhnya berada di ketinggian lebih dari 1500 meter di atas permukaan laut.[1]

Fonologi

Terdapat 15 fonem segmental dalam bahasa Ekari, dengan rincian 10 fonem konsonan dan 5 fonem vokal.[7]

1. Konsonan[7]
Bibir Alveolar Palatal Velar
Nasal m n
Letup nirsuara p t k
bersuara b d ɡ [ɡˡ]
Aproksiman w j

Fonem /ɡ/ diucapkan secara lateral sebagai [ɡˡ]. Jika fonem /k/ dan /ɡ/ didahului oleh bunyi vokal belakang, keduanya akan diucapkan dengan labialisasi, seperti dalam kata okei [okʷei] 'mereka' dan euga [euɡˡʷa] 'lebih'. Fonem /j/ memiliki alofon [ʝ] jika diucapkan sebelum /i/, semisal dalam kata yina [ʝina] 'serangga'.[7]

2. Vokal[7]
Depan Madya Belakang
Tertutup i u
1/2 terbuka e [ɛ] o
Terbuka a
Diftong ei   ai   eu   au   ou

Bahasa Ekari membedakan antara vokal panjang dan pendek; perbedaan panjang vokal dapat mengubah arti, semisal dalam kata iye 'daun' vs. iyee 'kelakuan', ena 'satu' vs. enaa 'baik', dan miyo 'bawah' vs. miyoo 'kecil'. Marion Doble menganalisis vokal panjang dalam bahasa Ekari sebagai geminasi vokal yang terdiri dari dua mora seperti dalam diftong. Ada dua aksen nada (pitch-accent) berbeda dalam bahasa Ekari, yaitu nada netral dan tinggi. Nada netral mencakup nada menengah dan rendah yang penggunaannya dapat diprediksi tergantung posisinya dalam sebuah kata. Nada tinggi yang persebarannya lebih terbatas berkontras dengan nada netral, seperti dalam kata ii 'ya' vs. íí 'pasir' dan iyee 'kelakuan' vs. iyéé 'sembilan'.[7][8]

Tata bahasa

Sintaksis

Dalam kalimat transitif independen, struktur yang paling sering digunakan adalah subjek–objek–predikat (SOP), seperti dalam contoh berikut:[9]

Meidokodonotanoogai
orang-orangpubi jalarmakan
'Orang-orang itu makan ubi jalar'

Struktur OSP juga dapat digunakan untuk memberi penekanan pada objek. Susunan ini lebih umum ditemui pada kalimat dependen.[9]

Notakodookeinoogai
ubi jalarpmerekamakan
'Ubi jalar itu mereka makan'

Kata benda

Nomina dalam bahasa Ekari terdiri dari empat jenis: (1) nomina dasar, (2) nomina yang terikat bentuk posesif, (3) nomina yang diturunkan dari kata dasar dengan cara yang tidak reguler, serta (4) nomina yang dibentuk dari gabungan nomina lainnya. Contoh bagi jenis nomor (3) adalah kata makiyo 'desa, negara' yang diturunkan dari kata maki 'tanah', ayeyoka 'bayi' dari yoka 'anak', dan iyee piyee 'adat-istiadat' dari iyee 'kelakuan'. Untuk nomor (4), contohnya adalah kata ebepeka 'wajah' dari gabungan kata ebe 'mulut' + peka 'mata' dan kapogeiye 'kertas' dari kapoge 'lembaran' + iye 'daun.[10]

Referensi

Keterangan

  1. ↑ Sebuah linkage adalah "sekelompok bahasa yang terbentuk melalui proses diversifikasi bertahap dari sebuah (atau sebagian dari) rangkaian dialek purba alih-alih protobahasa yang berdiri sendiri." Tidak seperti subkelompok dengan satu set inovasi bersama yang dapat ditemukan pada seluruh bahasa turunan, persebaran inovasi dalam sebuah linkage tumpang tindih dan tidak merata.[6]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 Doble 1987, hlm. 55.
  2. ↑ "Bahasa Ekari". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  3. 1 2 Ross 2005, hlm. 22–23, 35.
  4. 1 2 Foley 2000, hlm. 363.
  5. ↑ Pawley & Hammarström 2018, hlm. 31.
  6. 1 2 Ross 2005, hlm. 36.
  7. 1 2 3 4 5 Doble 1987, hlm. 58.
  8. ↑ Doble 1987, hlm. 59.
  9. 1 2 Doble 1987, hlm. 56.
  10. ↑ Doble 1987, hlm. 62.

Bibliografi

Pranala luar

Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan