Rabu, 30 September 2026
14:34 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Bahasa Tengger

Bahasa Tengger

varian bahasa Jawa yang dituturkan oleh masyarakat Tengger

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Bahasa Tengger" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juni 2025)
Bahasa Jawa Tengger
BPS: 0093 1
basa Jawa Tengger
ꦧꦱꦗꦮꦠꦼꦁꦒꦼꦂ
basa Tengger
ꦧꦱꦠꦼꦁꦒꦼꦂ
Pengucapan/təŋgəɾ/
Dituturkan diIndonesia
WilayahPegunungan Bromo-Tengger dan sekitarnya
EtnisTengger
Penutur
478.000 (2010)[1]
~500.100[a]
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Status resmi
Diakui sebagai
bahasa minoritas di
Diatur oleh20px-Logo_of_Ministry_of_Education_and_Culture_of_Republic_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
  • Balai Bahasa Jawa Timur
Kode bahasa
ISO 639-3tes
Glottologteng1272
IETF
BPS (2010)0093 1
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6a VigorousBahasa Tengger dikategorikan sebagai C6a Vigorous menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini masih dituturkan dan digunakan oleh sebagian wilayah
Referensi: [2]
Lokasi penuturan
Peta ini menggunakan properti koordinat yang mewajibkan Anda untuk mengaktifkan JavaScript maupun Scribunto eksternal. Titik mungkin saja tidak tertampil di peramban Anda maupun saat Anda menekan gambar ini.
Kisaran lokasi Bahasa Jawa Tengger dituturkan
Kisaran lokasi Bahasa Jawa Tengger dituturkan
Lokasi penuturan
Tampilkan peta Provinsi Jawa Timur
Kisaran lokasi Bahasa Jawa Tengger dituturkan
Kisaran lokasi Bahasa Jawa Tengger dituturkan
Lokasi penuturan
Tampilkan peta Jawa
Kisaran lokasi Bahasa Jawa Tengger dituturkan
Kisaran lokasi Bahasa Jawa Tengger dituturkan
Lokasi penuturan
Tampilkan peta Indonesia
osm-intl,9,a,a,260x290.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Tengger&revid=29560467&groups=_8dff80e59a520ab98250f126ca3f323dfdb81cae&parser=parsoid
Peta yang menunjukkan perkiraan penuturan bahasa Tengger di wilayah persekitaran lereng gunung Bromo dan gunung Semeru, termasuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan kabupaten yang berdekatan.
Unduh garis tepi peta ini
—
Koordinat: 7°55′30″S 112°57′0″E / 7.92500°S 112.95000°E / -7.92500; 112.95000 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
40px-Openstreetmap_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-Wikipedia-logo-v2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyek pemetaan bahasa
ProyekWiki Bahasa
Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 666 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
120px-Logo_ProyekWiki_Bahasa.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Jawa Tengger atau bahasa Tengger adalah suatu dialek dari bahasa Jawa modern yang dituturkan oleh masyarakat Tengger dari wilayah Pegunungan Bromo-Tengger dan sekitarnya di Jawa Timur.

Masyarakat Tengger menyebut bahasanya sebagai basa dhuwur (bahasa atas) atau Bahasa Jawa Tengger dan menyebut bahasa Jawa dialek Jawa Timuran (Arekan) sebagai basa ngisor (bahasa bawah), yaitu dialek bahasa jawa yang dipakai oleh masyarakat yang bermukim di daerah yang terletak di bawah daerah perbukitan pegunungan Tengger. Memang semua daerah permukiman masyarakat Jawa Tengger terletak lebih tinggi daripada permukiman masyarakat Jawa Arekan yang berada di bawahnya.

Nomenklatur

Dalam pengistilahan lokal, bahasa Tengger dikenali sebagai Cārabasa Tengger ataupun Piwākyan Tengger. Kata cārabasa mungkin merupakan sebuah kata lakuran dari pengistilahan Jawa Kuno uccāraṇa + bhāṣa (berasal dari pengistilahan Sanskerta), yang berarti "pengungkapan kata", dan istilah piwākyan yang berakar dari wākya (dalam bahasa Jawa Kuno) memiliki arti "pengungkapan suara". Sedangkan, istilah Tengger itu sendiri merujuk kepada etnonim penghuni asli atau pribumi Pegunungan Tengger dan sekitarnya.

Klasifikasi

Secara linguistik, Bahasa Tengger digolongkan sebagai dialek bahasa Jawa yang merupakan bahasa Melayu-Polinesia yang sendirinya merupakan turunan dari rumpun Austronesia. Bahasa Jawa Tengger merupakan turunan dari Bahasa Jawa Pertengahan begitupun dialek bahasa Jawa modern lainya, akan tetapi dialek Tengger memiliki beberapa kosakata kuno.[3]

Secara genealogi, bahasa Tengger merupakan sebuah rumpun bahasa Jawa modern dan mempunyai kemiripan kosakata paling erat dengan Bahasa Jawa Arekan dan Bahasa Jawa Gresik dan terakhir adalah Bahasa Osing.[4]

Pengucapan

Bahasa Jawa Tengger mirip dengan dialek Banyumasan, dialek Tegal, dan dialek Indramayu yang masih konservatif, yakni sama-sama masih mempertahankan vokal A. Kata pira 'berapa' dan dawa 'panjang' tetap dibaca pira dan dawa seperti pada dialek Banyumasan, dialek Tegalan, dan dialek Indramayu. Namun, pengucapan konsonan akhir [k] pada dialek Tengger tidak diucapkan secara jelas dan diucapkan melunak [ʔ] sama seperti bahasa Jawa Arekan dan bahasa Jawa Pesisir Utara Timur sehingga dialek Tengger cenderung medhok, berbeda halnya dengan dialek Tegal, Banyumasan, dan Indramayu yang mana konsonan akhir [k] diucapkan secara jelas dan tegas. Fonem /i/ dan /u/ dalam dialek Tengger diucapkan [é] dan [o]. Pengucapan ambèk 'dengan' dan jeruk 'jeruk' pada dialek Tengger sama seperti pengucapan pada dialek Arekan. Hal ini karena dialek Tengger juga mendapat pengaruh dari dialek Arekan yang juga digunakan oleh sebagian masyarakat masyarakat Tengger yang tinggal di lereng bagian bawah.[butuh rujukan]

Penulisan

Sistem penulisan

Sebagai bahasa yang dituturkan di pulau Jawa (terutama di wilayah timur), bahasa Tengger secara historis juga kerap didokumentasikan menggunakan aksara Jawa (dalam bentuk Kawi) sama seperti rumpun bahasa Jawa lainnya.

Latin

Bahasa Jawa Tengger (yang digunakan sehari-hari) kini umumnya ditulis dalam aksara Latin yang berjumlah 26 huruf.

Huruf besarHuruf kecilIPAHuruf besarHuruf kecilIPA
Aa/aː/[b]Nn/ɛn/
Bb/beː/Oo/oː/
Cc/t͡ʃeː/Pp/peː/
Dd/deː/Qq/kɪ/
Ee/eː/Rr/ɛr/
Ff/ɛf/Ss/ɛs/
Gg/geː/Tt/teː/
Hh/haː/Uu/uː/
Ii/iː/Vv/veː/
Jj/d͡ʒeː/Ww/weː/
Kk/kaː/Xx/eːks/
Ll/ɛl/Yy/jeː/
Mm/ɛm/Zz/sɛt/

Kosakata

Beberapa contoh kata dalam bahasa Jawa Tengger:

Jawa Tengger Jawa Standar
(Solo-Yogya)
Bahasa Indonesia
réyang, éyang,

aku (beberapa wilayah)

aku, kulå, ingsùn saya (laki-laki)
isun, aku (beberapa wilayah) aku, kulå, ingsùn saya (perempuan)
sira kowé, sampéyan, sirå kamu
rika panjenengan, ndikå kamu (untuk orang yang lebih tua)
tak

(Contoh: ika wis tak tukoken sega ambek lawuhe pisan)

tak, dak kata ganti orang (aku/saya)
-éyang, -néyang, -isun, -nisun, -ku -ku akhiran aku
-ira, -nira -mu akhiran kamu
dheweke dheweke dia
awak dhewe awak dhewe, kitå kita
lare bocah, lare anak
luwe ngelìh, luwe lapar
wong wong orang
apa (Contoh: apa sira wis mangan?, apa sira weruh?) åpå apakah (dijawab ya atau tidak)
paran (Contoh: sira mangan paran?, sira weruh paran?, sawahe rika ditanduri paran?) åpå apa (kata tanya merujuk suatu benda)
ana paran ånå åpå ada apa
paran maneh åpå manèh apalagi
sapa såpå siapa
(n)jaré kapriyé, piyé bagaimana
ngendi, endi ngendi mana
suwun, kesuwun matur suwun, matur nuwun terima kasih
katé arep akan, hendak
orak, ora ora tidak
orak bisa ora biså, ora iså tidak bisa
orak guna ora guna, ora migunani tidak berguna
orak kuwat ora kuwat, ora roså tidak kuat
amba åmbå, bawerå luas
êmoh êmoh tidak mau
wingi wingi kemarin
wingenane wingenane kemarin dulu
golek golek cari
sida sidå jadi
oleh oleh, antuk, entuk dapat
nanak, ndanak ora ånå, ndak ånå tidak ada
ora ngapa ora åpå-åpå, ora ngåpå-ngåpå tidak apa-apa
wae wae, bae saja
ndang, age ndang, ageh, gage hayo, cepat
mèk mung, ming hanya
kaitan, awit, kaet kawit, awit dari
melu melu, tumut ikut
luwìh luwìh lebih
pisan sisan sekalian
budhal mangkat, budhal berangkat
biyen biyen dahulu
mesak'ên, mesakne (beberapa wilayah) mesakke/melas kasihan
jajal jajal, nyobå mencoba
alon alon pelan
lek yen, nek, lamun kalau
lungguh lungguh duduk
irêng irêng hitam
ambêkan ambekan bernafas
kêsêlan kebacùt, kebangêtên, kênêmênen keterlaluan
ngapa ngåpå kenapa, mengapa
sing sing, kang yang
sesùk sésuk, mbésuk besok
maneh meneh, maneh lagi
ngene ngene begini
ngono ngono begitu
wingi wingi kemarin
mari ngene bar ngene, rampung iki setelah ini
mari ngono bar ngono setelah itu
midhang, kêloyong dolan-dolan, amêng-amêng main-main
gik isih, isik masih
gawé (Contoh: rika ku wis tak tukok'en klambi anyar ngapa ora digawe cak?) nganggo memakai, menggunakan
ning, ing, ring ing, ning di
ndek, nang ing, menyang/mring, nyang, nang di, ke
têka, saka såkå dari
têka têkå datang
bêngkès apês nasib sial
bacut månggå silakan masuk (jawaban tuan rumah yang lebih tua dari tamunya/telah akrab dengan tamunya
monggo månggå silakan masuk (diucapkan tuan rumah yang lebih muda dari tamunya/belum akrab dengan tamunya
dhingik dhisik dulu
dhìkìk dhisìk duluan
pekne kareben, ben, gen, supåyå, amrih agar
ajo åjå jangan
akeh akeh, pirang-pirang banyak
antong antêng diam di tempat
parêk cêrak, cêdhak, cakêt dekat
payah sayah, kêsêl capek
guyu guyu tertawa
iki iki ini
iku iku, kuwi itu
ika, kae kae itu (jauh)
kene kene di sini
kono kono di situ
kana kånå di sana
bojo bojo suami/istri
jaka jåkå jejaka
dudha dudhå duda
randha råndhå janda
le/tholé tholé, ngger, nang panggilan anak laki laki
biyung, yung, emak ibu, bu, biyung ibu
kakang kakang abang, kakak laki-laki
yuk yu, mbakyu kakak perempuan
pakdhe pakdhe kakak laki-laki dari ayah/ibu
bokdhe budhe kakak perempuan dari ayah/ibu
kakek, pak wek (pak tuwek) embah lanang, eyang kakung, kaki kakek
ninek embah wadon, eyang putri, nini nenek
pamak paman paman
bibik bik bibi
tuwek tuwå tua
petinggi pangarså deså kepala desa
dhukun pangarså agåmå kepala agama
enem, nenem enem enam
akeh akeh banyak
thithik sathithik sedikit
picis dhuwit uang
ulan wulan bulan
oyod, jangkar oyod akar
godhong, ron godhong, ron daun
gaga

têgal (sebagian wilayah)

têgal ladang
tela telå ketela
pogung pohung ketela pohon
gobis gubis kubis
buthêk buthêk keruh
landhu subur, ledhung subur
caluk bendho parang
wadung kampak, wadung kapak
langit, awang-awang langit, tawang, awang-awang langit
mendhung mégå, mendhung awan, mendung
babad sajarah, babad sejarah
rungu krungu dengar
lunyu, alit lunyu, ngleséd licin
lebu mlebu masuk
ula ulå ular
temen tenan, temenan, banget sungguh
damar diyan, dhilah, dhemar lampu
jaro pager pakarangan, rajêg, tungkaran pagar halaman
mbaturi ngancani, mbaturi menemani
ninekira embahmu, ninimu nenek kamu
ilateyang, ilatku ilatku lidah saya (laki-laki)
klambineyang, klambiku klambiku baju saya (laki-laki)
jagungisun, jagungku jagungku jagung saya (perempuan)
ndeleng, ndelok, masên (wasen) ndeleng, ndelok, nguwasi melihat
masuh ngumbah, wisuh, asah-asah mencuci
njupuki njupuki mengambili
njupukên njupukaké mengambil
nandurên nanduraké menanamkan
nggawekên nggawekaké membuat
nggawakên nggawakaké membawakan
digaringên digaringaké dikeringkan
diduwurên didhuwuraké ditinggikan
dilabuhên dikurbanaké dikurbankan
dibalekên dibalekaké dikembalikan
dijerokên dijerokaké didalamkan
ditukokên ditukokaké dibelikan
tukokna tukoknå belikanlah
gawakna gawaknå, gåwånen bawakanlah
jerokna jeroknå dalamkanlah
garingna garingnå keringkanlah
duwurna duwurnå tinggikanlah
isenana isenånå, isinen isilah
campuh pêthuk, ketemu bertemu
kuthek jiwit cubit
mari bar, rampung selesai
idu, agor idu ludah
gogoh, kêmpong ompong rumpang
wit, kayu wit pohon
prìng prìng bambu
tengen, rengen tengen kanan
tutur ngomong berkata
dituturi dituturi dinasihati
bongol, napsu nesu marah
reget reged kotor
pasir wedhi pasir
wedhi wedhi kasar pasir kasar
bengulon bunglon bunglon
bêdhes, kethek kethek monyet
lelawa låwå, kalong, codhot kelelawar
sewek jarit, tapih, bebed kain
guntur longsor longsor
mrutu lemud nyamuk
pêtêng pêtêng gelap
padhang padhang terang
simpên simpên simpan
srengenge srengenge matahari
mibêr mabur, mibêr terbang
irùng irùng hidung
dhêngkul dhêngkul lutut
pundhak pundhak bahu
nglangi, renang nglangi renang

Jika huruf "A" dibaca "O" dalam dialek bahasa Jawa lainnya (seperti dialek Arekan), dalam bahasa Jawa Tengger masih dibaca "A"[5] sama seperti dialek Tegal dan dialek Banyumasan, sebagian masyarakat Tengger di lereng bawah juga menggunakan logat "O" secara penuh sehingga terdengar seperti penutur Bahasa Jawa Arekan.[butuh rujukan]

walaupun menggunakan vokal A, Kosakata Tengger umumnya lebih mirip dengan Jawa Arekan misal kate (akan), maneh (lagi), iku (itu), korah (cuci piring), kempong (ompong), babah / cekne (biarkan), gawe (memakai), lungguh (duduk), luwe (lapar), irung (hidung), jupuk/jipik (ambil) dsb.

Kemiripan Tengger dengan Bahasa Jawa Baku misalnya ora (tidak) , wae (saja), ngapa (mengapa), biyen (dulu), ngene (begini) dsb, terdapat juga sedikit kosakata Tengger yang berbeda dengan dialek Jawa lainya seperti kata gaga (ladang) dan njare (bagaimana).

Kemiripan dengan Osing umumnya lebih sedikit karena hanya sebatas penggunaan kata paran (apa), picis (duit), nana (tidak ada) dan rika (anda), untuk kata nana (tidak ada) dan rika (kamu) sebetulnya juga digunakan di wilayah Banyumasan Jawa Tengah.

Penutur dan sebaran

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Priesters_uit_het_Tengger_district_Oost-Java_TMnr_10001180.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pemuka etnis Tengger, ca tahun 1890-an

Penutur utama dari bahasa Tengger ialah masyarakat etnis Tengger yang secara mayoritas dapat ditemukan di kawasan Pegunungan Tengger dan sekitarnya di timur pulau Jawa, terutama di:

Status dan penggunaan

lossy-page1-250px-Offerfeest_te_Padakaja_in_het_Tengger-gebergte%2C_KITLV_163827.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ritual khas Tenggerisme di Pasuruan

Penggunaan

Berdasarkan salah satu catatan kolonial oleh Thomas Stamford Raffles dalam bukunya yang berjudul The History of Java (terj. har. 'Sejarah Pulau Jawa'), bahasa Tengger digunakan dalam kitab Panglawu, yang merupakan sebuah kitab suci bagi masyarakat etnis Tengger dalam agama atau kepercayaan mereka yang disebut sebagai Tenggerisme (bahasa Inggris:Tenggerism).[6]

Catatan

  1. ↑ estimasi berdasarkan total populasi etnis Tengger
  2. ↑ Meskipun Bahasa Jawa Baku melafalkan huruf "A" is sebagai /ɔ/, dalam bahasa Jawa Tengger, "A" dilafalkan sebagai /a/.[5]

Referensi

Kutipan

  1. ↑ Bahasa Jawa Tengger di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ "Bahasa Tengger". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  3. ↑ Dwi Astuti Wahyu Nurhayati 2016, hlm. 2
  4. ↑ Peter Cole, Elizabeth Jonczyk, Jason Lilley (1999). "A note on extraction from object position in Javanese languages" [Catatan tentang ekstraksi dari posisi objek dalam bahasa Jawa lainnya]. Toronto Working Papers in Linguistics (dalam bahasa Inggris). 16 (2). Toronto.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. 1 2 Dwi Astuti Wahyu Nurhayati 2016, hlm. 9
  6. ↑ Raffles, Sir Thomas Stamford (1830). The History of Java [Sejarah Jawa] (dalam bahasa Inggris). Vol. 1. J. Murray.

Daftar pustaka

Pranala luar

Cari tahu mengenai Bahasa Tengger pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Definisi dan terjemahan dari Wiktionary
Gambar dan media dari Commons
Berita dari Wikinews
Kutipan dari Wikiquote
Teks sumber dari Wikisource
Buku dari Wikibuku
Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan