Rabu, 04 November 2026
11:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

taman nasional di Indonesia

Bagikan:
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Bromo Tengger Semeru National Park
IUCN Kategori II (Taman Nasional)
330px-Andhika_bayu_nugraha-taman_nasional_bromo_tengger_semeru.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Matahari terbit di kawah Gunung Bromo yang mengepulkan asap, dengan Gunung Semeru yang megah dan menjulang sebagai latar belakang.
TN Bromo Tengger Semeru di Jawa
TN Bromo Tengger Semeru
TN Bromo Tengger Semeru
Lokasi di Jawa
Tampilkan peta Jawa
TN Bromo Tengger Semeru di Indonesia
TN Bromo Tengger Semeru
TN Bromo Tengger Semeru
Lokasi di Indonesia
Tampilkan peta Indonesia
LokasiJawa Timur, Indonesia
Kota terdekatKabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Pasuruan, Probolinggo
Koordinat8°1′S 112°55′E / 8.017°S 112.917°E / -8.017; 112.917
Luas50.276 hektare (124.230 ekar; 502,76 km2)
Didirikan14 Oktober 1982 (1982-10-14)
Pengunjung61.704(in 2007[1])
Badan pengelolaKementerian Kehutanan
Situs webbromotenggersemeru.org

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional yang terletak di Jawa Timur, Indonesia, tepatnya di sebelah timur Malang, barat Lumajang, selatan Pasuruan dan Probolinggo, serta tenggara Surabaya, ibu kota Jawa Timur. Kawasan ini merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki laut pasir,[2] Laut Pasir Tengger, yang di seberangnya terdapat kaldera gunung berapi purba (Tengger) yang darinya muncul empat kerucut vulkanik baru. Fitur unik ini mencakup total area seluas 5.250 hektar pada ketinggian sekitar 2.100 meter (6.900 kaki).[3] Pegunungan ini juga berisi gunung tertinggi di Jawa,[4] Gunung Semeru (3.676 meter (12.060 kaki)), empat danau (termasuk, Ranu Tompe yang terpencil), dan 50 sungai. Nama taman ini diambil dari nama suku Tengger. Letusan gunung berapi yang menciptakan kaldera tersebut terjadi sekitar 45.000 tahun yang lalu, dalam peristiwa yang mirip dengan letusan Krakatau.[5]

Laut Pasir Tengger telah dilindungi sejak tahun 1919. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dideklarasikan sebagai taman nasional pada tahun 1982.[6]

330px-Waterfall_Madakaripura_B.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Air terjun Madakaripura di Kabupaten Probolinggo

Sejarah

Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, daerah Tengger merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai cagar alam dan hutan wisata. Kawasan hutan ini berfungsi sebagai hutan lindung dan hutan produksi. Melihat berbagai fungsi tersebut, Kongres Taman Nasional Sedunia mengukuhkan kawasan Bromo Tengger Semeru sebagai taman nasional dalam pertemuan yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada tanggal 14 Oktober 1982 atas pertimbangan alam dan lingkungannya yang perlu dilindungi serta bermacam-macam potensi tradisional kuno yang perlu terus dikembangkan. Pada tanggal 12 November 1992, pemerintah Indonesia meresmikan kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi taman nasional.

Wilayah

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan gabungan dari beberapa kawasan yang disatukan. Kawasan tersebut sebelumnya merupakan cagar alam, taman wisata, hutan produksi dan hutan lindung. Cagar alam yang digabungkan ke dalam taman nasional ini yaitu Cagar Alam Laut Pasir Tengger (5.250 ha), Cagar Alam Laut Ranu Kumbolo (1.340 ha), dan Cagar Alam Ranu Pani-Ranu Regulo (96 ha). Taman wisata yang digabungkan adalah Taman Wisata Ranu Darunan (380 ha) dan Taman Wisata Tengger Laut Pasir (2,67 ha). Sedangkan hutan produksi dan hutan lindung yang digabungkan merupakan hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Luas kedua hutan ini adalah 43.210,20 ha.[7]

Pemanfaatan

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditinggali oleh suku Tengger. Penduduk tersebut membuat rumah dengan pekarangan untuk ditanami tanaman lokal. Dua desa yang ada di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah Desa Ngadas dan Desa Ranu Pani. Penduduk suku Tengger ini telah menetap di kawasan pegunungan Tengger pada abad ke-9 Masehi. Mereka menetap sejak zaman Kerajaan Medang di Jawa Timur. Suku Tengger yang tinggal di dalam taman nasional ini hidup dengan memanfaatkan hasil alam dari pegunungan Tengger.[8]

Selain penduduk kedua desa tersebut, di sekeliling perbatasan Taman Nasional Bromo Semeru Tengger juga hidup masyarakat Tengger dalam beberapa kabupaten. Kabupaten ini ialah Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. Ekosistem di taman nasional ini masih asli karena dijaga kelestariannya oleh penduduka asli. Selain itu, pemerintah juga mengelolanya dengan sistem zonasi. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga dimanfaatkan untuk konservasi, penelitian, pendidikan dan pariwisata.[9]

Data informasi

osm-intl,9,-8.0252,112.9607,300x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Taman_Nasional_Bromo_Tengger_Semeru&revid=29885656&groups=_efe4c1dd341ff99b9b39c966984752e9af4ce5ee&parser=parsoid
Peta interaktif Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Data Taman Nasional Bromo Tengger Semeru:

Kekayaan flora & fauna

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain cemara gunung, jamuju, edelweis, berbagai jenis anggrek dan rumput langka. Pada dinding yang mengelilingi TN Bromo Tengger Semeru terdapat banyak rerumputan, centigi, akasia, cemara, dll.

250px-The_Beauty_of_Bromo_Mountains.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Satwa yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis), monyet kra (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang-ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

Daftar gunung

Gunung-gunung yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah sebagai berikut:

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Ranoe_Rewoelo_in_de_buurt_van_Tosari._TMnr_60002570.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ranu Regulo pada tahun 1930-an

Akses

Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik akan semakin meningkat. Selain Gunung Bromo yang merupakan daya tarik utama, Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru tidaklah semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di Malang.

Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang. Start point dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir yang berada di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk melengkapi perbekalan terutama persediaan air karena setelah ini tidak akan dijumpai sumber air.

Kebakaran lahan 2023

250px-Tengger_2023-08-28_Sentinel_2_SR.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Tengger_2023-09-12_Sentinel_2_SR.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan lahan di bagian kawah dan lereng tanggal 28 Agustus 2023 sebelum terbakar (kiri) dan 12 September 2023 saat kebakaran masih berlangsung (kanan).

Sebagian dari kawasan taman nasional sempat mengalami kebakaran pada akhir Agustus hingga pertengahan September 2023. Titik api yang membakar lahan di lereng Kawah Tengger terlihat pada larut malam tanggal 29 Agustus 2023. Upaya pemadaman pun dilakukan oleh beberapa resor pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dibantu oleh beberapa relawan masyarakat peduli api (MPA) dari desa-desa di sekitar taman nasional, serta aparat Tentara Nasional Indonesia dan kepolisian.[10] Kebakaran meluas dan berlanjut hingga September serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo terlibat dalam pemadaman.[11] Kawasan Gunung Bromo dan sabana di taman nasional pun ditutup bagi wisatawan pada pukul 22.00 tanggal 6 September. 6 orang juga dilaporkan telah diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi.[12] Tornado dilaporkan muncul beberapa kali di area yang terbakar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia mengerahkan helikopter Super Puma AS332C1 untuk menjatuhkan air di area terbakar.[13] Pada 15 September, pihak taman nasional menyatakan bahwa api berhasil dipadamkan.[14]

Referensi

  1. ↑ Forestry statistics of Indonesia 2007 Diarsipkan Juli 22, 2011, di Wayback Machine, retrieved May 20, 2010
  2. ↑ "Ministry of Forestry: Bromo Tengger Semeru National Park". Diarsipkan dari asli tanggal Maret 23, 2010. Diakses tanggal Januari 3, 2010.
  3. ↑ "Ministry of Forestry: Bromo Tengger Semeru National Park". Diarsipkan dari asli tanggal Maret 23, 2010. Diakses tanggal Januari 3, 2010.
  4. ↑ "Global Volcanism Program: Mount Semeru". Diakses tanggal 2017-06-12.
  5. ↑ "Bromo Volcano (Tengger Caldera)".
  6. ↑ Letter of Statement of the Agrarian Minister No.736/Mentan/X/1982
  7. ↑ "TNBTS". bromotenggersemeru.org. Diakses tanggal 2021-06-15.
  8. ↑ Subadyo, A. Tutut (2016). "Arsitektur Pekarangan Suku Tengger di Kantung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru" (PDF). Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2016: 31. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-03-31. Diakses tanggal 2021-08-22.
  9. ↑ Batoro, dkk. (2011). "Pengetahuan Tentang Tumbuhan Masyarakat Tengger di Bromo Tengger Semeru Jawa Timur". Wacana: Jurnal Sosial dan Humaniora. 14 (1): 2. ISSN 2338-1884.
  10. ↑ "Sabana Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Terbakar". kompas.id. 2023-08-30. Diakses tanggal 2023-11-19.
  11. ↑ "Kebakaran di Kawasan Bromo Meluas, Pemadam Makin Kualahan". Jatim TIMES. 2023-09-01. Diakses tanggal 2023-11-19.
  12. ↑ "Mount Bromo Closed to Tourists Due to Land Fires". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2023-09-07. Diakses tanggal 2023-11-19.
  13. ↑ "Hari Ke-5 Kebakaran Bromo Semakin Meluas, Muncul Tornado Api dan Akses Wisata Ditutup Total Halaman all". KOMPAS.com. 2023-09-11. Diakses tanggal 2023-11-19.
  14. ↑ "Kebakaran Gunung Bromo Akibat Prewedding Pakai Flare Capai 504 Hektare". VOI.id. 2023-09-15. Diakses tanggal 2023-11-19.

Pranala luar

Wikivoyage logo
Wikiwisata memiliki panduan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Bali dan Nusa Tenggara
Jawa
Kalimantan
Maluku, Maluku Utara dan Papua
Sulawesi
Sumatra
Gunung
60px-Coat_of_arms_of_East_Java.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pantai
Air terjun
Gua
Sejarah
Taman dan hutan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan