Minggu, 20 September 2026
17:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Gunung Raung

Gunung Raung

gunung di Indonesia

Artikel ini bukan mengenai Gunung Ruang di Sulawesi Utara.
Gunung Raung
Gunung Raung
Gunung Raung dilihat dari pesawat tahun 2013
Titik tertinggi
Ketinggian3.344 m (10.971 ft)[1]
Koordinat8°07′30″S 114°02′30″E / 8.12500°S 114.04167°E / -8.12500; 114.04167[1]
Penamaan
Nama lokalꦒꦸꦤꦸꦁꦫꦲꦸꦁ  (Jawa)
Geografi
G. Raung di Banyuwangi
G. Raung
G. Raung
Lokasi di Banyuwangi
Tampilkan peta Banyuwangi
G. Raung di Provinsi Jawa Timur
G. Raung
G. Raung
Lokasi di Jawa Timur
Tampilkan peta Provinsi Jawa Timur
G. Raung di Jawa
G. Raung
G. Raung
Lokasi di Pulau Jawa
Tampilkan peta Jawa
G. Raung di Indonesia
G. Raung
G. Raung
G. Raung (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
LetakJawa Timur, Indonesia
Geologi
Jenis gunungStratovolcano
Letusan terakhirJuni 2025 (berlanjut)
Pendakian
Rute termudahSumberwaringin
Rute normalKalibaru
Glenmore

Gunung Raung adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia. Secara administratif, kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Puncaknya sekitar 3.344 MDPL[2]

Secara geografis, lokasi gunung Ini berada di dalam kawasan kompleks Pegunungan Ijen dan menjadi puncak tertinggi dari gugusan pegunungan tersebut. Dihitung dari titik tertinggi, Gunung Raung merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Arjuno, serta menjadi yang tertinggi keempat di Pulau Jawa. Kaldera Gunung Raung juga merupakan kaldera kering yang terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat.[3] Terdapat empat titik puncak, yaitu Puncak Bendera, Puncak 17/Puncak Bendera (3159 mdpl), Puncak Tusuk Gigi,(3300 mdpl) dan, yang tertinggi, adalah Puncak Sejati (3.344 mdpl).[4]

Dilihat dari vegetasinya, Gunung Raung mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Pendakian

Gunung Raung dikenal sebagai salah satu gunung dengan jalur pendakian paling menantang di Jawa Timur karena medannya yang ekstrem dan berbahaya. Pendakian memerlukan peralatan khusus dan pengalaman yang memadai.

Jalur Pendakian

Terdapat beberapa jalur pendakian menuju Gunung Raung, dengan dua jalur utama yang paling populer:

Via Kalibaru

Jalur via Kalibaru (Banyuwangi) merupakan jalur favorit meskipun cukup menantang. Basecamp berada di Dusun Wonorejo, Kalibaru, yang dikenal dengan nama Rumah Pak Suto. Pendakian melalui jalur ini melewati 9 pos dengan estimasi waktu 3-4 hari pulang-pergi:[5]

  • Pos 1 (980 mdpl) - Warung kopi Pak Sunarya di area perkebunan kopi
  • Pos 2 (1.400 mdpl) - Perkebunan kopi dan hutan
  • Pos 3 (1.600 mdpl) - Jalur mulai menanjak dengan banyak pohon berduri
  • Pos 4 (1.800 mdpl) - Area camping yang luas dan nyaman
  • Pos 5 (2.100 mdpl) - Hutan lebat dengan jalur terjal
  • Pos 6 (2.200 mdpl) - Jalur sempit dengan jurang
  • Pos 7 - Area camping dengan hutan yang mulai terbuka
  • Pos 8 (2.800 mdpl) - Area datar tidak terlalu luas menuju Puncak Wates
  • Pos 9 (3.000+ mdpl) - Persimpangan menuju Puncak Bendera dan Puncak Sejati

Dari Pos 9, pendaki melanjutkan ke Puncak Bendera (3.154 mdpl) dan akhirnya ke Puncak Sejati (3.344 mdpl) melalui jalur ekstrem yang dijuluki "Jembatan Sirotol Mustaqim" karena hanya berupa punggungan sempit dengan jurang di kedua sisinya.

Via Sumberwringin

Jalur via Sumberwringin (Bondowoso) dianggap lebih mudah dan aman dibandingkan jalur Kalibaru. Basecamp berada di Desa Sumberwringin dengan rute sebagai berikut:[6]

  • Basecamp - Pos 1 (bisa menggunakan ojek untuk menghemat waktu)
  • Pos 1 - Pos 2 (Pondok Sumur) melalui kebun kopi dan hutan rimbun
  • Pos 2 - Pos 3 (Pondok Demit) dengan jalur menanjak
  • Pos 3 - Pos 4 (Pondok Mayit) area terbuka
  • Pos 4 - Pos 5 (Pondok Angin) melalui batas vegetasi
  • Pos 5 - Puncak melalui jalur maut dengan jurang di kanan-kiri

Tingkat Kesulitan

Pendakian Gunung Raung dikategorikan sebagai pendakian tingkat sulit (hard) dengan medan yang ekstrem. Trek pendakian sangat menanjak sejak awal, dengan medan berbatu, tanah licin saat hujan, dan tebing-tebing tinggi dengan kemiringan yang curam hingga tegak lurus. Bagian tersulit adalah menuju Puncak Sejati yang hanya berupa punggungan sempit dengan jurang dalam di kedua sisi.[7]

Peralatan yang Diperlukan

Karena medannya yang ekstrem, pendaki memerlukan peralatan khusus seperti:

  • Tali karmantel dan webbing
  • Figure 8 descender
  • Carabiner screw
  • Tali prusik
  • Harness
  • Helm
  • Sepatu gunung yang nyaman
  • Jaket dan celana lapangan
  • Perlengkapan camping lengkap

Pendaki juga disarankan membawa air minum 5-6 liter karena sulit menemukan sumber air di sepanjang jalur pendakian.

Perizinan

Pendaki harus mengurus SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) di basecamp sebelum mendaki dan melaporkan diri kepada petugas.

Letusan

Tipe Letusan

Letusan Gunung Raung bertipe letusan stromboli, yaitu letusan kecil tetapi terus-menerus mengeluarkan pijar.[8] Gunung Raung juga memiliki sistem kawah yang terbuka, yang menyebabkan lava pijar yang dihasilkan akan kembali ke dalam kawah dan kecil kemungkinan meluber keluar kaldera.

Sejarah Letusan

Tanggal Keterangan Tinggi Kolom Abu Arah Sebaran Foto
1586 (?) Catatan paling awal letusan Gunung Raung.[9] - - -
1593-1903 Terdapat 20 catatan letusan Gunung Raung yang terjadi antara tahun 1593-1903, yaitu letusan pada tahun 1593, 1597, 1638, 1730, sekitar tahun 1804, 1812-1814, sekitar tahun 1815, 1817, 1838, 1849, 1859, 1860, 1864, 1881, 1885, 1890, 1896, 1897, 1902, dan 1903.[10] - - -
1913 - - 250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Eruptie_van_de_vulkaan_Raung_Ijen-plateau_TMnr_10024230.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
1915-1924 Terdapat 6 catatan letusan Gunung Raung yang terjadi antara tahun 1915-1924, yaitu letusan pada tahun 1915, 1916, 1917, 1921, 1924, dan 1924.[10] - - -
1927-1928 Foto letusan Gunung Raung pada tahun 1927 diambil dari Kalibaru dan Glenmore - - 250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gezicht_op_de_Goenoeng_Raoeng_vanuit_Kalibaroe_op_Oost-Java_TMnr_60009932.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Oost-Java_de_werkende_vulkaan_Raoeng_in_het_Idjengebergte_vanuit_Glen_More_gezien_TMnr_60009931.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
1928-1999 Terdapat 31 catatan letusan Gunung Raung yang terjadi antara tahun 1928-1999, yaitu letusan pada tahun 1928, 1929, 1933, 1936, 1937, 1938-1939, 1940, 1941, 1943, 1944-1945, 1953, 1955, 1956, 1971, 1973, 1974, 1975, 1976, 1977, 1978, 1982, 1985, 1987-1989, 1990, 1991, 1993, 1994, 1995, 1995(?), 1997, dan 1999.[10] - - -
Juli 2000 - - -
Juni-Agustus 2002 - - -
April-Oktober 2004 - - -
Juli-Agustus 2005 - - -
Agustus 2007 - - -
19 Oktober 2012 Satelit Landsat 8 NASA mendeteksi adanya satu lubang magma.[11] - - -
Juli 2015 Aktivitas vulkanis Gunung Raung meningkat sejak tanggal 21 Juni 2015. - - 250px-Raung_eruption_22_July_2015.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Juli-oktober 2020 Aktivitas gunung raung mengalami peningkatan. Letusan dengan skala kecil terjadi di gunung raung. Bahkan letusan terjadi 100 kali dalam sehari setelah status dinaikkan dari normal ke level waspada. - - -
Januari 2021 Aktivitas vulkanis gunung raung kembali meningkat. Ditandai oleh keluarnya asap setinggi 200 meter dari puncak. Pada 21 januari 2021, status gunung raung kembali naik menjadi waspada. Pasca dinaikkan statusnya, gempa tremor dan hembusan naik signifikan, asap letusan membumbung setinggi 700 meter berwarna kelabu. 700 m - -
27 Juli 2022 Terjadi erupsi G. Raung pada hari Rabu, 27 Juli 2022, pukul 17:19 WIB 1500 m Barat dan barat laut -
24 Desember 2024 Erupsi terjadi pukul 09:30 WIB. Sebanyak 29 pendaki dievakuasi. Wilayah Sumber Wringin dan Tlogosari mengalami hujan abu vulkanik.[12][13] 2000 m Timur -
19 Juni 2025 Erupsi terjadi pukul 00:44 WIB dan 04:43 WIB. Jalur pendakian ditutup sejak 14 Juni 2025.[14] 1500 m (00:44)
2000 m (04:43)
- -
Juni-Juli 2025 Periode aktivitas tinggi dengan erupsi hampir setiap hari. Tinggi kolom abu bervariasi 300-2000 meter. Status Level II (Waspada).[15][16][17] Beberapa erupsi signifikan:
  • 20 Juni: 1500 m (barat)
  • 21 Juni: 400 m (utara)
  • 23 Juni: 600 m (barat daya & barat)
  • 24 Juni: 500 m (barat laut)
  • 29 Juni: 600 m (barat laut)
  • 1 Juli: 400-600 m (barat, selatan & barat daya)
  • 2 Juli: 500 m (selatan & barat daya)
  • 4 Juli: 400 m (selatan)
  • 5 Juli: 400 m (selatan)
  • 7 Juli: 800-1000 m (selatan & barat daya)
300-2000 m Beragam (dominan barat, barat daya, selatan) -

Hidrologi DAS

Komplek Gunung Raung menjadi batas alami hidrologi yang membagi tujuh daerah aliran sungai menjadi tiga arah aliran yang berbeda. Pertama adalah aliran yang mengarah ke pesisir utara dan bermuara di Laut Jawa (DAS Sampean). Kedua, aliran yang mengarah ke pesisir selatan dan bermuara di Samudera Hindia (DAS Kalibaru, DAS Mayang dan DAS Bedagung). Ketiga adalah aliran yang mengarah ke pesisir timur dan bermuara di Selat Bali (DAS Glondong, DAS Bomo dan DAS Setail). Titik pertemuan batas hidrologi tersebut berada pada puncak Gunung Raung (kecuali DAS Bedagung yang diapit oleh DAS Sampean dan DAS Mayang).[18]

Lihat pula

Galeri

  • Jalur Pendakian
    Jalur Pendakian
  • Puncak Gunung Raung
    Puncak Gunung Raung

Referensi

  1. 1 2 Global Volcanism Program.Raung Diarsipkan 2023-06-07 di Wayback Machine.. Ditinjau 15 Jan 2019.
  2. Baseline kegunungapian Indonesia. hlm. 68.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. "Gunung Raung, Kaldera Yang Megah Di Ujung Timur Pulau Jawa". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-09-14. Diakses tanggal 2015-07-13.
  4. Bisinglasi, Dicky (2019-09-07). "Perjalanan Extreme Mendaki Gunung Raung". Cultura Magazine (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-08. Diakses tanggal 2020-01-19.
  5. "Info Jalur Pendakian Gunung Raung: Via Kalibaru dan Sumber Wringin". detikJatim. Diakses tanggal 2023-10-13.
  6. "Mount Raung Trail". AllTrails. Diakses tanggal 2025-04-20.
  7. "Seputar Fakta Menarik dan Tips Mendaki Gunung Raung". Eiger Adventure. Diakses tanggal 2024-03-08.
  8. "Letusan Gunung Raung Tipe Strombolian Lemah Tapi Lama". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 2015-07-13.
  9. McClelland, Lindsay (1989). Global Volcanism, 1975-1985. Englewood Cliffs, N.J: Prentice Hall. ISBN 0-13-357203-X.
  10. 1 2 3 Raung Volcano Diarsipkan 2015-07-06 di Wayback Machine..
  11. Ika Ningtyas. 4 Juli 2015. Satelit Amerika Deteksi Dua Lubang Magma di Gunung Raung Diarsipkan 2016-04-03 di Wayback Machine..
  12. "Peninjauan Wilayah Terdampak Erupsi Raung". bondowosokab.go.id. 26 Desember 2024. Diakses tanggal 8 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. "Gunung Raung Alami Erupsi, Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 2.000 Meter". kompas.com. 24 Desember 2024. Diakses tanggal 8 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. "Gunung Raung Meletus Lagi Pagi Ini, Jalur Pendakian Telah Ditutup". tempo.co. 19 Juni 2025. Diakses tanggal 8 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. "Informasi Letusan Gunung Raung". magma.esdm.go.id. Juli 2025. Diakses tanggal 8 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. "Gunung Raung Erupsi 2 Kali Subuh Tadi, Tinggi Abu 400 Meter". tempo.co. 21 Juni 2025. Diakses tanggal 8 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. "Raung kembali alami erupsi dengan letusan setinggi 600 meter". antaranews.com. 23 Juni 2025. Diakses tanggal 8 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. "Peta Interaktif". WebGIS MenLHK. Diakses tanggal 2023-11-12.

Pranala luar

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
Kepulauan
Bangka Belitung
Jakarta
tidak ada
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Bali
NTB
NTT
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Gunung
60px-Coat_of_arms_of_East_Java.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pantai
Air terjun
Gua
Sejarah
Taman dan hutan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan