Rabu, 23 September 2026
02:52 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Gunung Colo

Gunung Colo

gunung di Indonesia

Gunung Colo
330px-A_broad_ash_plume_rises_above_Colo_volcano_on_the_island_of_Una-Una_during_the_powerful_1983_eruption.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Erupsi Gunung Colo pada tahun 1983.
Titik tertinggi
Ketinggian486 m (1.594 ft)[1]
Koordinat0°10′12″S 121°36′29″E / 0.17°S 121.608°E / -0.17; 121.608
Geografi
osm-intl,10,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Gunung_Colo&revid=28719276&groups=_73062942db0cf1619428880655bd9492f91657cb&parser=parsoid
LetakSulawesi Tengah, Indonesia
Geologi
Jenis gununggunung berapi kerucut dengan caldera
Letusan terakhirJuli-December 1983

Gunung Colo adalah sebuah gunung berapi kerucut yang terletak di Pulau Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Gunung ini berada di di tengah Teluk Tomini, bagian utara Sulawesi. Secara administratif termasuk ke wilayah Kabupaten Tojo Una-Una. Gunung ini terakhir meletus dahsyat pada tahun 1983 yang mengancurkan dua per tiga bagian pulau.

Pembentukan Gunung Colo

Gunung Colo merupakan gunungapi yang menyendiri di Teluk Tomini dan berada jauh dari zona subduksi. Gunungapi terdekat adalah gunung-gunung di daratan Sulawesi Utara yang merupakan produk dari subduksi. Gunung Colo bukan merupakan gunungapi yang terbentuk akibat proses subduksi lempeng. Dikatakan demikian akibat beberapa hal sebagai berikut. Di wilayah Teluk Tomini terdapat cukup banyak episentrum gempa. Umumnya, gempa bumi pada zona subduksi memiliki hiposentrum pada zona Benioff. Zona Benioff di sekitar Gunung Colo berada pada kedalaman lebih dari 200 km (relatif lebih dalam). Bisa saja Gunung Colo terbentuk akibat subduksi dengan Zona Benioff yang dalam ini, tetapi jika memang subduksi yang terjadi, maka harusnya bukan hanya satu gunungapi saja yang terbentuk di daerah ini, melainkan satu deret. Selain itu, Gunung Colo berada jauh dari zona subduksi. Berbeda jauh dengan deretan gunungapi di Sulawesi Utara, jarak antara zona subduksi dengan Gunung Colo ini lima kali lipatnya, bahkan lebih.

Gunung Colo diperkirakan terbentuk akibat rifting by subduction rollback. Rifting ini terjadi pada daerah Teluk Tomini yang merupakan implikasi dari subduction rollback. Subduction rollback merupakan peregangan kerak akibat perubahan sudut dari lempeng yang menunjam (subducting slab). Subduksi ini terjadi di Laut Sulawesi, strike subduksi tersebut sejajar dengan garis pantai Lengan Utara Sulawesi. Daerah ini merupakan Palung Sulawesi Utara (North Sulawesi Trench). Dengan adanya peregangan kerak di Teluk Tomini tersebut, artinya kerak di bawah Teluk Tomini tersebut semakin menipis. Peregangan ini sendiri terjadi pada Pliosen hingga Pleistosen. Dahulunya, cekungan Gorontalo di Teluk Tomini tidak sedalam sekarang. Cekungan ini mulai mendalam pada Miosen hingga Pliosen (7-5 juta tahun yang lalu) seiring tekukan lempeng yang menunjam ke arah selatan di Laut Sulawesi.

Akibat penipisan kerak tersebut, terjadi rifting atau pemekaran di wilayah Teluk Tomini. Rifting ini terbentuk akibat kerak bumi yang memiliki elastisitas rendah, sehingga bila ditarik maka akan meregang dan sedikit mekar, tidak seperti karet tentunya. Peregangan ini terbukti dari data GPS yang menunjukkan bahwa Lengan Utara Sulawesi bergerak menjauh relatif terhadap Lengan Timur Sulawesi. Peregangan atau pemekaran ini tentunya menjadi zona lemah pada batuan, sehingga dapat diterobos oleh magma atau material mantel bumi. Gunung Colo diprediksi terbentuk akibat hal tersebut, terjadi penipisan atau peregangan kerak bumi pada wilayah Teluk Tomini lalu ada material magmatik yang menerobos batuan pada kerak bumi lalu muncul ke permukaan membentuk tubuh gunungapi di atas permukaan laut.

Lihat pula

Referensi

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
Kepulauan
Bangka Belitung
Jakarta
tidak ada
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Bali
NTB
NTT
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan