Minggu, 27 September 2026
22:17 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Gunung Merbabu

Gunung Merbabu

gunung di Indonesia

Gunung Merbabu
330px-MtmerbabuA45d.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Merbabu dilihat dari arah Jalan Tol Semarang–Solo
Titik tertinggi
Ketinggian3.145 m (10.318 ft)[1]
Puncak2.432 m (7.979 ft)[1]
Masuk dalam daftarUltra
Ribu
Koordinat7°30′S 110°24′E / 7.5°S 110.4°E / -7.5; 110.4
Penamaan
Nama lokalJawa: ꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦂꦧꦧꦸ
Geografi
Merbabu di Jawa
Merbabu
Merbabu
Wilayah
Geologi
Jenis gunungStratovolcano
Letusan terakhir1797

Gunung Merbabu (Hanacaraka: ꦒꦸꦤꦸꦁꦩꦼꦂꦧꦧꦸ) adalah gunung api yang bertipe Stratovulcano yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan, Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Provinsi Jawa Tengah.

Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut.

Gunung Merbabu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Etimologi

Gunung Merbabu disebut dalam prasasti Ngadoman dan naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung[2]: 389  atau Gunung Pam(a)rihan.[3]: 69 [4]: 82  Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal yang pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15.[5]: 416  Menurut etimologi, "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.

Geologi

bagian ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Gunung Merbabu" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Aktivitas vulkanik Gunung Merbabu Tua, bersama dengan Gunung Ungaran Tua dan Gunung Soropati, diperkirakan terjadi pada zaman Pleistosen Tengah-Akhir. Tubuh Gunung Merbabu yang ada saat ini merupakan kerucut vulkanik muda yang terbentuk di kala Pleistosen Akhir-Holosen.[6]

Aliran lava termuda Merbabu berpusat di sistem rekahan berorientasi utara barat laut - selatan tenggara (NNW-SSE) yang memotong puncak Merbabu. Aliran lava Kopeng mengarah Utara dan lava Kajor mengarah Selatan.[6]

Galeri

  • Pemandangan G. Merbabu dilihat dari gerbang tol Salatiga
    Pemandangan G. Merbabu dilihat dari gerbang tol Salatiga
  • Pemandangan sabana ilalang Gunung Merbabu via Suwanting (14 Agustus 2025)
    Pemandangan sabana ilalang Gunung Merbabu via Suwanting (14 Agustus 2025)
  • Lukisan cat air sebuah gereja di Salatiga berlatar G. Merbabu dan Merapi, karya J.C. Rappard (antara 1883 - 1889)
    Lukisan cat air sebuah gereja di Salatiga berlatar G. Merbabu dan Merapi, karya J.C. Rappard (antara 1883 - 1889)

Jalur Pendakian

Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung yang sangat populer untuk kegiatan hiking. Di Gunung Merbabu terdapat 5 jalur pendakian resmi yang sering dipakai untuk mendaki, di antaranya:

  1. Jalur pendakian gunung Merbabu via Selo (Boyolali)
  2. Jalur pendakian gunung Merbabu via Suwanting (Magelang)
  3. Jalur pendakian gunung Merbabu via Wekas (Magelang)
  4. Jalur pendakian gunung Merbabu via Cunthel (Semarang)
  5. Jalur pendakian gunung Merbabu via Thekelan (Semarang)

Kelima jalur pendakian tersebut memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Pendaki pemula biasanya memilih mendaki lewat jalur Selo sedangkan pendaki senior yang ingin cepat sampai puncak biasanya memilih jalur Wekas, karena waktu tempuhnya lebih pendek.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Mountains of the Indonesian Archipelago" Peaklist.org. Retrieved 2012-06-23.
  2. ↑ Krom, N.J.. (1923). Inleiding tot de Hindoe-javaansche kunst: derde deel. Pt.2: 389.
  3. ↑ Pigeaud, Th.G.Th. (1924). De Tantu Panggëlaran uitgegeven, vertaald en toegelicht. 's-Gravenhage: Boekensteendrukkerij Voorhen h.l. Smits.
  4. ↑ Nurhajarini, D.R. & Suyami. (1999). Kajian mitos dan nilai budaya dalam Tantu Panggelaran. Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jakarta, Dep. P & K.
  5. ↑ J. Noorduyn. (1982). "Bujangga Manik’s journeys through Java; topographical data from an old Sundanese source". Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia (BKI), 138(4), 413-442.
  6. 1 2 Van Bemmelen, R.W. (Mei 1949). The Geology of Indonesia. Den Haag: V.F.A. Government Printing Office. hlm. 562-563.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
Kepulauan
Bangka Belitung
Jakarta
tidak ada
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Bali
NTB
NTT
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan