Senin, 28 September 2026
21:53 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Gunung Butak

Gunung Butak

gunung di Indonesia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Gunung Butak" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juli 2026)
Gunung Butak
330px-Kawi-Butak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rangkaian Pegunungan Butak-Kawi (Batu Tulis/Pitrang)-Kawinajang. Gunung Butak terletak di tengah dan tertinggi.
Titik tertinggi
Ketinggian2.868 m (9.409 kaki)[1]
Koordinat7°55′S 112°27′E / 7.92°S 112.45°E / -7.92; 112.45
Penamaan
Nama lokalꦒꦸꦤꦸꦁꦧꦸꦛꦏ꧀
Geografi
osm-intl,10,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Gunung_Butak&revid=29802161&groups=_23f557efb783cbac23878997dbf37322110e0cf0&parser=parsoid
LetakDiantara Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar Jawa Timur, Indonesia
Geologi
Usia batuanHolocene
Jenis gunungGunung berapi kerucut

Gunung Butak (bahasa Jawa: ꦒꦸꦤꦸꦁꦧꦸꦸꦛꦏ꧀, translit. Gunung Buthak) adalah sebuah gunung berapi kerucut yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar dalam wilayah Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gunung Butak merupakan bagian dari Pegunungan Kawi. Tidak diketemukan catatan sejarah atas erupsi dari Gunung Butak sampai saat ini.[1] Gunung ini berada pada posisi -7,922566˚ dan 112,451688˚ dengan ketinggial 2.868 mdpl(9,409 ft).

Topografi

Gunung Butak keseluruhan memiliki konfigurasi lahan bervariasi antara lain sedikit datar dan luas. Kebanyakkan jalur pendakiannya terjal dan melewati kebun teh.[butuh rujukan]

Iklim

Gunung Butak termasuk gunung dengan tipe iklim C dan D dengan suhu kurang lebih 0˚C - 10˚C pada malam hari. Sedangkan pada pagi hari hingga siang harinya suhu berkisar antara maximum 15˚C

Tipe hutan

Gunung Butak merupakan hutan hujan tropika dan hutan lumut.[butuh rujukan]

Vegetasi

Vegetasi di Gunung Butak berbeda pada ketinggian tertentu. Spesies tanaman hasil inventarisasi menggunakan teori Franz Wilhelm Junghuhn via jalur Sirah-Kencong terbagi menjadi tiga kelompok ketinggian, yaitu ketinggian 1400–1500 mdpl, 1500–2500 mdpl dan 2500–2868 mdpl. Pada ketinggian 1400–1500 mdpl ditemukan spesies kecubung gunung (Brugmansia Suaveolens), paku (Diplazium esculentum), pisang batu (Musa acuminate), dan mlandingan gunung (Paraserianthes lophantha). Kemudian pada ketinggian 1500–2500 mdpl ditemukan spesies alang-alang (Imperata cylindrical), cantigi (Vaccinium Faringiaefolium), congkok (Curculigo sp), timun hutan (Trichosanthes cucumeroides maxim), bandotan (Ageratum conyzoides L.), walisongo (Schefflera sp.),dan kirinyuh (Eupatorium inulifolium Kunth). Sedangkan pada ketinggian 2500–2868 mdpl ditemukan spesies cemara (Casuarina junghuniana), edelweiss (Anaphalis Javanica), semanggi gunung (Marsilea crenata Presl), teklan (Ageratina riparia), arbei gunung (Rubus lineatus), dan gandarusa (Justicia gendarussa).

Jalur dan Estimasi Waktu Pendakian

Gunung Butak yang memiliki ketinggian 2.868 mdpl dapat didaki melalui jalur via Panderman, yang berlokasi di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Jalur ini dinamai demikian karena titik awal pendakiannya sama dengan jalur menuju Gunung Panderman. Jalur ini menjadi rute paling populer untuk mencapai puncak Gunung Butak, dengan estimasi waktu tempuh antara 8 hingga 12 jam.

Perjalanan dimulai dari pos perizinan menuju Pos 1 yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan. Pos ini dilengkapi fasilitas seperti sumber air dan musala. Lanjut ke Pos 2, jalur yang dilalui bervariasi antara tanjakan dan jalan landai. Salah satu bagian yang menantang adalah Tanjakan PHP (Pemberi Harapan Palsu) karena panjang dan cukup menguras tenaga.

Pos 2 memiliki area cukup luas untuk beristirahat, tetapi tidak ideal untuk berkemah karena tanah yang tidak rata dan berada di jalur lalu lintas pendaki. Sayangnya, di area ini sering ditemukan sampah sisa pendakian.

Jalur dari Pos 2 ke Pos 3 menjadi bagian yang paling landai dan menyenangkan, memakan waktu sekitar 2 jam. Di sini pendaki akan melewati hutan lumut yang rapat dan lembap. Pos 3 merupakan tempat yang direkomendasikan untuk berkemah karena datar dan cukup luas, tetapi perlu berhati-hati terhadap pohon tua yang rawan patah.

Pendakian dari Pos 3 ke Pos 4 cukup menanjak dan melewati kawasan Cemoro Kandang, area dengan dominasi pohon pinus dan tepi jurang. Meskipun melipir jurang, jalurnya relatif aman dan menyajikan panorama alam yang indah. Setelah melewati jalur ini, pendaki akan tiba di area sabana yang luas, dengan banyak sumber air dan tanaman edelweis, menjadi lokasi favorit untuk mendirikan tenda.

Dari sabana, puncak Gunung Butak sudah terlihat. Perjalanan menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 30–40 menit, dengan jalur menanjak yang konsisten. Dari atas puncak, pendaki disuguhi pemandangan indah Gunung Arjuno dan Welirang.[2]

Sebagai salah satu jalur populer, rute ini kerap menjadi pilihan berbagai kelompok pendaki, baik pemula maupun berpengalaman. Tantangan di jalur ini tidak hanya menarik bagi pendaki umum, tetapi juga telah dicatat dalam sejarah pendakian oleh kelompok pendaki dengan disabilitas.[3]

Difabel Mendaki Gunung Butak

Jalur pendakian Gunung Butak dikenal cukup ekstrem pada beberapa titik jalur pendakian khususnya dari Pos 3 ke Pos 4 atau sabana. Titik ekstrem lainnya adalah dari sabana menuju puncak. Meski demikian, sulitnya jalur pendakian masih dapat diatasi oleh para pendaki, tak terkecuali pendaki dengan disabilitas. Pada tanggal 6 Oktober 2020, untuk pertama kalinya kelompok Difabel Pecinta Alam (Difpala) Lingkar Sosial Indonesia berhasil mencapai puncak gunung Butak.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Kawi-Butak". Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-14. Diakses tanggal 2006-12-26.
  2. ↑ Admin (2024-07-29). "Review Pendakian Gunung Butak via Panderman". LINKSOS. Diakses tanggal 2025-08-02.
  3. ↑ Admin (2020-10-08). "Hapus Stigma Difabel di Gunung Butak". LINKSOS. Diakses tanggal 2025-08-10.
  4. ↑ "Kelompok Pendaki Difabel Linksos Berhasil Taklukkan Gunung Butak - Malang Times". Jatim TIMES. Diakses tanggal 2025-08-02.
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
Kepulauan
Bangka Belitung
Jakarta
tidak ada
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Bali
NTB
NTT
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Gunung
60px-Coat_of_arms_of_East_Java.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pantai
Air terjun
Gua
Sejarah
Taman dan hutan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan