Sabtu, 24 Oktober 2026
06:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Gunung Pasaman

Gunung Pasaman

gunung di Indonesia

Bagikan:
Gunung Pasaman
Mount Pasaman
ْ جبل ڤاسمن
250px-Kebun_Jagung_dengan_Latar_Pegunungan_Di_Pasaman_Barat_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gunung Pasaman dari sebuah perkebunan Jagung dan Gunung Talamau disebelahnya tertutup awan dan pepohonan
Titik tertinggi
Ketinggian2.174 mdpl
Puncak indukPuncak Rajo Imbang Langik
Koordinat0°03′07″N 99°57′16″E / 0.05194°N 99.95444°E / 0.05194; 99.95444
Geografi
Gunung Pasaman di Sumatra
Gunung Pasaman
Gunung Pasaman
WilayahKabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Indonesia
PegununganBukit Barisan
Geologi
Jenis gunungStratovolcano Non Aktif
Pendakian
Rute termudahGiri Maju Koto Baru

Gunung Pasaman adalah gunung yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, berdampingan dengan Gunung Talamau. Gunung ini termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif, dikenal juga dengan nama Puncak Rajo Imbang Langik, diambil dari nama raja yang pernah berkuasa di daerah tersebut pada zaman dahulu. Gunung ini dikenal dengan kemistikannya dan jarang didaki atau tidak dapat dipuncaki.[butuh rujukan]

Gunung pasaman masih memiliki hutan tropis yang sangat bagus serta pemandangan, karena gunung ini langsung menantang laut yang berada di hadapan gunung ini dan juga barisan tanaman sawit yang tumbuh rapi di areal kakinya. Areal kaki gunung sampai pintu rimba banyak digunakan oleh penduduk sebagai lahan pertanian khususnya tanaman sawit dan cokelat.[butuh rujukan] Saat musim hujan kita juga dapat melihat air terjun pada punggungan gunung pasaman dari kaki gunung yang jalur menuju kesana belum ada.

Hidrologi DAS

Mayoritas lereng Gunung Pasaman, khususnya bagian timur dan selatan, termasuk dalam daerah aliran sungai (DAS) Kinali. Sementara itu, sebagian kecil lereng barat gunung ini masuk dalam DAS Ampu, dan lereng utara menjadi bagian dari DAS Pasaman. Ketiga DAS ini bermuara di pesisir barat Sumatera. Pengelolaan ketiga DAS tersebut berada di bawah tanggung jawab Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Agam-Kuantan.[1]

Pendakian[2]

Gunung Pasaman (2.174 mdpl) adalah gunung yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, berdampingan dengan Gunung Talamau. Secara geografis Kabupaten Pasaman Barat terletak di antara 00° 33’ LU sampai 00° 11’ LS dan 99° 10’BT sampai 100° 04’BT . Gunung ini termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif.

Gunung pasaman ini jalur pendakianya dimulai dari ketinggian 490 mdpl hingga 2174 mdpl. Dibagian kaki gunung di penuhi perkebunan kelapa sawit, cacao, alpukat, nilam, dan pinang. Perkebunan memang sudah menyentuh batas akhir hutan lindung gunung pasaman. Untuk mencapai akses terakhir dari desa terakhir cukup lumayan jauh kira kira ±1500 m Karena jalan untuk kendaraan bermotor sangat tidak layak. Dari jalur pendakian ekspedisi ini puncak gunung pasaman dilalui dari arah barat.

Sebelum melakukan pendakian sebaiknya melapor ke kapolsek Simpang Ampek Pasaman Barat, Selanjutnya untuk menuju kaki gunung pasaman dapat manggunakan jasa ojek menuju simpang bandarejo, dari simpang bandarejo dapat di lalui dengan jasa ojek kembali untuk menuju plasma kloter B yang menempuh jarak ±15 km, selanjutnya harus meminta izin ke jorong girimaju Nagari koto baru, kec. Luhak Nan Duo kab. Pasaman Barat. perjalanan dari jorong girimaju menuju akses terakhir jalur pendakian gunung pasaman menghabiskan waktu ± 3 jam perjalanan, sepanjang jalan melewati kebun kelapa sawit, kebun alpukat, kebun kakao, dan pinang. Untuk keamanan yang menggunakan sepeda motor disarankan menitipkan sepeda motornya di desa ini karena gunung pasaman ini belum ada pos jaga nya yang di mana biasanya menjadi tempat penitipan dan pusat Koordinator lapangan suatu gunung.

Akses terakhir terdapat musholla "490 mdpl", selanjutnya perjalanan menuju pintu rimba "664 mdpl" melewati sungai, sungai ini akan mengalirkan air yang besar saat hujan turun, jadi jika ingin melewati sungai jangan dalam waktu hujan turun untuk keselamatan bersama. Setelah menyeberangi sungai Perjalanan akan sedikit menajak kira 50º-75º sampai pintu rimba. Perjalanan menuju pintu rimba memakan waktu 2 jam.

Selanjutnya perjalanan menuju Shelter 1 "773 mdpl" akan memakan waktu 1 jam - 1½ jam. Kondisi medan sudah mulai menanjak. Shelter 1 memiliki sumber mata air yang mengalir bisa di gunakan untuk penambah pasokan air perjalanan. Selain itu area camp juga luas bisa di isi oleh 3 - 4 tenda doom.

Dari shelter 1 menuju shelter 2 "1.237 mdpl" memakan waktu tempuh ± 3 jam. Medan sudah ditutupi hutan yang rapat dan habitat yang bisa di temukan yaitu Siamang dan Burung Enggang. Selain itu Nyamuk dan Pacet sangat banyak di sepanjang jalur ini. Di shelter 2 sumber mata air masih ada, mata air di shelter 2 ini merupakan sumber mata air yang menetes dari lumut akibat resapan air tanah. Di sarankan untuk mempertimbangkan melanjutkan perjalanan karena sumber mata air terakhir ada di shelter 3 yang jarak tempuh kira kira 200 m.

Waktu tempuh dari shelter 2 ke shelter 3 "1435 mdpl" memakan waktu 1 jam. Sumber terakhir air untuk pasokan perjalanan bisa di dapat cuma di shelter 3 ini, karena memang di puncak gunung pasaman sangat minim air kecuali hari hujan yang menggenangi cekungan tanah.

Dari shelter 3, perjalanan menuju puncak pasaman akan memakan waktu ± 5 jam. Puncak pasaman akan ditandai dengan vegetasi yang sudah tidak rapat lagi dan medannya sudah sama tinggi dengan jurang yang berada di kiri . Bentuk puncak gunung pasaman percik pakal kuda letter U . Sebelum puncak ada area camp yang cukup luas dan juga di puncak kita bisa mendirikan tenda tetapi harus extra kerja karena area camp masih banyak di tumbuhi semak.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 7 Juli 2025.
  2. ↑ https://mplskyhawk.blogspot.com/2013/11/rute-pendakian-gunung-pasaman.html?m=1
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Bengkulu
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Lampung
Kepulauan
Bangka Belitung
Jakarta
tidak ada
Jawa Barat
Banten
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Bali
NTB
NTT
Sulawesi Barat
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Maluku
Maluku Utara
Papua Barat
Papua
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan