Kamis, 01 Oktober 2026
16:40 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Santri

Santri

Istilah Siswa di Pesantren

Bagikan:
Santri Nusantara
Santri membaca Al-Qur'an setelah salat

Santri diambil dari bahasa pegon [1] سنتري jika ditelusuri lagi maka santri diambil dari huruf arab yaitu

  1. Sin: Sulukul Khoiri artinya perilaku yang baik. Ciri-ciri Santri adalah mempunyai karakter dan kepribadian yang baik.
  2. Nun: Naibul Ulama artinya pengganti ulama, jadilah apapun selagi itu baik, benar, dan bermanfaat, tetapi identitas santri adalah tetap sebagai pengganti ulama.
  3. Ta’: Ta’alam Wa Tarkal Ma’asi artinya belajar dan meninggalkan maksiat. Lafadz Ta’alam kusandingkan dengan lafadz Tarkal Ma’asi karena seorang santri selain belajar haruslah mengamalkan apa yang telah dipelajari sebagaimana halnya meninggalkan maksiat. Ketika sudah mengetahui bahwa suatu perkara itu maksiat atau dosa maka jauhilah.
  4. Ro’: Rodhiya artinya Ridha atau rela dan senang hati. Dapat juga diartikan hati yang berbahagia.
  5. Ya’: Yaqin artinya yakin. Wes, seng penting yakin opo-opo bakal kasil.[2]

Di Indonesia, santri adalah istilah untuk seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren (sekolah asrama Islam). Santri biasanya tinggal di tempat tersebut hingga pendidikan mereka selesai. Setelah menyelesaikan masa studinya, sebagian dari mereka akan melayani pesantren dengan menjadi pengurus. Menurut C.C. Berg, istilah "santri" berasal dari bahasa Sanskerta shastri yang berarti "orang yang mempelajari kitab-kitab Hindu"; istilah ini memiliki akar yang sama dengan kata shastra (sastra).[3][4]

Sejak tahun 2015, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional di Indonesia. Tanggal tersebut merujuk pada "resolusi jihad" yang dikeluarkan Hasyim Asy'ari dari Nahdlatul Ulama kepada ulama dan santri sebelum revolusi nasional.[5]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization. Yayasan Islam Nusantara Center.
  2. ↑ Hud, Hud (2022). Nyantri. Jombang: CV. Nakomu. hlm. 5–6. ISBN 9786235433011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
  3. ↑ Efendi, Ferry; Makhfudli (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. hlm. 313. ISBN 9789793027944. Diakses tanggal 22 September 2022.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Raditya, Iswara N (21 Oktober 2019). "Sejarah & Asal Usul Kata Santri: Berasal dari Bahasa Sanskerta?". tirto.id. Diakses tanggal 12 Februari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Harbani, Rahma Indina (22 Oktober 2021). "Hari Santri Nasional 2021 Lahir dari Resolusi Jihad, Bagaimana Awalnya?". Detik.com. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Oktober 2022. Diakses tanggal 22 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Cabang lainnya
Tokoh utama
Era klasik
Era Kebangkitan
Nasional
Pasca-
kemerdekaan
Organisasi
Negara
Masyarakat sipil
Partai politik
Laskar
Sejarah
Pra-
kemerdekaan
Pasca-
kemerdekaan
Daerah
Sumatra
Jawa
Nusa Tenggara
Kalimantan
Sulawesi
Maluku
Papua
Kebudayaan
Pendidikan
Gerakan
Lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan