Senin, 12 Oktober 2026
10:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Sastra Hindu

Sastra Hindu

Bagikan:
Bagian dari seri
Sastra Hindu
SASTRA HINDU
OM Portal agama Hindu
250px-19th_century_manuscript_copy%2C_older_Tantra_Rajatantra%2C_Schoyen_Collection_Norway.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salinan naskah Tantrarājatantra dari awal abad ke-19 dalam bahasa Sanskerta beraksara Dewanagari. Teks ini merupakan salah satu karya sastra Tantra dalam tradisi Hindu.

Sastra Hindu kebanyakan ditulis dalam bahasa Sanskerta. Kata “sastra”, berakar dari kata Shastra yang merujuk pada ilmu pengetahuan secara umum yang tidak lekang oleh waktu. Sastra Hindu dibagi atas dua bagian besar yaitu Śruti—yang di dengar (wahyu) dan Smrti—yang di ingat (tradisi, bukan wahyu).

Veda sebagai sastra suci utama bagi umat Hindu, merupakan bagian dari Sruti, karena didasarkan pada penerimaannya melalui wahyu langsung dari Brahman melalui para Maharsi dan ajarannya disebarkan melalui tradisi lisan turun-temurun (pada masa turunnya Veda, manusia belum menemukan tulisan). Sedangkan yang termasuk dalam kategori Smrti adalah Dharmasastra (kitab hukum), Itihasa (sejarah), Sutra, Agama, Darshana (filsafat). Mahakarya Mahabharata dan Ramayana termasuk dalam bagian dari Smrti, karena kedua epos tersebut masuk dalam kategori Itihasa.

Pembagian Susastra Hindu

Susastra Hindu
SrutiSmrti
RgvedaYajurvedaDharmasastraItihasa (Epos)
SamavedaAtharvavedaPuranaDarshana
Agama / TantraWedangga, Upaveda

Catur Veda

Artikel utama: Veda

Sastra suci Veda sebagai sastra utama bagi umat Hindu, termasuk ke dalam Śruti. Veda merupakan susastra Hindu tertua yang masih ada dan diyakini kebenarannya oleh umat Hindu hingga saat ini. Keberadaan Veda sehingga bisa tetap ada tidak lepas dari ajarannya yang memuat kebenaran dan diturunkan secara turun temurun dari orang tua ke anak cucu, dari guru kepada siswanya dengan cara tradisi oral (sastra lisan). Budaya menurunkan ilmu pengetahuan ini tetap berlangsung dalam waktu yang sangat lama sebelum akhirnya Veda dikodifikasi dan dikompilasi oleh seorang Rsi yang digelari Veda Vyasa (secara harfiah, "dia yang membagi Veda) Dia diberikan nama tersebut, sebagai penghormatan atas kemampuannya dan memilah sekumpulan besar ilmu pengetahuan dan lagu-lagu pujian (hymne) yang terkandung dalam Veda dan membagi menjadi bagian-bagian agar mudah dipahami dan dipelajari oleh umat manusia. Para ahli setuju bahwa Veda disusun sekitar 1500 - 600 tahun SM.

Sastra Veda terbagi atas empat bagian yang dikenal dengan Catur Veda, Rgveda, Yajurveda, Samaveda dan Atharvaveda. Veda tertua adalah Rgveda memuat lebih dari 1000 sloka, kidung pemujaan bagi para dewa-dewi sebagai manifestasi dari Brahman, pencipta alam semesta.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan