Rabu, 28 Oktober 2026
16:03 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Agnipurana

Agnipurana

Bagikan:
330px-Agni_Purana%2C_Sanskrit%2C_Devanagari.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman dari naskah Agni Purana berbahasa Sansekerta, aksara Dewanagari.
Bagian dari seri
Sastra Hindu
SASTRA HINDU
OM Portal agama Hindu

Agnipurana (Dewanagari: अग्निपुराण; ,IAST: Agnipurāṇa, अग्निपुराण) adalah teks Sanskerta dan salah satu dari delapan belas Purana utama Hinduisme.[1] Teks tersebut diklasifikasikan dengan beragam sebagai Purana yang berhubungan dengan Saiwa, Waisnawa, Sakta dan Smarta, tetapi juga dianggap sebagai teks yang mencakup semuanya dengan tidak memihak tanpa bersandar pada teologi tertentu.[1][2]

Kitab tersebut tersedia dalam banyak versi, dan beberapa versi sangat bertolak belakang dengan yang lain.[3] Naskah yang diterbitkan pada masa kini tebagi menjadi 382 atau 383 bab, mengandung sloka dengan jumlah antara 12.000 hingga 15.000.[3][4] Bab-bab dalam kitab tersebut tampaknya disusun pada zaman yang berbeda-beda, dengan versi terawal mungkin disusun setelah abad ke-7,[5][6] dan sebelum abad ke-11, karena pada awal abad ke-11, cendekiawan Persia Al-Biruni menyebutkan keberadaan kitab ini dalam catatannya tentang India.[7] Bagian termuda dari kitab ini mungkin ditulis pada abad ke-17.[7]

Agnipurana adalah ensiklopedia era Abad Pertengahan yang mencakup beragam topik, dan "382 atau 383 babnya benar-benar membahas apa saja dan segalanya", komentar para sarjana seperti Moriz Winternitz dan Ludo Rocher.[8][9] Gaya sekuler ensiklopedisnya membuat beberapa Indolog abad ke-XIX seperti Horace Hayman Wilson mempertanyakan apakah itu memenuhi syarat sebagai apa yang dianggap sebagai Purana.[10][11] Rentang topik yang dicakup oleh teks ini termasuk kosmologi, mitologi, silsilah, politik, sistem pendidikan, ikonografi, teori perpajakan, organisasi tentara, teori tentang penyebab yang tepat untuk perang, seni bela diri,[5] diplomasi, hukum setempat, pembangunan proyek publik, metode distribusi air, pohon dan tanaman, obat-obatan,[12] desain dan arsitektur,[13][14] gemologi, tata bahasa, metrik, puisi, makanan, dan pertanian,[15] ritual, geografi, dan panduan perjalanan ke Mithila (Bihar dan negara bagian tetangga), sejarah budaya, dan banyak topik lainnya.[4]

Lihat pula

Referensi

Kutipan

  1. 1 2 Dalal 2014, hlm. 10.
  2. ↑ Rocher 1986, hlm. 20–22.
  3. 1 2 Wilson 1864, hlm. LVIII-LX.
  4. 1 2 Rocher 1986, hlm. 134–137.
  5. 1 2 Thomas Green (2001). Martial Arts of the World: An Encyclopedia, ABC-CLIO, ISBN978-1576071502, page 282
  6. ↑ Phillip B. Zarrilli. Paradigms of Practice and Power in a South Indian Martial Art. University of Wisconsin-Madison.
  7. 1 2 Rocher 1986, hlm. 31, 136–137.
  8. ↑ Winternitz 1922, hlm. 541.
  9. ↑ Rocher 1986, hlm. 134–135.
  10. ↑ Dalal 2014, hlm. 10, 145.
  11. ↑ Rocher 1986, hlm. 79 with footnotes.
  12. ↑ Jagdish Lal Shastri; Arnold Kunst (1970). Ancient Indian Tradition & Mythology: The Agni Purana, Part 4. Motilal Banarsidass. hlm. xxx. ISBN 978-81-208-0306-0.
  13. ↑ Kramrisch 1976, hlm. 96, 136 with footnotes.
  14. ↑ James C. Harle (1994). The Art and Architecture of the Indian Subcontinent. Yale University Press. hlm. 215. ISBN 978-0-300-06217-5.
  15. ↑ VC Srivastava (2008). History of Agriculture in India, Up to C. 1200 A.D. Routledge. hlm. 839. ISBN 978-81-8069-521-6.

Daftar pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan