Minggu, 20 September 2026
09:57 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Purana

Purana

Bagian dari seri
Sastra Hindu
SASTRA HINDU
OM Portal agama Hindu
250px-Meister_der_Bh%C3%A2gavata-Pur%C3%A2na-Handschrift_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Naskah Bhagavata Purana, Adegan: Yashoda memandikan anak Krishna

Purana (Sanskerta: पुराण ; purāṇa, berarti "cerita zaman dulu") adalah bagian dari kesusastraan Hindu yang memuat mitologi, legenda, dan kisah-kisah zaman dulu. Kata Purana berarti sejarah kuno atau cerita kuno. Ada 18 kitab Purana yang terkenal dengan sebutan “Mahapurana”. Penulisan kitab-kitab Purana diperkirakan dimulai pada tahun 500 SM.

Untuk mempermudah umat mempelajari Weda, Maharsi Wyasa menyusun kitab Purana. Kitab Purana ditulis dalam bentuk cerita keagamaan. Cerita-cerita itu disusun untuk menyampaikan ajaran agama Hindu. Kitab Purana merupakan bagian dari Weda. Purana terdiri atas dua kata, yaitu kata Pura dan Ana. Kata Pura artinya masa lampau atau masa silam. Sedangkan Ana berarti mengatakan. Jadi Purana berarti kisah-kisah masa lampau atau koleksi cerita. [1]

Purana merupakan kitab yang berisi cerita para Dewa, Raja, Rsi pada masa lampau. Setiap cerita Purana selalu mengandung ajaran agama. Cerita-cerita tersebut memberi tuntunan hidup umat manusia. Dengan membaca kita Purana, akan membangkitkan rasa bhakti umatnya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.[2]

Ajaran agama yang dijumpai dalam kitab Purana, yaitu:[3]

  1. Ajaran Sraddha (Keimanan)
  2. Ajaran Etika (Etika moral)
  3. Ajaran Acara (Ritual)
  4. Tuntunan dalam berbhakti kepada Hyang Widhi Wasa
  5. Berbagai keutamaan tempat-tempat suci untuk melakukan Tirtha Yatra.

Daftar kitab Purana (Mahapurana):

  1. Matsyapurana
  2. Wisnupurana
  3. Bhagawatapurana
  4. Warahapurana
  5. Wamanapurana
  6. Markandeyapurana
  7. Wayupurana
  8. Agnipurana
  9. Naradapurana
  10. Garudapurana
  11. Linggapurana
  12. Padmapurana
  13. Skandapurana
  14. Bhawisyapurana
  15. Brahmapurana
  16. Brahmandapurana
  17. Brahmawaiwartapurana
  18. Kurmapurana

Beberapa Purana (Mahapurana) lainnya terkadang ada beberapa kitab Purana (Mahapurana) yang masuk daftar menggantikan Purana (Mahapurana) lain seperti:

  1. Dewibhagavatapurana
  2. Siwapurana

Kitab Purana mengajarkan pemujaan kepada Hyang Widhi Wasa. Agama Hindu menganal tiga perwujudan Hyang Widhi Wasa, yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa. Brahma dikenal sebagai pencipta. Wisnu sebagai pemelihara, dan Siwa sebagai pelebur atau pengharmonis. [4]

Berdasarkan isi ajarannya, dan dihubungkan dengan ketiga dewa-dewa tersebut di atas, maka kedelapan belas kitab Mahapurna digolongkan ke dalam tiga kelompok sebagai berikut. [5]

  1. Satwikka Purana, yang merupakan kitab Purana dimana ajarannya menguraikan tentang Dewa Wisnu. Kategori Sattwika Purana tersebut terdiri dari:
    • Wisnupurana
    • Bhagawatapurana
    • Padmapurana
    • Garudapurana
    • Warahapurana
    • Naradapurana
  2. Rajasika Purana, yang merupakan kitab Purana yang menguraikan proses tentang penciptaan. Kitab Purana ini berkaitan dengan Dewa Brahma. Kitab-kitab yang termaksud dalam kelompok Rajasika Purana adalah:
    • Brahmapurana
    • Brahamandapurana
    • Brahmanawaiwartapurana
    • Bhawisyapurana
    • Wamanapurana
    • Markandeyapurana
  3. Tamasika Purana, yang merupakan kitab Purana dimana isinya menguraikan tentang cerita pemujaan kepada Dewa Siwa. Kitab-kitab yang tergolong dalam kelompok Tamasika Purana adalah:
    • Siwapurana
    • Linggapurana
    • Matsyapurana
    • Kurmapurana
    • Skandapurana
    • Agnipurana


20px-Om_symbol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Topik dalam agama Hindu
Śruti
120px-Aum_Om_navy_blue_circle_hollow_coral.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Smerti
Konsep
AwataraAtmanBrahmanKosaDharmaKarmaMoksaMayaIstadewataMurtiReinkarnasi (Punarbhawa)TatwaTrimurtiTuriya Guru
Filosofi
Guru
Mitologi
Ritual
AartiBhajanDiksaHomaMantraPujaSatsangStotraTrisandyaYadnya
Yuga
Caturwarna
Aliran
Majelis
Kuno
Pertengahan
Modern awal
Modern


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. I Made Rajendra, 2022. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Kementerian Agama Republik Indonesia
  2. I Made Rajendra, 2022. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Kementerian Agama Republik Indonesia.
  3. I Made Rajendra, 2022. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Kementerian Agama Republik Indonesia.
  4. I Made Rajendra, 2022. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Kementerian Agama Republik Indonesia.
  5. I Made Rajendra, 2022. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Kementerian Agama Republik Indonesia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan