Jumat, 30 Oktober 2026
21:27 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Buku Doa Umum

Buku Doa Umum

Bagikan:
330px-Book_of_Common_Prayer%2C_1549_%282%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buku Doa Umum (1549).

Buku Doa Umum (bahasa Inggris:Book of Common Prayer) adalah sebuah buku liturgi milik Gereja Anglikan yang dibuat dengan dasar keputusan parlemen Inggris pada tahun 1549.[1] Edisi pertama Buku Doa Umum diterbitkan pada masa pemerintahan Raja Edward.[2] Sebagian besar isi buku ini adalah karya dari Thomas Cranmer, seorang Uskup Agung Canterbury.[1] Buku doa umum ini berisi doa-doa harian, perayaan misa, prosesi, dan formula Perjamuan Kudus.[3]

Buku Doa Umum kemudian mendapat kritikan dari Martin Bucer yang menyatakan bahwa buku ini kurang Alkitabiah.[1] Selain itu, tokoh-tokoh reformasi juga ikut mengritik buku ini karena tata cara Perjamuan Kudus yang dimuat di dalamnya masih sangat Katolik.[1] Oleh karena itu, buku doa umum digubah kembali oleh Thomas Cranmer pada tahun 1552 dengan menambahkan lebih banyak unsur Protestan.[1] Kata-kata yang mulanya lebih Katolik dan mengasumsikan bahwa Kristus hadir saat Perjamuan Kudus selanjutnya mengikuti Zwingli yang mengasumsikan Kristus tidak hadir dalam Perjamuan.[2] Buku ini lalu mengalami revisi untuk kedua kalinya pada tahun 1662.[1] Pengubahan dan pembatalan Buku Doa Umum hanya dapat ditetapkan atas persetujuan parlemen Inggris.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 {id} F.D Wellem. 2004. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 50.
  2. 1 2 {en} Paul Westermeyer. 1998. Te Deum: The Church and Music. Minneapolis:Fortress Press. Hlm. 167.
  3. ↑ {id} Rasid Rachman. 1999. Pengantar Sejarah Liturgi. Tangerang: Bintang Fajar.
Kuno
Pertengahan
Modern awal
Modern
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan