Senin, 28 September 2026
21:25 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Ramanuja

Ramanuja

250px-Ramanujacharya_Idol_in_a_temple.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca Ramanuja.

Ramanuja adalah seorang teolog, filsuf, dan juga penafsir kitab suci Hindu.[1] Ia lahir dalam keluarga Brahmana (kalangan Pendeta) di Shriperumbudur pada tahun 1017 dan meninggal di Sharinangam pada tahun 1137 di India Selatan.[1] Ia dianggap sebagai orang penting ketiga dalam tradisi Hindu setelah Nathamuni dan Yamunacharya.[1] Menurut sejarah, Ramanuja menikah di umur 16 tahun.[1] Namun setelah kematian ayahnya, Ia belajar bersama Yadvaprakasha yang pada waktu itu tinggal di Kanci.[1] Ramanuja kemungkinan adalah seorang monis tetapi di lain pihak ia menolak tafsiran monistik tentang Upanishad.[1] Meskipun terdapat perbedaan, yang jelas Ramanuja adalah seorang yang percaya Tuhan.[1] Ia menyembah dewa Wisnu dan mendirikan banyak kuil dewa Wisnu selama ia hidup.[1]

Ramanuja juga dianggap sebagai orang yang berjasa dalam menjelaskan Wisistadwaita, satu dari terjemahan klasik dari sekolah filsafat Hindu Wedanta.[2] Menurut Ramanuja, semua pengetahuan melibatkan diskriminasi dan pembedaan.[1] Karena pengetahuan selalu mengenal pembedaan maka baik identitas yang murni maupun identitas yang berbeda adalah tidak nyata.[1] Ramanuja menolak untuk membedakan Yang Satu dengan yang banyak.[1] Ia mengatakan:"Di dalam Yang satu terdapat keberagaman".[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Ian P. McGreal. Great Thinkers of The Eastern World.1995. New York: Harper Collins Publisher. hal. 228
  2. ↑ (Bartley 2002, hlm. 1), (Carman 1974, hlm. 24)
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan