Kamis, 15 Oktober 2026
22:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Sastra Hindu

Sastra Hindu

Bagikan:
Bagian dari seri
Sastra Hindu
SASTRA HINDU
OM Portal agama Hindu
250px-19th_century_manuscript_copy%2C_older_Tantra_Rajatantra%2C_Schoyen_Collection_Norway.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salinan naskah Tantrarājatantra dari awal abad ke-19 dalam bahasa Sanskerta beraksara Dewanagari. Teks ini merupakan salah satu karya sastra Tantra dalam tradisi Hindu.

Sastra Hindu kebanyakan ditulis dalam bahasa Sanskerta. Kata “sastra”, berakar dari kata Shastra yang merujuk pada ilmu pengetahuan secara umum yang tidak lekang oleh waktu. Sastra Hindu dibagi atas dua bagian besar yaitu Śruti—yang di dengar (wahyu) dan Smrti—yang di ingat (tradisi, bukan wahyu).

Veda sebagai sastra suci utama bagi umat Hindu, merupakan bagian dari Sruti, karena didasarkan pada penerimaannya melalui wahyu langsung dari Brahman melalui para Maharsi dan ajarannya disebarkan melalui tradisi lisan turun-temurun (pada masa turunnya Veda, manusia belum menemukan tulisan). Sedangkan yang termasuk dalam kategori Smrti adalah Dharmasastra (kitab hukum), Itihasa (sejarah), Sutra, Agama, Darshana (filsafat). Mahakarya Mahabharata dan Ramayana termasuk dalam bagian dari Smrti, karena kedua epos tersebut masuk dalam kategori Itihasa.

Pembagian Susastra Hindu

Susastra Hindu
SrutiSmrti
RgvedaYajurvedaDharmasastraItihasa (Epos)
SamavedaAtharvavedaPuranaDarshana
Agama / TantraWedangga, Upaveda

Catur Veda

Artikel utama: Veda

Sastra suci Veda sebagai sastra utama bagi umat Hindu, termasuk ke dalam Śruti. Veda merupakan susastra Hindu tertua yang masih ada dan diyakini kebenarannya oleh umat Hindu hingga saat ini. Keberadaan Veda sehingga bisa tetap ada tidak lepas dari ajarannya yang memuat kebenaran dan diturunkan secara turun temurun dari orang tua ke anak cucu, dari guru kepada siswanya dengan cara tradisi oral (sastra lisan). Budaya menurunkan ilmu pengetahuan ini tetap berlangsung dalam waktu yang sangat lama sebelum akhirnya Veda dikodifikasi dan dikompilasi oleh seorang Rsi yang digelari Veda Vyasa (secara harfiah, "dia yang membagi Veda) Dia diberikan nama tersebut, sebagai penghormatan atas kemampuannya dan memilah sekumpulan besar ilmu pengetahuan dan lagu-lagu pujian (hymne) yang terkandung dalam Veda dan membagi menjadi bagian-bagian agar mudah dipahami dan dipelajari oleh umat manusia. Para ahli setuju bahwa Veda disusun sekitar 1500 - 600 tahun SM.

Sastra Veda terbagi atas empat bagian yang dikenal dengan Catur Veda, Rgveda, Yajurveda, Samaveda dan Atharvaveda. Veda tertua adalah Rgveda memuat lebih dari 1000 sloka, kidung pemujaan bagi para dewa-dewi sebagai manifestasi dari Brahman, pencipta alam semesta.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan