Selasa, 29 September 2026
02:22 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Al-Biruni

Al-Biruni

ilmuwan muslim di bidang astronomi, farmakologi, filsafat, fisika, geodesi, geografi, geologi, kartografi, kedokteran, kimia, matematika, mekanika, metodologi, dan sejarah

Infobox orangAl-Biruni
330px-Al-Biruni_Portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(ar) محمد بن أحمد البِيرُونيِّ Suntingan nilai di Wikidata
4 September 973 Suntingan nilai di Wikidata
Kath (Keamiran Samaniyah) Suntingan nilai di Wikidata
Kematian9 Desember 1048 Suntingan nilai di Wikidata (75 tahun)
Ghazni (Ghaznawiyah) Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
KebangsaanIran
AgamaIslam dan Islam Sunni Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiFisika, matematika, astronomi, ilmu alam, sejarah, Kronologi, laborer (en) Terjemahkan, Indologi, ilmu kebumian, geografi, filsafat, Kartografi, antropologi, astrologi, kimia, kedokteran, psikologi, teologi, farmakologi, Sejarah agama dan Mineralogi Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanfilsuf,ahli bahasa,sejarawan,astrologer (en) Terjemahkan,Indologist (en) Terjemahkan,apoteker,penulis,humanist (en) Terjemahkan,ahli botani,fisikawan,penerjemah,ahli geografi,kimiawan,antropolog,polimatik,kartografer,matematikawan,astronom,naturalis Suntingan nilai di Wikidata
PeriodeZaman Kejayaan Islam dan Abad Syi'ah Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariAbu Nashr Mansur Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif

Abu Raihan Muhammad bin Ahmad al-Biruni (juga, Abu Raihan al-Biruni Biruni, al-Biruni), (bahasa Persia: ابوریحان محمد بن احمد بیرونی ; bahasa Arab: أبو الريحان محمد بن أحمد البيروني), (4 September 973 – 13 Desember 1048) atau lahir pada 3 Dzulhijah 362 H, merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli geografi, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan.[1]

Al-Biruni dilahirkan di Khawarizmi, Turkmenistan atau Khiva di kawasan Danau Aral di Asia Tengah yang pada masa itu terletak dalam kekaisaran Persia. Dia belajar matematika dan pengkajian bintang dari Abu Nashr Mansur.

Kehidupan

Al-Biruni merupakan teman filusuf dan ahli obat-obatan Abu Ali Al-Hussain bin Abdullah bin Sina/Ibnu Sina, sejarawan, filsuf, dan pakar etik Ibnu Miskawaih, di universitas dan pusat sains yang didirikan oleh putera Abu Al Abbas Ma'mun Khawarazmshah, namun pada 1017 ia dikudeta, dalam kondisi kacau datanglah pasukan Sultan Mahmud dari Ghazni menaklukan. Abu Raihan Al-Biruni ikut mengembara ke India dengan Mahmud dari Ghazni dan menemani dia dalam ketenteraannya di sana, mempelajari bahasa, falsafah dan agama mereka dan menulis buku mengenainya.[1]

Buku Al-Biruni tentang sejarah India ditulis pada 1030 dan diterjemahkan pada 1888 ke dalam bahasa Inggris menjadi buku terlengkap tentang sejarah India. Dia juga menguasai beberapa bahasa diantaranya bahasa Yunani, bahasa Suriah, dan bahasa Berber, bahasa Sanskerta.

Ia juga membahas tentang geografi India. Menurutnya, lembah Sungai Hindus dan India pada umumnya, awalnya terbenam dalam laut dan kemudian secara bertahap menjadi penuh endapan yang dibawa air sungai (alluvium).

250px-Persian_Scholar_pavilion_in_Viena_UN_%28Biruni1%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung al-Biruni di Viena, Eropa.

Beberapa tahun kemudian, al-Biruni menulis buku tentang masalah-masalah geometri, aritmetika, astronomi dan astrologi berjudul Tafhim li Awa'il Sina'atut Tanjim. Selain itu, khusus di bidang astronomi, ia menulis al-Qanun al-Mas'udi fil Hai'ah wan Nujum. Buku ini juga memperoleh penghargaan di Barat dan menjadi bacaan standar di berbagai universitas Barat selama beberapa abad. Sementara dalam bidang pertambangan ia menulis al-Jamahir fi Ma'rifatil Jawahir pada 1041. Sedangkan di bidang kedokteran al-Biruni menulis as-Saydala fit Thib. Buku ini bisa dibilang ensiklopedi kedokteran lengkap yang merangkum informasi tentang kedokteran dan pengobatan pada masanya.

Al-Biruni juga pembuat instrumen yang kompeten. Dia membuat sebuah astrolab yang dapat menentukan waktu terbit dan terbenam matahari dan bintang serta menemukan posisi benda-benda langit pada saat tertentu. Selain itu ia juga membuat kalender mekanik yang dapat menunjukkan posisi matahari dan bulan pada hari-hari tertentu. Al-Biruni juga menguasai berbagai bahasa secara aktif, seperti bahasa Arab, Turki, Sanskerta, Yahudi dan Suryani.

Pada tahun 1050/442H al-Biruni meninggal dunia dalam usia 77 tahun (Masehi) atau 80 tahun dalam hitungan tahun Hijriyah.

Karya

500px-Abu-Reyhan_Biruni_%28editado_por_Ernest_Rhys_1912%29_1030.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Dunia oleh al-Biruni pada Tahun 1030.

Al-Biruni menulis banyak buku dalam bahasa Persia (bahasa ibunya) dan bahasa Arab.

Berikut karya-karya Al-Biruni ialah:

  • Ketika berusia 17 tahun, dia meneliti garis lintang bagi Kath, Khwarazm, dengan menggunakan altitude maksima matahari.
  • Ketika berusia 22 tahun, dia menulis beberapa hasil kerja ringkas, termasuk kajian proyeksi peta, "Kartografi", yang termasuk metodologi untuk membuat proyeksi belahan bumi pada bidang datar.
  • Ketika berusia 27 tahun, dia telah menulis buku berjudul "Kronologi" yang merujuk kepada hasil kerja lain yang dihasilkan oleh dia (sekarang tiada lagi) termasuk sebuah buku tentang astrolab, sebuah buku tentang sistem desimal, 4 buku tentang pengkajian bintang, dan 2 buku tentang sejarah.
  • Dia membuat penelitian mengenai jari-jari Bumi senilai 6.339,6 kilometer (hasil ini diulang di Barat pada abad ke 16).

Hasil karya Al-Biruni melebihi 120 buah buku.

330px-Lunar_phases_al-Biruni.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perhitungan Fase Bulan oleh al-Biruni.

Sumbangannya pada bidang matematika yakni:

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 Republika, Tim (2002-06-26). DARI PENAKLUK JERUSALEM HINGGA ANGKA NOL. Republika Penerbit. hlm. 64. ISBN 978-623-279-024-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Matematikawan
Abad ke-9
Abad ke-10
Abad ke-11
Abad ke-12
Abad ke-13
Abad ke-14
Abad ke-15
Abad ke-16
120px-Gravure_originale_du_compas_parfait_par_Ab%C5%AB_Sahl_al-Q%C5%ABh%C4%AB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karya matematika
Konsep
Pusat
Dipengaruhi
Memengaruhi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan