Rabu, 14 Oktober 2026
19:28 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Observatorium Maragheh

Observatorium Maragheh

observatorium

Bagikan:
250px-Maragheh_observatory1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
foto observatorium Maragheh dari luar

Observatorium Maragheh (bahasa Persia:رصدخانهٔ مراغه), adalah sebuah observatorium astronomi yang diinstitutionalisasikan yang didirikan pada 1259 Masehi dibawah perlindungan Ilkhanid Hulagu dan kedirekturan Nasir al-Din al-Tusi, seorang ilmuwan dan astronom Persia. Terletak di dataran tinggi di barat Maragheh, Provinsi Azerbaijan Timur, Iran, tempat tersebut sempat dianggap menjadi observatorium paling prestisius di dunia.

Observatorium tersebut dijadikan sebagai sebuah model untuk observatorium-observatorium berikutnya yang meliputi Observatorium Ulugh Beg abad ke-15 di Samarkand, Observatorium Taqi al-Din abad ke-16 di Istanbul, dan Observatorium Jai Singh abad ke-18 di Jaipur.[1]

Revolusi Maragha

Lihat pula: Astronomi Islam

"Revolusi Maragha" merujuk kepada revolusi aliran Maragheh melawan astronomi Ptolemaik. "Aliran Maragha" adalah sebuah tradisi astronomi yang bermula di observatorium Maragheh dan dilanjutkan dengan astronom-astronom daru masjid Damaskus dan Observatorium Samarkand.[2] Astronom-astronom Maragha paling berpengaruh meliputi Mo'ayyeduddin Urdi (m. 1266), Nasīr al-Dīn al-Tūsī (1201–1274), Najm al-Dīn al-Qazwīnī al-Kātibī (m. 1277), Qutb al-Din al-Shirazi (1236–1311), Sadr al-Sharia al-Bukhari (s. 1347), Ibn al-Shatir (1304–1375), Ali Qushji (s. 1474), al-Birjandi (m. 1525), dan Shams al-Din al-Khafri (m. 1550).[3] Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap signifikansi sejarah situs ini meningkat. Penutup berbentuk kubah telah dibangun untuk melindungi sisa-sisa observatorium. Universitas Tabriz yang berada di dekatnya telah bertanggung jawab atas pengelolaan dan perlindungan situs Maragheh sejak akhir tahun 70an. Bekerja sama dengan pemerintah kota Maragheh, ada proyek renovasi baru yang sedang dilakukan untuk melestarikan situs [4][5]

Catatan

  1. ↑ Dallal, Ahmad (2010). Islam, science, and the challenge of history. Yale University Press. hlm. 24–25. ISBN 9780300159110.
  2. ↑ George Saliba (1994), A History of Arabic Astronomy: Planetary Theories During the Golden Age of Islam, p. 233-234, 240. New York University Press, ISBN 0-8147-8023-7.
  3. ↑ Dallal (1999), pg. 171
  4. ↑ "Restoration work begins on Maragheh observatory". Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Siapa yang membangun observatorium Maragheh". september 2023.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Referensi

Pranala luar

37°23′45.88″N 46°12′32.97″E / 37.3960778°N 46.2091583°E / 37.3960778; 46.2091583

Templat:Astronomi Islam Templat:Program Ruang Angkasa Iran Templat:Provinsi Azerbaijan Timur

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan