Jumat, 16 Oktober 2026
06:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Tabula Rogeriana

Tabula Rogeriana

Bagikan:
500px-TabulaRogeriana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tabula Rogeriana, digambar oleh Muhammad al-Idrisi untuk Roger II dari Sisilia pada tahun 1154.

Kitab Rudjdjar (terj. har. 'Kitab Roger' dalam bahasa Arab) atau Tabula Rogeriana (terj. har. 'Peta Roger' dalam bahasa Latin) adalah peta dunia yang digambar oleh pakar geografi Arab, Muhammad al-Idrisi pada tahun 1154. Al-Idrisi bekerja pada penjelasan yang menyertainya dan ilustrasi peta ("Kitab Roger") selama delapan belas tahun di istana Normandia Raja Roger II dari Sisilia.[1][2][3][4]

Peta

500px-TabulaRogeriana_upside-down.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tabula Rogeriana, terbalik dengan berorientasi utara.

Peta Roger yang ditulis dalam bahasa Arab menampilkan daratan Eurasia secara keseluruhan dan sebagian kecil benua Afrika bagian utara. Peta tersebut berorientasi pada kata Utara yang seharusnya berada di bawah. Peta itu kemudian menjadi peta dunia paling akurat hingga tiga abad setelahnya.[5]

Roger II dari Sisilia memiliki peta yang digambar pada lingkaran perak yang beratnya mencapai 400 pon.[6] Karya al-Idrisi mencakup Nuzhat al-mushtāq fī ikhtirāq al-āfāq (bahasa Arab:نزهة المشتاق في اختراق الآفاق; terj. har. 'Perjalanan menyenangkan dalam menembus ufuk'), yakni ringkasan pengetahuan geografi dan sosiologi di masanya begitu juga deskripsi pengembaraannya yang disertai ilustrasi dengan lebih dari tujuh puluh peta;[6] serta Kharitat al-`alam al-ma`mour min al-ard (Peta wilayah-wilayah berpenghuni di bumi) yakni ia membagi dunia 7 wilayah yang membentang dari ekuator hingga 23 derajat latitude dan yang ketujuh dari 54 hingga 63 derajat, serta diikuti wilayah yang tidak dapat dihuni karena dingin dan salju.

Sepuluh salinan manuskrip Kitab Roger hingga saat ini masih tersimpan. Dua di antaranya berada di Bibliothèque nationale de France, termasuk yang paling tua yang berasal dari sekitar tahun 1300 (Arabe 2221). Salinan lain yang dibuat di Kairo tahun 1456, kini berada di Perpustakaan Bodleian di Oxford (Pococke 375).[7]

Mengenai karya al-Idrisi, S. P. Scott menulis:

Kompilasi Al-Idrisi menandakan sebuah era dalam sejarah pengetahuan. Tidak hanya itu, informasi historis karya-karyanya sangat menarik dan berharga, tetapi dekripsi-deksripi karyanya terhadap banyak tempat di bumi masih otoritatif. Selama tiga abad para pakar geografi menyalin petanya tanpa perubahan. Posisi relatif danau yang membentuk sungai Nil, seperti yang digambarkan dalam karyanya, tidak banyak berbeda dari yang dibuat Baker dan Stanley lebih dari tujuh ratus tahun kemudian, begitu pula bilangannya sama. Kejeniusan mekanis penulis tidak lebih rendah dari pengetahuannya. Planisfer angkasa dan bumi dari perak yang dibuatnya untuk raja pelindungnya hampir enam kaki diameternya dan beratnya empat ratus lima puluh pon; di satu sisi dukir zodiak dan rasi bintang, sementera di sisi lain dibagi menjadi segmen-segmen daratan dan perairan, dengan situasi masing-masing dari berbagai negeri.[5]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Houben 2002, hlm. 102–104
  2. ↑ Ahmad 1992, hlm. 156–161
  3. ↑ Al-Fora, Uthman (1983). "Al-Sharif Al-Idrisi and His Contributions to Geography" (PDF). King Saud University, Journal of the College of Education. 5: 159–185 – via King Saud University.
  4. ↑ Editorial Board of Aljaranda (Maret 2016). "Travelers in Tarifa". Aljaranda. 89: 95–98 – via Dialnet.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 S. P. Scott (1904), History of the Moorish Empire, pp. 461-2
  6. 1 2 Ducne, Jean-Charles (2011-12-01). "Les coordonnes gographiques de la carte manuscrite d'al-Idrs (Paris, Bnf ar. 2221)" (dalam bahasa Prancis). 86 (2): 271–285. doi:10.1515/ISLAM.2011.022. ISSN 1613-0928.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  7. ↑ "BBC - A History of the World - Object : The Book of Roger". www.bbc.co.uk. Diakses tanggal 2025-07-15.

Daftar pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan