Jumat, 16 Oktober 2026
17:34 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Islam di Banten

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:

Islam di Banten telah mulai disebarkan sejak masa Wali Sanga pada abad ke-16 Masehi dan menguat pada masa Kesultanan Banten pada abad ke-17 Masehi. Peradaban Islam di Banten ditandai dengan banyaknya masjid dan pesantren yang didirikan di wilayahnya. Mayoritas masyarakat Banten merupakan muslim.

Sejarah penyebaran

Masa Wali Sanga

Penyebaran Islam ke Banten merupakan bagian dari dakwah para ulama dan pedagang muslim ke wilayah Nusantara.[1] Historiografi tradisional di Banten memberikan keterangan bahwa dakwah di Banten telah diawali oleh Sunan Ampel. Setelah itu, kegiatan dakwah diteruskan oleh Sunan Gunung Jati.[2]

Masa Kesultanan Banten

Penyebaran Islam pada masa Kesultanan Banten berkaitan dengan sikap dari Sultan Banten sendiri. Sultan Banten diketahui tidak mengurusi persoalan administrasi pelabuhan dan perdagangan di Banten. Para pekerja yang bertugas di bagian administrasi perdagangan dan pelabuhan hanya diberikan kepada orang asing. Sehingga, status dan prestasi yang dihasilkan oleh para administrator tidak memberikan mereka kedudukan dalam pandangan Sultan Banten. Para administrator ini hanya memperoleh gelar nama Jawa agar dapat terintegrasi dengan pemerintahan di Banten. Islam memberikan arti penting dalam pemerintahan Kesultanan Banten. Para administrator yang beralih keyakinan dari kepercayaan lama menjadi Islam, memperoleh peluang peningkatan karier yang lebih tinggi. Akhirnya, pada tahun 1678 telah banyak orang asing yang menjadi Muslim. Hanya sebagian administrator dari etnis Tionghoa yang masih mempertahankan kepercayaan mereka.[3]

Peradaban

Peradaban Islam di Banten dimulai sejak abad ke-16 Masehi. Bukti peradabannya adalah Masjid Agung Banten dan Keraton Surosowan di kawasan Banten Lama.[4] Pemerintahan Islam di Banten mulai berlangsung sejak abad ke-16 dan ke-17 Masehi.[5] Banten kemudian menjadi salah satu pusat pendirian pesantren-pesantren di Pulau Jawa pada abad ke-19 dan 20 Masehi.[6]

Perkembangan

Sifat keagamaan dalam masyarakat Banten sangat kuat dan mendalam. Islam dianggap telah menjadi bagian dari budaya dan memengaruhi aspek dalam kehidupan mereka.[7] Mayoritas masyarakat Banten menganut aliran Islam Sunni.[8]

Demografi

Distribusi geografi

Berikut merupakan sebaran Muslim di provinsi Banten menurut sensus Badan Pusat Statistik pada tahun 2010.[9]

Kota/kabupaten Muslim %
Pandeglang 1.147.436 99.81%
Lebak 1.185.077 98.42%
Tangerang 2.667.088 94.10%
Serang 1.385.503 98.77%
Kota Tangerang 1.587.272 88.25%
Kota Cilegon 364.628 97.35%
Kota Serang 566.575 98.06%
Kota Tangerang Selatan 1.162.204 90.07%
TOTAL 10.065.783 94.67%

Tempat ibadah

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Banten, terdapat 8.680 masjid dan 11.937 mushalla yang tersebar di seluruh wilayah Banten dengan rincian sebagai berikut.[10]

Kota/kabupaten Masjid Mushalla
Pandeglang 1.537 1.559
Lebak 1.587 1.556
Tangerang 1.735 4.770
Serang 1.907 2.000
Kota Tangerang 693 935
Kota Cilegon 486 453
Kota Serang 583 631
Kota Tangerang Selatan 152 33
TOTAL 8.680 11.937

Referensi

  1. ↑ Imawan, Dzulkifli Hadi (April 2020). Pendidikan Agama Islam. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia. hlm. 77. ISBN 978-602-450-440-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Fauziyah, S., Wardah, E. S., dan Nursida, I. (Desember 2020). Humaeni, Ayatullah (ed.). Ritual Tolak Bala: Pribumisasi Islam di Banten (PDF). Serang: LP2M UIN SMH Banten. hlm. 47–48. ISBN 978-623-95807-4-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Irfani, Fahmi (2020). Qustulani, Muhammad (ed.). Kejayaan dan Kemunduran Perdagangan Banten di Abad 17 (PDF). PSP Nusantara Press. hlm. 147–148. ISBN 978-602-5932-13-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Juliadi, dkk. (2005). Ragam Pusaka Budaya Banten (PDF). Serang: Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang. hlm. 104. ISBN 979-99324-0-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Yakin, Ayang Utriza (5 Juni 2014). "Membaca Banten dengan Mazhab Annales". Resensi Buku & Artikel Jurnal. II (6): 1.
  6. ↑ Tolchah, Moch. (Desember 2015). Wahyudi, Chafid (ed.). Dinamika Pendidikan Islam Pasca Orde Baru (PDF). Bantul: LKiS Pelangi Aksara. hlm. 218. ISBN 978-602-73740-6-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Siregar, Parlindungan (Januari 2017). "Perjuangan Rakyat Banten Melawan Belanda: Studi Tentang K.H. Wasyid". Buletin Al-Turas: Mimbar Sejarah, Sastra, Budaya, dan Agama. XXIII (1): 62.
  8. ↑ Ridwan, I., dkk. (November 2021). Muhibah, Siti (ed.). Studi Kebantenan dalam Catatan Sejarah (PDF). Tangerang: Media Edukasi Indonesia. hlm. 161. ISBN 978-623-6497-50-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Sensus Penduduk 2010 - Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut | Provinsi Banten". BPS. Diakses tanggal 2025-06-30.
  10. ↑ Meliana, Katrina Doris; Buchori, Imam (2016-03-10). "Efektivitas Kelembagaan Pemerintah Dalam Pengembangan KEK Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten". JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA. 12 (1): 49. doi:10.14710/pwk.v12i1.11456. ISSN 2597-9272.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan