Rabu, 04 November 2026
23:44 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Partai Acoma

Partai Acoma

partai politik di Indonesia

Bagikan:
Partai Acoma
250px-Logo_of_the_Acoma_Party.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketua umumIbnu Parna
Dibentuk8 Agustus 1952;74 tahun lalu (1952-08-08)
Dibubarkan3 Desember 1960;65 tahun lalu (1960-12-03)
Kantor pusatJalan Kasin Kulon 26, Malang[1]
Sayap petaniSarikat Tani Indonesia
IdeologiKomunisme
Marxisme
Leninisme
Trotskyisme
Posisi politikKiri jauh
Afiliasi internasionalInternasional Keempat (sejak 19 Juli 1958)[2]
Warna  Merah

Partai Angkatan Communis Indonesia (Acoma) adalah sebuah partai politik komunis di Indonesia. Partai ini berkembang dari Angkatan Communis Muda (juga disingkat 'Acoma'). Acoma diubah menjadi Partai Acoma pada tanggal 8 Agustus 1952[3] dan dipimpin oleh Ibnu Parna.[4]

Acoma dikembangkan sebagai kelompok pemuda komunis yang didirikan pada 10 Juni 1946, yang para kadernya tidak bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Acoma sebagian besar beranggotakana sisa-sisa pengikut Tan Malaka. Selain itu, Acoma juga menjadi bagian dari Gerakan Revolusi Rakyat (GRR) yang pro-Tan Malaka.[5][6]

Secara politik, Partai Acoma dekat dengan Partai Murba,[7] tetapi beberapa gerilyawan Acoma juga bergabung dengan PKI, seperti Sidik Kertapati yang menjadi anggota Komite Sentral PKI.[8]

Partai Acoma juga menjadi faksi minoritas di Sarikat Tani Indonesia (Sakti). Selain itu, partai ini berhasil menunda selama dua tahun penggabungan Sakti ke PKI pimpinan organisasi petani.[9]

Pada Pemilu 1955, Partai Acoma mendapat 64.514 suara (0,2% suara nasional) dan ketuanya, Ibnu Parna, terpilih menjadi anggota DPR.[4][10] Ia bergabung dengan fraksi Progresif Nasional, sebuah fraksi yang terdiri dari sepuluh anggota parlemen yang berasal dari Jawa.[11] Di dalam Konstituante, Acoma bergabung dengan blok Sosial-Ekonomi bersama Partai Buruh dan Murba.[12]

Pada awal 1950, Partai Acoma mulai mengembangkan kontak dengan Sekretariat Internasional Internasional Keempat yang beraliran Trotskyis.[13] Pada tahun 1959, Partai Acoma berafiliasi kepada Sekretariat Internasional Internasional Keempat sebagai bagian dari Indonesia.[4] Pada bulan Februari 1959, Ibnu Parna ditangkap karena telah mengecam Jenderal Abdul Haris Nasution dalam sebuah pamflet, meskipun ia memiliki kekebalan parlemen.[14]

Partai ini dilarang pada tahun 1965.[15] Partai ini menjadi target oleh rezim baru Suharto dan Ibnu Parna tewas dalam pembunuhan massal 1965 akibat peristiwa Gerakan 30 September.[4][16]

Daftar Ketua Umum

No. Nama Potret Mulai menjabat Akhir menjabat Ket.
1Ibnu Parna
(1920–1968)
120px-Ibnu_Parna%2C_Hasil_Rakjat_Memilih_Tokoh-tokoh_Parlemen_%28Hasil_Pemilihan_Umum_Pertama_-_1955%29_di_Republik_Indonesia%2C_p318.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 8 Agustus 1952 3 Desember 1960

Hasil Pemilu

Pemilihan Umum Kursi Suara Persentase
1955 (DPR)
2 / 257
64.514 0,17%
1955 (Konstituante)
4 / 514
55.844 0,15%

Tokoh

Rujukan

  1. ↑ Publishers' International Yearbook
  2. ↑ Poeze, Harry A. Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 5: 1950-2007. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan KITLV-Jakarta, 2020. hlm. 146.
  3. ↑ Intercontinental press, Volume 5
  4. 1 2 3 4 Alexander, Robert J. International Trotskyism, 1929-1985: A Documented Analysis of the Movement. Durham: Duke University Press, 1991. p. 534
  5. ↑ Malaka, Tan, and Helen Jarvis. From Jail to Jail. Monographs in international studies, no. 83. Athens, Ohio: Ohio University Center for International Studies, 1991. p. cxliii
  6. ↑ Gunn, Geoffrey C. New World Hegemony in the Malay World. Lawrenceville, NJ: Red Sea Press, 2000. pp. 48-49
  7. ↑ Feith, Herbert. The Indonesian Elections of 1955. Interim Report Series. Ithaca, N.Y.: Modern Indonesia Project, Southeast Asia Program, Dep. of Far Eastern Studies, Cornell Univ, 1957. p. 60
  8. ↑ http://histmove.ouvaton.org/pag/chr/pag_002/fr/gloss_PKI.htm
  9. ↑ Hindley, Donald. Communist Party of Indonesia, 1951-1963. [S.l.]: Univ Of California Press, 1964. p. 165
  10. ↑ Feith, Herbert. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. An Equinox classic Indonesia book. Jakarta [u.a.]: Equinox, 2007. p. 435
  11. ↑ Feith, Herbert. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. An Equinox classic Indonesia book. Jakarta [u.a.]: Equinox, 2007. p. 472
  12. ↑ Assyaukanie, Luthfi. Islam and the Secular State in Indonesia. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies, 2009. p. 93
  13. ↑ http://www.wsws.org/articles/2009/may2009/ind4-m16.shtml
  14. ↑ http://www.marxists.org/history/etol/newspape/isr/vol20/no04/indonesia.html
  15. ↑ Gunn, Geoffrey C. New World Hegemony in the Malay World. Lawrenceville, NJ: Red Sea Press, 2000. p. 58
  16. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-09. Diakses tanggal 2014-04-22.
Partai didirikan masa pra-kemerdekaan
Partai didirikan masa Orde Lama dan Baru
Partai didirikan masa Reformasi
Perang dan insiden
Perang
Insiden
Organisasi
Tokoh kunci
Afiliasi
Topik terkait
Budaya populer
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan