Partai Acoma | |
|---|---|
| Ketua umum | Ibnu Parna |
| Dibentuk | 8 Agustus 1952;74 tahun lalu (1952-08-08) |
| Dibubarkan | 3 Desember 1960;65 tahun lalu (1960-12-03) |
| Kantor pusat | Jalan Kasin Kulon 26, Malang[1] |
| Sayap petani | Sarikat Tani Indonesia |
| Ideologi | Komunisme Marxisme Leninisme Trotskyisme |
| Posisi politik | Kiri jauh |
| Afiliasi internasional | Internasional Keempat (sejak 19 Juli 1958)[2] |
| Warna | Merah |
Partai Angkatan Communis Indonesia (Acoma) adalah sebuah partai politik komunis di Indonesia. Partai ini berkembang dari Angkatan Communis Muda (juga disingkat 'Acoma'). Acoma diubah menjadi Partai Acoma pada tanggal 8 Agustus 1952[3] dan dipimpin oleh Ibnu Parna.[4]
Acoma dikembangkan sebagai kelompok pemuda komunis yang didirikan pada 10 Juni 1946, yang para kadernya tidak bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Acoma sebagian besar beranggotakana sisa-sisa pengikut Tan Malaka. Selain itu, Acoma juga menjadi bagian dari Gerakan Revolusi Rakyat (GRR) yang pro-Tan Malaka.[5][6]
Secara politik, Partai Acoma dekat dengan Partai Murba,[7] tetapi beberapa gerilyawan Acoma juga bergabung dengan PKI, seperti Sidik Kertapati yang menjadi anggota Komite Sentral PKI.[8]
Partai Acoma juga menjadi faksi minoritas di Sarikat Tani Indonesia (Sakti). Selain itu, partai ini berhasil menunda selama dua tahun penggabungan Sakti ke PKI pimpinan organisasi petani.[9]
Pada Pemilu 1955, Partai Acoma mendapat 64.514 suara (0,2% suara nasional) dan ketuanya, Ibnu Parna, terpilih menjadi anggota DPR.[4][10] Ia bergabung dengan fraksi Progresif Nasional, sebuah fraksi yang terdiri dari sepuluh anggota parlemen yang berasal dari Jawa.[11] Di dalam Konstituante, Acoma bergabung dengan blok Sosial-Ekonomi bersama Partai Buruh dan Murba.[12]
Pada awal 1950, Partai Acoma mulai mengembangkan kontak dengan Sekretariat Internasional Internasional Keempat yang beraliran Trotskyis.[13] Pada tahun 1959, Partai Acoma berafiliasi kepada Sekretariat Internasional Internasional Keempat sebagai bagian dari Indonesia.[4] Pada bulan Februari 1959, Ibnu Parna ditangkap karena telah mengecam Jenderal Abdul Haris Nasution dalam sebuah pamflet, meskipun ia memiliki kekebalan parlemen.[14]
Partai ini dilarang pada tahun 1965.[15] Partai ini menjadi target oleh rezim baru Suharto dan Ibnu Parna tewas dalam pembunuhan massal 1965 akibat peristiwa Gerakan 30 September.[4][16]
Daftar Ketua Umum
| No. | Nama | Potret | Mulai menjabat | Akhir menjabat | Ket. |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ibnu Parna (1920–1968) | 8 Agustus 1952 | 3 Desember 1960 |
Hasil Pemilu
| Pemilihan Umum | Kursi | Suara | Persentase |
|---|---|---|---|
| 1955 (DPR) | 2 / 257 |
64.514 | 0,17% |
| 1955 (Konstituante) | 4 / 514 |
55.844 | 0,15% |
Tokoh
- Ibnu Parna, ketua umum partai dan anggota DPR (1956-1960).
- Sahamad Sudjono, ketua umum Sakti (1954-1963), anggota Konstituante (1956-1960), anggota MPRS (1960-1968).
- Sidik Kertapati, ketua umum Sakti (dipecat dari Acoma sejak 1952).
Rujukan
- ↑ Publishers' International Yearbook
- ↑ Poeze, Harry A. Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 5: 1950-2007. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan KITLV-Jakarta, 2020. hlm. 146.
- ↑ Intercontinental press, Volume 5
- 1 2 3 4 Alexander, Robert J. International Trotskyism, 1929-1985: A Documented Analysis of the Movement. Durham: Duke University Press, 1991. p. 534
- ↑ Malaka, Tan, and Helen Jarvis. From Jail to Jail. Monographs in international studies, no. 83. Athens, Ohio: Ohio University Center for International Studies, 1991. p. cxliii
- ↑ Gunn, Geoffrey C. New World Hegemony in the Malay World. Lawrenceville, NJ: Red Sea Press, 2000. pp. 48-49
- ↑ Feith, Herbert. The Indonesian Elections of 1955. Interim Report Series. Ithaca, N.Y.: Modern Indonesia Project, Southeast Asia Program, Dep. of Far Eastern Studies, Cornell Univ, 1957. p. 60
- ↑ http://histmove.ouvaton.org/pag/chr/pag_002/fr/gloss_PKI.htm
- ↑ Hindley, Donald. Communist Party of Indonesia, 1951-1963. [S.l.]: Univ Of California Press, 1964. p. 165
- ↑ Feith, Herbert. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. An Equinox classic Indonesia book. Jakarta [u.a.]: Equinox, 2007. p. 435
- ↑ Feith, Herbert. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. An Equinox classic Indonesia book. Jakarta [u.a.]: Equinox, 2007. p. 472
- ↑ Assyaukanie, Luthfi. Islam and the Secular State in Indonesia. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies, 2009. p. 93
- ↑ http://www.wsws.org/articles/2009/may2009/ind4-m16.shtml
- ↑ http://www.marxists.org/history/etol/newspape/isr/vol20/no04/indonesia.html
- ↑ Gunn, Geoffrey C. New World Hegemony in the Malay World. Lawrenceville, NJ: Red Sea Press, 2000. p. 58
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-09. Diakses tanggal 2014-04-22.
|
| Perang dan insiden |
| ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Organisasi |
| ||||
| Tokoh kunci |
| ||||
| Afiliasi | |||||
| Topik terkait | |||||
| Budaya populer | |||||