Minggu, 20 September 2026
17:01 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Ibnu Parna

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Ibnu Parna (Surabaya, 26 September 1920 - meninggal 1965) adalah seorang politikus komunis Indonesia, pemimpin Partai Acoma,[1] dan anggota serikat pekerja.[2]

Terlibat dalam perjuangan anti-kolonial di Indonesia sebagai pemimpin pemuda di Semarang, Parna terpilih sebagai anggota DPR RI untuk Partai Acoma pada tahun 1955. Setelah itu, Parna dilecehkan oleh pemerintah otoriter Indonesia, ia ditangkap dan dibunuh oleh pihak berwenang Indonesia, bersama dengan ratusan ribu orang kiri lainnya, dalam peristiwa 1965-1966.

Riwayat Hidup

Menurut buku Hasil Rakjat Memilih Tokoh-tokoh Parlemen: Hasil Pemilihan Umum Pertama, 1955 di Republik Indonesia(1956), Ibnu Parna “dilahirkan pada tanggal 26 September 1920 di Surabaya”. Pendidikan terakhirnya adalah setingkat SMP kolonial untuk anak petinggi pribumi yaitu Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).[3][4]

Ibnu Parna mengambil bagian aktif dalam perjuangan anti-kolonial sebagai pemimpin pemuda di Semarang.[5] Pada bulan November 1945 ia menjadi wakil ketua Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia) yang mewakili Angkatan Muda Republik Indonesia, gerakan pemuda utama dari Semarang.[6] Kakaknya, Krissubanu, juga pernah menjadi tokoh pemuda.[7]

Pada awal 1946 Ibnu Parna disertakan dalam subkomite Persatuan Perdjuangan mewakili Pesindo. Namun, pada tanggal 6 Maret 1946, pimpinan Pesindo memutuskan untuk menarik posisi Ibnu Parna sebagai perwakilan Pesindo di sub-komite PP.[8] Parna muncul sebagai pemimpin Angkatan Komunis Muda (Disingkat Acoma), sebuah gerakan pemuda yang terkait dengan Gerakan Revolusioner Rakyat Tan Malaka.[9] Acoma, didirikan pada bulan Juni tahun 1946, kemudian berkembang menjadi Partai Acoma.[10][11]

Dalam Pemilihan umum legislatif Indonesia 1955, Ibnu Parna terpilih sebagai Anggota Parlemen. Ia adalah satu-satunya kandidat dari Partai Acoma yang memenangkan kursi.[1][12] Sekitar periode ini, Ibnu Parna menjabat sebagai sekretaris Sentral Organisasi Buruh Republik Indonesia (SOBRI).[13] Pada tahun 1956 Ibnu Parna mengambil bagian dalam kongres dunia dari International Keempat para Trotskyis.[14] Pada Februari 1959 Ibnu Parna ditangkap karena telah menerbitkan sebuah pamflet yang mengecam kekuasaan Jenderal Nasution, walaupun memiliki kekebalan parlemen sekalipun.[15]

Partai Acoma dilarang pada tahun 1965 pasca peristiwa Gerakan 30 September.[14] Ibnu Parna kemudian ditangkap dan dibunuh dalam peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.[1]

Karya Tulis

Selain aktif dalam pergerakan, Ibnu Parna juga aktif menulis mengenai perjuangan kaum buruh dalam pandangan Komunisme Trotskisme serta perjuangan Indonesia dalam Masa Revolusi Nasional melawan Agresi Militer Belanda. Ibnu Parna pernah menjabat sebagai Penanggung Jawab Redaksi Majalah Pekerdja yang diterbitkan oleh Biro Penerbitan Jajasan "Puspa", Jakarta. Majalah tersebut merupakan majalah yang dikelola oleh organisasi buruh di Jakarta.[16] Beberapa karya yang ditulis oleh Ibnu Parna diantaranya:

  • Undang Berpikir Rakjat Berdjoang (1950) diterbitkan oleh Penerbit Widjaya.
  • Menara Buruh (1951) merupakan kumpulan-kumpulan dari pidato (prae-advies) Ibnu Parna dalam Kongres Kesatuan Sarekat Buruh Gula (SBG) di Malang pada tanggal 14-18 Juli 1951.
  • Pengantar Oposisi Rakjat (1954) diterbitkan oleh Penerbit Comite Pusat Partai Acoma (Angkatan Communis Indonesia).
  • Amanat Sosialisme: Tesis Trotsky Dulu dan Sekarang, serta Sangkut-Pautnja dengan Masalah-Masalah Pembangunan Indonesia (1962) diterbitkan oleh Penerbit Jajasan "Puspa".

Referensi

  1. 1 2 3 Alexander, Robert J. International Trotskyism, 1929-1985: A Documented Analysis of the Movement. Durham: Duke University Press, 1991. p. 534
  2. International Labor Directory and Handbook. New York, N.Y.: F. A. Praeger, 1950s. p. 777
  3. Matanasi, Petrik. "Ibnu Parna Menghimpun Angkatan Komunis Muda". tirto.id. Diakses tanggal 2018-03-02.
  4. Parlaungan (1956). Hasil rakjat memilih tokoh-tokoh parlemen. Hasil pemilihan umum pertama, 1955 di Republik Indonesia (dalam bahasa Indonesian). Djakarta: C.V. Gita.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. Anderson, Benedict R. O'G. Java in a Time of Revolution; Occupation and Resistance, 1944-1946. Ithaca: Cornell University Press, 1972. p. 146
  6. Anderson, Benedict R. O'G. Java in a Time of Revolution; Occupation and Resistance, 1944-1946. Ithaca: Cornell University Press, 1972. pp. 256, 258
  7. Anderson, Benedict R. O'G. Java in a Time of Revolution; Occupation and Resistance, 1944-1946. Ithaca: Cornell University Press, 1972. p. 425
  8. Anderson, Benedict R. O'G. Java in a Time of Revolution; Occupation and Resistance, 1944-1946. Ithaca: Cornell University Press, 1972. pp. 293, 318
  9. Malaka, Tan, and Helen Jarvis. From Jail to Jail. Monographs in international studies, no. 83. Athens, Ohio: Ohio University Center for International Studies, 1991. p. cxliii
  10. Intercontinental press, Volume 5
  11. Gunn, Geoffrey C. New World Hegemony in the Malay World. Lawrenceville, NJ: Red Sea Press, 2000. pp. 48-49
  12. Feith, Herbert. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. An Equinox classic Indonesia book. Jakarta [u.a.]: Equinox, 2007. p. 435
  13. United States. Directory of World Federation of Trade Unions (WFTU). 1955. p. 29
  14. 1 2 Gunn, Geoffrey C. New World Hegemony in the Malay World. Lawrenceville, NJ: Red Sea Press, 2000. p. 58
  15. "Report from Indonesia". International Socialist Review Vol. 20, No. 4 (Fall 1959), p. 101. Marxists Internet Archive. Retrieved 2 January 2010.
  16. "Majalah Lama: "Pekerdja" Tahun 1965". koleksikemalaatmojo2.blogspot.co.id. Diakses tanggal 2018-03-02.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan