Minggu, 20 September 2026
22:00 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Komunisme

Komunisme

ideologi politik dan sistem ekonomi-sosial yang menganjurkan kepemilikan bersama tanpa kelas, uang, maupun negara

Artikel ini merupakan bagian dari
seri mengenai:
Komunisme
120px-Hammer_and_sickle_red_on_transparent.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri
Sistem ekonomi
250px-Hammer_and_sickle_red_on_transparent.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Palu dan arit merupakan salah satu simbol yang melambangkan komunisme

Komunisme (bahasa Latin:communis)[1][2] adalah sebuah ideologi sosiopolitik, filosofis, dan ekonomi dalam gerakan sosialis,[3] yang bertujuan menciptakan masyarakat komunis, tatanan sosial ekonomi yang berpusat pada kepemilikan bersama atas alat produksi, distribusi, dan pertukaran yang mengalokasikan produk dalam masyarakat berdasarkan kebutuhan.[4][5][6] Masyarakat komunis mensyaratkan tidak adanya kepemilikan pribadi dan kelas sosial,[3] dan pada akhirnya uang[7] dan negara.[8][9][10]

Dasar ideologi

Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan Internasional Ketiga. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. Sedangkan komunisme internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Vladimir Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme–Leninisme".

Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran partai komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: Keluarga Suci[11]), tetapi pengorganisasian buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro.

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal pada individu. Pada prinsipnya semua adalah direpresentirkan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.

Prinsip Komunisme

  • Materialisme Historis: Komunisme berlandaskan pada analisis materialisme historis, yang melihat sejarah sebagai hasil dari perkembangan ekonomi dan konflik kelas. Marx berpendapat bahwa seluruh sejarah masyarakat adalah sejarah perjuangan kelas antara mereka yang memiliki alat produksi dan mereka yang tidak.[12]
  • Kritik Terhadap Kapitalisme: Kapitalisme dianggap tidak adil karena menciptakan ketimpangan ekonomi yang besar antara kelas borjuis (pemilik modal) dan kelas proletar (buruh). Marx dan Engels mengemukakan bahwa kapitalisme pada akhirnya akan mencapai titik kehancuran karena eksploitasi dan ketegangan kelas yang tidak berkesudahan.[12]
  • Dialektika Kelas: Dalam filsafat komunisme, ada pandangan bahwa setiap sistem sosial-ekonomi akan melahirkan kontradiksi internal yang kemudian akan memunculkan sistem yang baru melalui revolusi. Di sini, kapitalisme diyakini akan digantikan oleh sosialisme, yang pada akhirnya berkembang menjadi komunisme.[13]
  • Kepemilikan Kolektif: Komunisme menuntut kepemilikan kolektif atas alat produksi (tanah, pabrik, dan sumber daya alam) untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas. Dengan menghilangkan kepemilikan pribadi atas alat produksi, Marx meyakini bahwa eksploitasi buruh akan terhenti, dan distribusi kekayaan akan lebih merata.[13]
  • Masyarakat Tanpa Negara dan Tanpa Kelas: Visi akhir dari komunisme adalah terciptanya masyarakat tanpa kelas di mana negara tidak lagi dibutuhkan karena tidak ada lagi pertentangan kelas. Dalam masyarakat komunis ideal, negara akan lenyap dengan sendirinya karena fungsi pengendalian yang dijalankan negara tidak lagi diperlukan.[13]

Komunisme internasional

Komunisme internasional sebagai teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Oktober di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005, negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos. Komunisme internasional adalah teori yang dicetuskan oleh Karl Marx.

Maoisme

Ideologi komunisme di Tiongkok agak lain daripada dengan Marxisme-Leninisme yang diadopsi bekas Uni Soviet. Mao Zedong menyatukan berbagai filsafat kuno dari Tiongkok dengan Marxisme yang kemudian ia sebut sebagai Maoisme. Perbedaan mendasar dari komunisme Tiongkok dengan komunisme di negara lainnya adalah bahwa komunisme di Tiongkok lebih mementingkan peran petani daripada buruh. Ini disebabkan karena kondisi Tiongkok yang khusus di mana buruh dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kapitalisme.

Perkembangan komunisme pasca-Uni Soviet

Banyak orang yang mengira komunisme "mati" setelah Revolusi 1989 yang berakhir pada bubarnya Uni Soviet dua tahun kemudian, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikhail Gorbachev. Namun demikian, setelah runtuhnya Uni Soviet dan pecahnya Yugoslavia, terdapat beberapa negara yang masih dipimpin oleh pemerintahan Marxis–Leninis dengan partai tunggal. Di antaranya adalah Kuba, Laos, Vietnam, dan Tiongkok. Korea Utara menyebut ideologinya sebagai Juche, yang mereka anggap sebagai perkembangan dari Marxisme–Leninisme. Meskipun demikian, Tiongkok,[14] Laos,[15] Vietnam,[16] dan Kuba telah mengubah sistem ekonominya menjadi lebih terbuka. Di India, komunis memimpin pemerintahan di tiga bagian negara. Sementara di Nepal, partai komunis menjadi mayoritas di parlemen.[17]

Partai-partai komunis dan Marxis-Leninis lainnya juga mendapat kursi dalam parlemen di berbagai negara, walaupun tidak memimpin pemerintahan. Di antaranya Partai Komunis Jepang, Federasi Rusia, Venezuela, dan Israel.

Lihat pula

Referensi

  1. "Communism". Britannica Encyclopedia.
  2. World Book 2008, hal. 890.
  3. 1 2 Ball & Dagger 2019.
  4. Ely, Richard T (1883). French and German socialism in modern times. New York: Harper & Brothers. hlm. 35–36. OCLC 456632. All communists without exception propose that the people as a whole, or some particular division of the people, as a village or commune, should own all the means of production land, houses, factories, railroads, canals, etc.; that production should be carried on in common; and that officers, selected in one way or another, should distribute among the inhabitants the fruits of their labor.
  5. Bukharin, Nikolai; Preobrazhensky, Yevgeni (1922) [1920]. "Distribution in the communist system" (PDF). The ABC of Communism. Diterjemahkan oleh Paul, Cedar; Paul, Eden. London, England: Communist Party of Great Britain. hlm. 72–73, § 20. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Februari 2025. Diakses tanggal 18 Agustus 2021 via Marxists Internet Archive.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Steele (1992), hlm. 43: "One widespread distinction was that socialism socialised production only while communism socialised production and consumption."
  7. Engels, Friedrich (2005) [1847]. "Section 18: What will be the course of this revolution?". The Principles of Communism. Diterjemahkan oleh Sweezy, Paul. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Februari 2025. Diakses tanggal 18 Agustus 2021 via Marxists Internet Archive. Finally, when all capital, all production, all exchange have been brought together in the hands of the nation, private property will disappear of its own accord, money will become superfluous, and production will so expand and man so change that society will be able to slough off whatever of its old economic habits may remain.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Bukharin, Nikolai; Preobrazhensky, Yevgeni (1922) [1920]. "Administration in the communist system" (PDF). The ABC of Communism. Diterjemahkan oleh Paul, Cedar; Paul, Eden. London, England: Communist Party of Great Britain. hlm. 73–75, § 21. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Februari 2025. Diakses tanggal 18 Agustus 2021 via Marxists Internet Archive.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Kurian, George (2011). "Withering Away of the State". Dalam Kurian, George (ed.). The Encyclopedia of Political Science. Washington, D.C.: CQ Press. doi:10.4135/9781608712434. ISBN 978-1-933116-44-0. Diakses tanggal 3 Januari 2016 via SAGE Publishing.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. "Communism - Non-Marxian communism". Britannica. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Februari 2025. Diakses tanggal 13 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Karl Marx, Friedrich Engels, Keluarga Suci, University Press of the Pacific, 2002-2006, ISBN 0-89875-973-0 ISBN 978-0-89875-973-0
  12. 1 2 Maerani, Ira Alia (2016-06-09). "Filsafat Ilmu dalam Perspektif Hukum Islam". Jurnal Hukum. 31 (1): 1539. doi:10.26532/jh.v31i1.653. ISSN 1412-2723.
  13. 1 2 3 Rosdiyanti, Evi; Abustan, Abustam (2020-09-19). "HUKUM INTERNASIONAL SEBAGAI SUMBER HUKUM DALAM HUKUM NASIONAL (Dalam Perspektif Hubungan Hukum Internasional Dan Hukum Nasional Di Indonesia)". JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi. 2 (2). doi:10.58258/jihad.v2i2.3029. ISSN 2746-3842.
  14. "How China went from communist to capitalist". Business Insider (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 Juli 2017.
  15. Fuller, Thomas (17 September 2009). "Communism and Capitalism Are Mixing in Laos". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 14 Juli 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. Davies, Nick (22 April 2015). "Vietnam 40 years on: how a communist victory gave way to capitalist corruption". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 14 Juli 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. "The Maoists triumph". The Economist. 17 April 2008. ISSN 0013-0613. Diakses tanggal 14 Juli 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjut

Sumber pustaka mengenai
Komunisme

Pranala luar

Konsep
Aspek
Jenis
Internasionale
Tokoh penting
Hal terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan