Rabu, 30 September 2026
18:25 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Ekonomi token

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (November 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Ekonomi token adalah suatu sistem penguatan perilaku dengan memberikan tanda khusus atau “token” setiap kali seseorang menampilkan perilaku positif yang diinginkan. Token tersebut nantinya dapat ditukar dengan hadiah atau penghargaan yang lebih nyata. Sistem ini banyak digunakan di sekolah, lembaga terapi, maupun lingkungan kerja untuk membentuk kebiasaan baik secara bertahap.[1] Ekonomi token membantu mengubah perilaku dengan cara memberi motivasi melalui penguatan positif yang terstruktur dan konsisten. Sementara itu, ekonomi token efektif karena memberikan umpan balik langsung dan dapat meningkatkan kepatuhan serta tanggung jawab individu terhadap perilaku yang diharapkan.[2]

Sistem ekonomi token

Sistem ekonomi token terbukti efektif meningkatkan perilaku positif, terutama di lingkungan pendidikan dan terapi. Menunjukkan bahwa penerapan ekonomi token di sekolah dasar mampu meningkatkan kedisiplinan dan partisipasi siswa. Menjelaskan bahwa keberhasilan sistem ini bergantung pada konsistensi penerapan dan strategi penguatan setelah pemberian token dihentikan.[3]

Referensi

  1. ↑ Kazdin, A. E. (1982). "The token economy: a decade later". Journal of Applied Behavior Analysis. 15 (3): 431–445. doi:10.1901/jaba.1982.15-431. ISSN 0021-8855. PMC 1308287. PMID 6754677.
  2. ↑ Miltenberger, Raymond G. (2016). Behavior modification : principles and procedures. Internet Archive. Boston, MA : Cengage Learning. ISBN 978-1-305-10939-1.
  3. ↑ Kim, Ji Young; Fienup, Daniel M.; Oh, Alice E.; Wang, Ye (2022-11). "Systematic Review and Meta-Analysis of Token Economy Practices in K-5 Educational Settings, 2000 to 2019". Behavior Modification. 46 (6): 1460–1487. doi:10.1177/01454455211058077. ISSN 1552-4167. PMID 34784784.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan