Jumat, 06 November 2026
16:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Model Nordik

Model Nordik

partai politik

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang model sosla dan ekonomi di Eropa utara. Untuk model sosial-ekonomi di benua Eropa, khususnya Jerman, lihat model Rhenish. Untuk ideologi politik yang sering dikaitkan dengan model Nordik, lihat Demokrasi sosial.
Bagian dari seri
Sistem ekonomi
250px-Social_democratic_parties_in_Nordic_countries_-_percentage.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Model Nordik (biasa disebut kapitalisme Nordik[1] atau demokrasi sosial Nordik)[2][3] mengacu kepada kebijakan sosial dan ekonomi yang diterapkan di negara-negara Nordik (Denmark, Finlandia, Norwegia, Islandia, dan Swedia). Kebijakan tersebut mencakup gabungan kapitalisme pasar bebas dengan negara kesejahteraan dan perundingan kolektif menyeluruh di tingkat nasional.[4][5]

Meski ada beberapa perbedaan antara negara-negara Nordik, semuanya memiliki ciri khas yang sama. Kebijakan mereka mendukung negara kesejahteraan "universalis" yang bertujuan meningkatkan kemandirian seseorang dan mendorong mobilitas sosial; sistem korporatis yang melibatkan kesepakatan antara tiga pihak: wakil pekerja dan majikan merundingkan upah dan kebijakan pasar tenaga kerja sambil dimediasi pemerintah;[6] dan komitmen untuk menyebarkan kepemilikan swasta, pasar bebas, dan perdagangan bebas.[7]

Setiap negara Nordik memiliki model ekonomi dan sosialnya sendiri, kadang jauh berbeda dibandingkan negara tetangganya.[8] Menurut sosiolog Lane Kenworthy, dalam konteks model Nordik, "demokrasi sosial" mengacu kepada serangkaian kebijakan yang mengutamakan keamanan ekonomi dan kesempatan dalam kerangka kerja kapitalisme alih-alih sistem pengganti kapitalisme.[9]

Lihat pula

Daftar

Referensi

  1. ↑ The Nordic Way, Klas Eklund, Henrik Berggren and Lars Trägårdh. 2011.
  2. ↑ Nik Brandal, Øivind Bratberg, Dag Einar Thorsen. The Nordic Model of Social Democracy. Palgrave Macmillan, 2013. ISBN 1-137-01326-5
  3. ↑ Pontusson, Jonas (2011). Once Again A Model: Nordic Social Democracy in a Globalized World. pp 89-115 in What's Left of the Left: Democrats and Social Democrats in Challenging Times. Edited by James E. Cronin, George W. Ross, and James Shoch. Duke University Press. ISBN 0-8223-5079-3.
  4. ↑ "The surprising ingredients of Swedish success - free markets and social cohesion" (PDF). Institute of Economic Affairs. Juni 25, 2013. Diakses tanggal Januari 15, 2014.{{cite web}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ James E. McWhinney (Juni 25, 2013). "The Nordic Model: Pros and Cons". Investopedia. Diakses tanggal September 16, 2015. The Nordic model is a term coined to capture the unique combination of free market capitalism and social benefits that have given rise to a society that enjoys a host of top-quality services, including free education and free healthcare, as well as generous, guaranteed pension payments for retirees. These benefits are funded by taxpayers and administered by the government for the benefit of all citizens.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Hicks, Alexander (Januari 20, 2000). Social democracy and Welfare Capitalism: A century of Income Security Politics. Cornell University Press. hlm. 130. ISBN 978-0801485565. By the late 1950s, labor had been incorporated alongside Swedish business in fully elaborated corporatist institutions of collective bargaining and policy making, public as well as private, supply-side (as for labour training) as well as demand side (e.g., Keynesian). During the 1950s and 1960s, similar neocorpratist institutions developed in Denmark and Norway, in Austria and the Netherlands, and somewhat later, in Belgium and Finland.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ James E. McWhinney (Juni 25, 2013). "The Nordic Model: Pros and Cons". Investopedia. Diakses tanggal September 16, 2015. The model is underpinned by a capitalist economy that encourages creative destruction. While the laws make it is easy for companies to shed workers and implement transformative business models, employees are supported by generous social welfare programs.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Kenworthy, Lane (2014). Social Democratic America. Oxford University Press. ISBN 0-19-932251-1 p. 138.
  9. ↑ Lane Kenworthy (Januari 2014). "America's Social Democratic Future". Foreign Affairs. Diakses tanggal 2 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Aspek-aspek kapitalisme
Umum
Ideologi
Budaya
Sosial
Kritik
Antitesis
Pendahulu
120px-Red_rose_02.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejarah dan
perkembangan
Konsep
Organisasi
Tokoh
Terkait

Templat:Model sosial di Eropa

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan