Senin, 21 September 2026
15:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Gradualisme

'''Gradualisme''' merupakan siasat untuk mengadakan perubahan sosial dengan melakukan pembaruan khusus yang bertujuan menciptakan masyarakat sosialis

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Gradualisme merupakan siasat untuk mengadakan perubahan sosial dengan melakukan pembaruan khusus yang bertujuan menciptakan masyarakat sosialis.[1] Teori gradualisme dikemukakan oleh ahli Geologi Skotlandia bernama James Hutton (1726 – 1797). Paham tersebut menyatakan bahwa perubahan geologis berlangsung pelan-pelan tetapi pasti.

Menurut Darwin, evolusi dimungkinkan akibat rentetan proses yang memerlukan waktu lama dan bertahap. Ia sependapat dengan natura non facit saltus: “alam tidak membuat lompatan” yang dikenalkan oleh Gottfried Leibniz dan Carolus Linnaeus. Pandangan mengenai uniformitarianism dalam buku Charles Lyell's[2] yang pernah menjadi salah satu buku pegangan Darwin selama melakukan ekspedisi, turut memengaruhi pemikirannya. Hal ini dapat dengan mudah diidentifikasi dalam tulisan Darwin yang banyak menggunakan data geologi sebagai pendukung teorinya.

Pandangan tersebut menganggap bahwa alam selalu konstan sepanjang masa (dalam ruang dan waktu) dan hukum alam yang ada saat ini adalah juga sama dengan yang terjadi pada masa lalu. Lewat gradualisme, darwinis sosial tidak hanya meragukan revolusi, tapi meniadakan kejutan-kejutan lainnya. Maka yang ada haruslah tahapan-tahapan terprediksi dan syarat-prasyarat. Spontanitas tidak berlaku dalam hidup yang serba gradual.

Referensi

Catatan kaki

  1. "Kamus Besar Bahasa Indonesia". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-11-07. Diakses tanggal 2017-11-06.
  2. Hutton, J. (1785). Theory of the Earth. United States of America: The Library of Alexandria.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan