Rabu, 23 September 2026
12:11 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis

Tripartisme

Korporatisme
Portal Politik

Tripartisme merujuk pada korporatisme ekonomi berdasarkan kontrak tripihak antara afiliasi bisnis, buruh, dan negara di dalam ekonomi.[1] Masing-masing bertindak sebagai sebuah mitra sosial untuk menciptakan kebijakan ekonomi melalui kerja sama, konsultasi, negosiasi, dan kompromi.[1] Tripartisme adalah bentuk umum dalam neo-korporatisme.[1]

Tripartisme menjadi bentuk kebijakan ekonomi yang populer selama krisis ekonomi 1930-an.[2] Tripartisme didukung oleh berbagai sudut pandang politik pada masa kini, termasuk politik Katolik Roma; fasisme juga mendukung hal ini bagi serikat fasis, tetapi menekan serikat komunis dan demokrasi sosial; dan politik demokrasi.[2] Tripartisme adalah kebijakan ekonomi utama di Eropa. Korporatisme tripihak ini adalah bagian inti dari sistem ekonomi Skandinavia dan Beneluks yang ditetapkan oleh pemerintah demokratik sosial.[3]

Organisasi Buruh Internasional

Organisasi Buruh Internasional adalah satu-satunya lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang didasarkan pada tripartisme. Lembaga ini memanfaatkan diskusi antara ketiga kelompok dalam perumusan standar dan konvensi. Selain itu, untuk memberlakukan standar ILO dalam hukum nasional, konsultasi tripihak dalam tingkat nasional sangat dibutuhkan[4] bagi negara-negara yang masuk dalam Tripartite Consultation (International Labour Standards) Convention, 1976.

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Wiarda, Howard J. Corporatism and comparative politics. M.E. Sharpe, 1996. Pp. 22.
  2. 1 2 Hans Slomp. European politics into the twenty-first century: integration and division. Westport, Connecticut, USA: Praeger Publishers, 2000. Pp. 81
  3. Hans Slomp. European politics into the twenty-first century: integration and division. Westport, Connecticut, USA: Praeger Publishers, 2000. Pp. 82.
  4. "Tripartite consultation". International Labour Organization. Diakses tanggal 26 Februari 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan