Rabu, 07 Oktober 2026
02:32 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Perdagangan adil

pengaturan perdagangan yang mengutamakan kesejahteraan pekerja

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Perdagangan adil (disambiguasi).
Bagian dari seri politik tentang
Progresivisme
120px-Purple_flag_waving.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Perdagangan adil adalah gerakan sosial yang bertujuan membantu produsen di negara berkembang menikmati perdagangan yang lebih baik dan memperkenalkan keberlanjutan lingkungan. Anggota gerakan ini mendukung pembayaran harga yang lebih tinggi kepada para eksportir dan peningkatan standar sosial dan lingkungan. Gerakan ini berfokus pada komoditas atau produk-produk yang biasanya diekspor dari negara berkembang ke negara maju tetapi juga dikonsumsi di dalam negeri (e.g. Brasil dan India) seperti kerajinan tangan, kopi, kakao, gula, teh, pisang, madu, kapas, anggur,[1] buah segar, coklat, bunga, emas,[2] dan filamen mesin cetak 3D.[3] Gerakan ini berusaha mempromosikan kesetaraan yang lebih besar dalam kerja sama dagang internasional melalui dialog, transparansi, dan penghargaan. Gerakan perdagangan adil memperkenalkan pembangunan berkelanjutan dengan menawarkan kondisi dagang yang lebih baik sekaligus melindungi hak-hak produsen dan pekerja termarginalkan di negara-negara berkembang.[4]

Organisasi label perdagangan adil sering menggunakan definisi perdagangan adil yang dikembangkan oleh FINE, asosiasi empat jaringan perdagangan adil internasional — Fairtrade Labelling Organizations International, World Fair Trade Organization (WFTO), Network of European Worldshops, dan European Fair Trade Association (EFTA) —: perdagangan adil adalah kemitraan dagang atas dasar dialog, transparansi, dan penghargaan yang berusaha menciptakan kesetaraan yang lebih besar dalam perdagangan internasional. Organisasi-organisasi perdagangan adil aktif mendukung produsen, meningkatkan kesadaran, dan berkampanye menuntut perubahan aturan dan praktik perdagangan internasional konvensional.[5]

Ada beberapa badan sertifikasi perdagangan adil yang diakui secara internasional seperti Fairtrade International (dulu bernama FLO, Fairtrade Labelling Organizations International), IMO, dan Eco-Social. Selain itu, Fair Trade USA, dulu badan lisensi milik Fairtrade International, keluar dari sistem tersebut dan menerapkan skema label perdagangan adilnya sendiri. Aksi Fair Trade USA menimbulkan kontroversi karena melibatkan pemangku untuk semua penanam hasil bumi independen. Pada tahun 2008, semua produk bersertifikasi Fairtrade International bernilai €3,4 miliar.[6][7] Organisasi Perdagangan Dunia merilis data volume perdagangan barang dan jasa setiap tahunnya.

Gerakan ini sangat populer di Britania Raya. 500 kota, 118 universitas, lebih dari 6.000 gereja, dan 4.000 sekolah di Britania Raya terdaftar dalam Fairtrade Schools Scheme.[8] Pada tahun 2011, lebih dari 1,2 juta petani dan pekerja di lebih dari 60 negara terlibat dalam perdagangan adil, dan nilai premi perdagangan adil yang dibayarkan mencapai €65 juta. Menurut Fairtrade International, hampir enam dari sepuluh konsumen pernah melihat label perdagangan adil dan hampir sembilan dari sepuluh konsumen percaya dengan label tersebut.[9]

Lihat pula

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Fair trade.
  1. ↑ Moseley, WG (2008), "Fair Trade Wine: South Africa's Post Apartheid Vineyards and the Global Economy", Globalizations, 5 (2): 291–304, doi:10.1080/14747730802057753.
  2. ↑ Brough, David (Januari 10, 2008), "Briton finds ethical jewellery good as gold", Reuters, CA{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Feeley, SR; Wijnen, B; Pearce, JM (2014), "Evaluation of Potential Fair Trade Standards for an Ethical 3-D Printing Filament", Journal of Sustainable Development, 7 (5): 1–12, doi:10.5539/jsd.v7n5p1.
  4. ↑ WFTO.
  5. ↑ What (PDF), European fair trade association.
  6. ↑ Facts & figures, Fair trade, diarsipkan dari asli tanggal 2013-04-24, diakses tanggal 2015-10-27.
  7. ↑ "General overview" (PDF). WTO. 2006. hlm. 3.
  8. ↑ Paull, J (2011), "The Fairtrade movement: Six lessons for the organics sector" (PDF), Proceedings of the Third Scientific Conference of the International Society of Organic Agriculture Research, Namyangju, Korea, hlm. 317–20{{citation}}: |format= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link).
  9. ↑ Annual report (PDF), Fair trade, 2009.

Daftar pustaka

  • Berndt, CE (2007), Is Fair Trade in coffee production fair and useful? Evidence from Costa Rica and Guatemala and implications for policy, Policy Series, Policy Comment, vol. 65, Washington, DC: Mercatus Centre, George Mason University.
  • Ballet, Jérôme; Carimentrand, Aurélie (April 2010), "Fair Trade and the Depersonalization of Ethics", Journal of Business Ethics, 92 (2 Supplement), Springer: 317–30, doi:10.1007/s10551-010-0576-0{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link).
  • Hamel, I (2006), "Fairtrade Firm Accused of Foul Play", Swiss info[pranala nonaktif permanen].
  • Jacquiau, C (2006), Les Coulisees du Commerce Équitable [The columns of the equitable commerce] (dalam bahasa Prancis), Paris: Mille et Une Nuits.
  • Kilian, B; Jones, C; Pratt, L; Villalobos, A (2006), "Is Sustainable Agriculture a Viable Strategy to Improve Farm Income in Central America? A Case Study on Coffee", Journal of Business Research, 59 (3): 322–30, doi:10.1016/j.jbusres.2005.09.015.
  • Kohler, P (2006), The economics of Fair Trade: for whose benefit? An investigation into the limits of Fair Trade as a development tool and the risk of clean-washing, HEI Working Papers, Geneva: Economics Section, Graduate Institute of International Studies, October.
  • Mohan, S (2010), Fair Trade Without the Froth – a dispassionate economic analysis of 'Fair Trade', London: Institute of Economic Affairs.
  • Moore, G; Gibbon, J; Slack, R (2006), "The mainstreaming of Fair Trade: a macromarketing perspective", Journal of Strategic Marketing, 14: 329–52, doi:10.1080/09652540600947961.
  • Reed, D (2009), "What do Corporations have to do with Fair Trade? Positive and normative analysis from a value chain perspective", Journal of Business Ethics, 86.
  • Riedel, CP; Lopez, FM; Widdows, A; Manji, A; Schneider, M (2005), "Impacts of Fair Trade: trade and market linkages", Proceedings of the 18th International Farming Symposium, 31 October – 3 November, Rome: Food and Agricultural Organisation{{citation}}: Tautan eksternal dalam |publisher=.
  • Valkila, J (2009), "Fair Trade organic coffee production in Nicaragua – Sustainable development or a poverty trap?", Ecological Economics, 68: 3022–23, doi:10.1016/j.ecolecon.2009.07.002.
  • Weitzman, H (September 8, 2006), "The bitter cost of 'Fair Trade' coffee", The Financial Times{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link).
Topik utama
Federasi
Sertifikasi
Inisiatif label
Organisasi perdagangan
alternatif
Kampanye
Media
Istilah
The NYK Andromeda berthed in the Port of Singapore, 2005
Organisasi
dan kebijakan
Ekonomi politik
Organisasi kawasan
Amerika
Asia-Pasifik
Eropa, Asia tengah and Asia utara
Timur tangah dan Afrika utara
Afrika Subsahara
Mitra dagang
Ekspor menurut produk
Ide utama
Isu
Global
Lainnya
Teori
Pakar
Pendahulu
120px-Red_rose_02.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejarah dan
perkembangan
Konsep
Organisasi
Tokoh
Terkait

Templat:Akuntabilitas sosial

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan