Minggu, 20 September 2026
17:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Proto-globalisasi

Proto-globalisasi

250px-WikiProject_Globalization_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Globalisasi

Proto-globalisasi atau globalisasi modern awal adalah periode sejarah globalisasi antara tahun 1600 dan 1800 setelah globalisasi kuno. Istilah ini diperkenalkan oleh sejarawan A. G. Hopkins dan Christopher Bayly. Proto-globalisasi mengacu pada peningkatan hubungan dagang dan pertukaran budaya sebelum datangnya 'globalisasi modern' pada abad ke-19.[1]

Proto-globalisasi berbeda dengan globalisasi modern dari segi persebaran (ekspansionisme), cara pengelolaan perdagangan global, dan tingkat pertukaran informasi. Periode proto-globalisasi ditandai oleh perjanjian dagang Perusahaan Hindia Timur, peralihan hegemoni ke Eropa Barat, munculnya konflik besar antara negara-negara besar seperti Perang Tiga Puluh Tahun, dan bangkitnya komoditas baru seperti perdagangan budak. Perdagangan Segitiga membuat Eropa mampu memanfaatkan sumber daya di belahan barat. Perpindahan tanaman, hewan, dan wabah penyakit dalam Pertukaran Columbus (konsep ini dicetuskan oleh Alfred Crosby) juga memainkan peran penting dalam proses globalisasi. Perdagangan dan komunikasi era proto-globalisasi melibatkan para pedagang Eropa, Muslim, India, Asia Tenggara, dan Tiongkok, khususnya di kawasan Samudra Hindia.

Transisi dari proto-globalisasi ke globalisasi modern ditandai oleh semakin rumitnya jaringan global berkat pertukaran modal dan teknologi. Namun demikian, globalisasi modern melenyapkan pertukaran budaya.

Lihat pula

Referensi

Catatan kaki

  1. Hopkins 2003, hlm. 3.

Sumber

Pranala luar

Ide utama
Isu
Global
Lainnya
Teori
Pakar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan