Minggu, 20 September 2026
16:21 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Joseph E. Stiglitz

Joseph E. Stiglitz

ekonom asal Amerika Serikat

Joseph E. Stiglitz
250px-Joseph_E._Stiglitz%2C_2019_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Joseph E. Stiglitz, 2019
BidangMakroekonomi, Ekonomi publik, Ekonomi informasi
DipengaruhiJohn Maynard Keynes, Robert Solow
KontribusiScreening, Perpajakan, Pengangguran
Informasi di IDEAS / RePEc
Joseph E. Stiglitz
250px-Joseph_E._Stiglitz%2C_2019_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Joseph Stiglitz (2019)
Masa jabatan
1995–1997
PresidenBill Clinton
PendahuluLaura Tyson
PenggantiJanet Yellen

Joseph Eugene Stiglitz (lahir 9 Februari 1943) adalah seorang pakar ekonomi, pengarang, dan peraih penghargaan Nobel bidang Ekonomi (2001).

Kehidupan awal

Stiglitz lahir di Gary, Indiana, AS dari pasangan Charlotte dan Nathaniel Stiglitz. Dari 1960 hingga 1963, ia kuliah di Amherst College. Tingkat empat dijalaninya di MIT, yang kemudian dilanjutkan ke tingkat pascasarjana. Dari 1965 hingga 1966, ia belajar di Cambridge University dengan beasiswa Fullbright. Pada tahun-tahun berikutnya, ia mengajar di MIT dan Yale.

Kehidupan profesional

Stiglitz saat ini mengajar di Graduate School of Business di Columbia University dan menjadi editor jurnal The Economists' Voice bersama Bradford DeLong dan Aaron Edlin. Ia juga menjadi anggota Dewan Penasihat untuk Oxford Council on Good Governance.

Selain memberikan banyak kontribusi di bidang ekonomi mikro, Stiglitz juga beberapa kali memegang jabatan yang bersifat membuat kebijakan. Ia pernah menjabat sebagai ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden AS pada masa pemerintahan Bill Clinton (1995 - 1997). Di Bank Dunia, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Senior dan Ekonom Kepala (1997 - 2000), sebelum akhirnya dipaksa berhenti oleh Treasury Secretary, Lawrence Summers.

Penelitian Stiglitz yang paling terkenal adalah tentang screening, teknik yang digunakan seorang pelaku ekonomi untuk mengambil informasi yang semestinya pribadi dari pelaku lainnya. Kontribusinya dalam memasukkan teknik screening ke dalam teori asimetri informasi inilah yang membuatnya meraih penghargaan Nobel bersama-sama George Akerlof dan A. Michael Spence.

Stiglitz juga mengarang Whither Socialism, sebuah buku nonmatematis yang memberikan pengenalan untuk teori-teori yang menjelaskan kegagalan sosialisme ekonomi di Eropa Timur, peran informasi tak-sempurna dalam pasar, dan penjelasan miskonsepsi tentang se-"bebas" apa sebenarnya sistem kapitalis pasar bebas itu. Pada 2002, ia menulis buku Globalization and Its Discontents, saat ia menegaskan bahwa International Monetary Fund meletakkan kepentingan pemegang saham terbesar (Amerika Serikat) di atas kepentingan negara-negara miskin yang justru seharusnya ia bantu. Dalam buku ini Stiglitz juga menawarkan beberapa alasan mengapa globalisasi telah menimbulkan kemarahan para pemrotes, seperti yang terjadi di Seattle dan Genoa.

Buku Stiglitz berikutnya merupakan kelanjutan dari Globalization and Its Discontents, yakni The Roaring Nineties. Terjemahan bahasa Indonesia The Roaring Nineties diterbitkan oleh Marjin Kiri (2006) dengan judul Dekade Keserakahan. Stiglitz memberi pengantar khusus untuk edisi Indonesia ini yang menyinggung soal korupsi.

Kutipan

  • April 2001 - tentang Dana Moneter Internasional
    • "Ketika sebuah negara sedang terpuruk, IMF mengambil kesempatan dan memeras titik darah terakhirnya. IMF mengipasi api sehingga, akhirnya, seluruh kualinya meledak. Ia menyebabkan kematian banyak orang. Ia tak peduli orang hidup atau mati. Kebijakannya mengecilkan demokrasi... agak mirip dengan Zaman Pertengahan atau Perang Opium."

Pranala luar

1969–1975
1976–2000
2001–kini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan