Jumat, 30 Oktober 2026
03:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Thomas J. Sargent

Thomas J. Sargent

ekonom asal Amerika Serikat

Bagikan:
Thomas J. Sargent
250px-Nobel_Prize_2011-Press_Conference_KVA-DSC_7770.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir19 Juli 1943 (umur 83)
Pasadena, Kalifornia
InstitusiNew York University
BidangMacroeconomics, monetary economics
Alma materUC Berkeley, (B.A.)
Harvard University, (PhD)
DipengaruhiRobert Lucas, Jr.
PenghargaanPengharhaan NAS untuk para ilmuwan (2011)
Nobel Ekonomi (2011)
Informasi di IDEAS / RePEc
Thomas J. Sargent setelah penerimaan Nobel

Thomas John "Tom" Sargent (lahir 19 Juli 1943) adalah seorang ekonom dari Amerika yang menekuni bidang ekonomi makro, ekonomi moneter dan ekonometrika deret waktu. Pada tahun 2011, ia masuk urutan ke-17 ekonom yang paling berpengaruh di dunia.[1] Ia mendapat hadiah Nobel bidang ekonomi pada tahun 2011 bersama Christopher A. Sims atas hasil penelitian empiris mereka mengenai efek makro ekonomi.[2]

Pendidikan

Sargent memperoleh B.A.-nya dari University of California, Berkeley tahun 1964 dan Ph.D.-nya dari Harvard tahun 1968. Ia pernah mengajar di University of Pennsylvania (1970–1971), University of Minnesota (1971–1987), University of Chicago (1991–1998), Stanford University (1998–2002) dan Princeton University (2009).

Penghargaan Nobel

Pada 10 Oktober 2011, Sargen bersama dengan Chris Sims mendapat penghargaan Nobel dalam bidang ekonomi. Penghargaan ini dipersembahkan atas jasa mereka dalam penelitian empiris hubungan sebab-akibat makro ekonomi "empirical research on cause and effect in the macroeconomy".[3]

Publikasi

Referensi

  1. ↑ "Economist Rankings at IDEAS". Ideas.repec.org. Diakses tanggal 2011-10-10.
  2. ↑ Nobel Prize Press Release
  3. ↑ "The Prize in Economic Sciences 2011". Nobelprize.org. 2008-12-10. Diakses tanggal 2011-10-10.

Pranala luar

1969–1975
1976–2000
2001–kini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan