Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Ekonomika moneter" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Ekonomika moneter (bahasa Inggris:monetary economics) adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari sifat, peran, fungsi, dan dampak uang serta institusi moneter terhadap perekonomian secara keseluruhan. Bidang ini menyediakan kerangka kerja untuk menganalisis uang sebagai alat tukar, penyimpan nilai, dan satuan hitung, serta meneliti bagaimana uang dapat diterima secara luas sebagai barang publik (public good).
Historically, ekonomika moneter sangat terintegrasi dengan pengembangan makroekonomi dan analisis kebijakan moneter oleh bank sentral.
Bidang riset utama
Secara garis besar, ekonomika moneter berfokus pada area riset berikut:
- Hubungan Aset-Harga dan Makroekonomi: Meneliti Teori kuantitas uang, monetarisme, serta stabilitas hubungan antara jumlah uang beredar dengan suku bunga, tingkat harga, dan output (PDB) nominal maupun real.
- Mekanisme Transmisi Moneter: Menganalisis bagaimana kebijakan yang diambil oleh bank sentral memengaruhi aktivitas ekonomi real melalui institusi keuangan.
- Netralitas Uang: Pengujian apakah perubahan jumlah uang beredar hanya memengaruhi harga umum (inflasi) atau memiliki dampak jangka pendek terhadap output ekonomi real (ilusi uang).
- Ekspektasi Rasional: Meneliti sejauh mana dampak kebijakan moneter ketika masyarakat secara rasional mengantisipasi tindakan bank sentral.
- Asimetri Informasi: Dampak dari informasi yang tidak sempurna, risiko moral (moral hazard), dan krisis finansial terhadap sistem moneter.
- Ekonomika Moneter Internasional: Dimensi global yang mencakup sistem nilai tukar (kurs), likuiditas internasional, dan aliran modal antarnegara.
Sejarah teori moneter
- Zaman Kejayaan Islam: Inovasi awal dalam ekonomika moneter mencakup penggunaan kredit, cek, surat promes, transaksi utang-piutang, serta institusi perbankan awal untuk simpan pinjam dan penukaran mata uang.
- Abad ke-16 hingga ke-18: Perumusan awal Teori Kuantitas Uang oleh para pemikir ekonomika klasik untuk menjelaskan fenomena inflasi akibat penambahan jumlah uang logam yang beredar.
- Abad ke-20: Perdebatan besar antara mazhab Keynesianisme (yang berfokus pada suku bunga dan permintaan agregat) dan Monetarisme dipimpin oleh Milton Friedman (yang berfokus pada kontrol ketat jumlah uang beredar).
Lihat pula
Referensi
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |