Jumat, 23 Oktober 2026
19:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
The Wealth of Nations

The Wealth of Nations

Bagikan:
lossy-page1-250px-Smith_-_Inquiry_into_the_nature_and_causes_of_the_wealth_of_nations%2C_1922_-_5231847.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Inquiry into the nature and causes of the wealth of nations, 1922

An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, umumnya dikenal sebagai The Wealth of Nations, adalah buku karangan Adam Smith—seorang ekonom berkebangsaan Skotlandia—yang diterbitkan pada tanggal 9 Maret 1776 Dari judulnya sendiri, buku itu memberikan gambaran tentang bangsa-bangsa, khususnya di Eropa, yang kaya-kaya dan sejahtera, yang mana buku itu menjelaskan apa yang menjadi sumber kekayaan bangsa-bangsa. Pandangan orang pada masa itu adalah bahwa uang, emas, dan logam mulia yang menjadi sumber kekayaan bangsa-bangsa. Pandangan tersebut diruntuhkan oleh karya Adam Smith ini. Kekayaan bangsa-bangsa ditentukan oleh jumlah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dapat diperjual-belikan (yang kemudian dikenal Produk Domestik Bruto). Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa negara yang punya sedikit emas tetapi sangat produktif adalah negara yang lebih kaya dalam jangka panjang daripada negara yang punya banyak emas tetapi tidak produktif. Di samping itu, buku ini jelas sekali menggambarkan tentang politik ekonomi yang terjadi pada awal revolusi industri, dan diperkirakan menjadi buku teori ekonomi modern pertama yang mendapat sambutan luas di Inggris Raya, yaitu tempatnya pertama kali diterbitkan . Boleh dikatakan buku ini terbit pada masa yang tepat, karena langsung mendapatkan lahan praktik yang subur berkat revolusi industri di Inggris raya pada masa itu. Teori yang dikebangkan dalam buku ini juga menjadi semacam landasan dari kebijakan teori pasar bebas, karena di dalamnya dikemukakan bahwa peran campur tangan pemerintah dalam perkonomian harus dibatasi. Pembatasannya itu sedemikian rupa sehingga perekonomian berjalan dengan dikendalikan oleh tangan-tangan tak kelihatan (menurut istilah Adam Smith) yang tak lain adalah mekanisme tarikan permintaan dan penawaran yang sering disebut mekanisme pasar. Buku ini dipecah dalam 5 buku yang terbagi menjadi 2 jilid.

Bab pertama buku

Pada bab pertama Adam smith membahas tentang bagaimana cara bangsa bangsa yang barbar akhirnya mengenal cara bekerjasama dan akhirnya melakukan diferensiasi pekerjaan, menurut Adam Smith uang bukanlah sumber pertukaran yang sejati melainkan tenaga manusia lah yang menjadi sumber pertukaran yang sejati.

Setelah itu di singgung juga bagaimana sejarah awal perdagangan dan dampaknya bagi pengumpulan kekayaan bangsa-bangsa awal.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan