Minggu, 20 September 2026
16:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Esther Duflo

Esther Duflo

ekonom asal Prancis

Esther Duflo
250px-Esther_Duflo_-_Pop%21Tech_2009_-_001_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Duflo di Pop!Tech 2009.
Lahir25 Oktober 1972 (umur 53)
Pasangan menikahAbhijit Banerjee (2015)
InstitusiMIT
BidangEkonomi sosial
Ekonomi pembangunan
Alma materÉcole normale supérieure
École des hautes études en sciences sociales
Paris School of Economics (DELTA)
MIT
Pembimbing
doktoral
Abhijit Banerjee[1]
Joshua Angrist[1]
Mahasiswa
doktoral
Dean Karlan[2]
DipengaruhiAmartya Sen[3]
Michael Kremer
PenghargaanJohn Bates Clark Medal (2010)
Calvó-Armengol International Prize (2010)
Dan David Prize (2013)
Nobel Prize (2019)
Informasi di IDEAS / RePEc

Esther Duflo (lahir 25 Oktober 1972) adalah seorang pakar ekonomi dan profesor di Departemen Ekonomi[4] MIT warga negara Amerika Serikat - Prancis yang terpilih sebagai penerima Penghargaan Nobel dalam bidang Ekonomi. Pada 2019, ia bersama Michael Kremer dan suaminya Abhijit Banerjee menerima hadiah tersebut untuk hasil kontribusi mereka mengenai kemiskinan global.

Esther Duflo tercatat sebagai penerima termuda Hadiah Nobel ekonomi. Dia perempuan kedua yang berhasil menerima Hadiah Nobel.

Duflo meneliti kebijakan SD inpres yang dibentuk oleh Presiden Soeharto dalam mengatasi kemiskinan. SD Inpres dibentuk berdasarkan instruksi presiden Nomor 10 tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD.[5][6]

Dalam risetnya, Duflo berhasil membuktikan bahwa pembangunan SD Inpres menyebabkan perubahan signifikan khususnya dalam meningkatkan pendidikan dan pendapatan masyarakat. Dalam penelitiannya, anak-anak usia 2 - 6 tahun di Indonesia pada 1974 menerima 0,12 hingga 0,19 tahun lebih banyak pendidikan, untuk setiap sekolah yang dibangun per 1.000 anak di wilayah kelahiran mereka.

Dari risetnya, Duflo mendapatkan kesimpulan bahwa kebijakan ini sukses 'meningkatkan' ekonomi. Bahkan pengembalian ekonomi sekitar 6,8 persen hingga 10,6 persen.[7]

Hasil penelitian ini diterbitkan di bulan Agustus tahun 2000 dengan judul "Schooling and Labor Market Consequences of School Construction in Indonesia: Evidence from An Unusual Policy Experiment" atau "Konsekuensi Sekolah dan Pasar Tenaga Kerja dari Pembangunan Sekolah di Indonesia: Bukti dari Eksperimen Kebijakan yang Tidak Biasa".

Rujukan

  1. 1 2 Duflo, Esther (1999), Essays in empirical development economics. Ph.D. dissertation, Massachusetts Institute of Technology.
  2. Karlan, Dean S. (2002), Social capital and microfinance. Ph.D. dissertation, Massachusetts Institute of Technology.
  3. "Esther Duflo, première économiste du développement honorée de la médaille Clark — Sciences économiques et sociales". ses.ens-lyon.fr. Diakses tanggal 14 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "People | Esther Duflo". MIT Statistics and Data Science Center (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-04-19.
  5. Fauzia, Mutia (2019-10-15). Jatmiko, Bambang Priyo (ed.). "Meneliti SD Inpres di Era Soeharto, Ekonom AS Ini Raih Nobel Ekonomi". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-10-21.
  6. Post, The Jakarta. "Nobel Prize: SD Inpres, poverty research in Indonesia and women in economics". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-21.
  7. "Meneliti Soal SD Inpres, Ekonom Amerika Diganjar Penghargaan Nobel". Indonesia Inside (dalam bahasa American English). 2019-10-16. Diakses tanggal 2019-10-21.

Pranala luar

1969–1975
1976–2000
2001–kini


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan